Anton Subowo Berharap BWF Lebih Peka dan Peduli


  •    Nafielah Mahmudah
  •    23/03/21 - 15:54
  •    697

Anton Subowo dan Mohammad Ahsan (Bolalob.com/Nafielah Mahmudah)
Anton Subowo dan Mohammad Ahsan (Bolalob.com/Nafielah Mahmudah)

Presiden Badminton Asia Confederation (BAC), Anton Aditya Subowo meminta Federasi Badminton Dunia (BWF) lebih peka dan peduli kedepannya. Pernyataan ini terkait kasus dipaksa mundurnya tim Indonesia dari All England 2021 pekan lalu.

Masa pandemi membuat banyak peraturan dan kondisi yang harus disesuaikan dalam penyelenggaraan pertandingan. Untuk itu, Anton meminta BWF bisa lebih komunikatif dalam mengingatkan peraturan yang ada kepada asosiasi badminton.

“Saya mau menyampaikan bahwa memang di dalam prospectus sudah disampaikan dari dua peraturan. Peraturan BWF yang ada di website dengan peraturan dari pemerintah. Di luar itu, kalau organizing committee-nya peka harusnya kan mereka mengingatkan. Dipastikan dong. Saya nggak bicara keseluruhan, tapi saya bicara soal negara-negara yang ada rangking. Atlet-atlet yang dianggap asetnya BWF. Karena mereka (BWF) juga bilang nggak mau ini terjadi, ya siapa yang mau. Tapi kalau mereka antisipasi kan ini tidak akan terjadi. Kenapa nggak menghilangkan resiko, kalau memang tahu akan ada resiko,” kata Anton.

Anton juga menyayangkan kasus yang terjadi di Utilita Arena Birmingham, Inggris tersebut. Untuk itu ia menghimbau agar BWF dan panitia penyelenggara turnamen berikutnya bisa memastikan tidak mengulangi kesalahan yang sama.

“Concern saya adalah bagaimana nanti kedepan. Kemarin juga India bilang takut untuk mengadakan turnamen. Takut terjadi seperti di All England. Seharusnya tidak perlu takut, yang penting kan bagaimana perlakuannya. Saya akan tulis hal-hal yang kurang di All England jangan sampai terjadi di India. Malaysia Open juga saya minta untuk pastikan lagi, agar tidak terulang seperti All England,” kata Anton lagi.

“Yang perlu diperhatikan kedepannya adalah antisipasi dan sosialisasi. Bagaimana caranya agar semua aturan bisa dikomunikasikan. Ada interaksi dengan lebih peduli. Hal-hal kecil ini cukup penting. Kalau BWF bilang terlalu banyak untuk menyampaikan satu per satu, ya coba lihat saja rangking 1-50 banyak dari Asia,” tutupnya.



Terakhir diubah:  23/03/21 - 17:45






Video Trending



Berita Terkait


1616167909339

End of content

No more pages to load



Kamu dapat 6


Apa Ini?