Istimewa, Empat Atlet Ini Punya Skill Unik yang Tidak Dimiliki Siapapun


  •    Widya Amelia
  •    26/03/21 - 17:10
  •    105.070

Herry Iman Pierngadi (Badmintonindonesia.org/Nafielah Mahmudah)
Herry Iman Pierngadi (Badmintonindonesia.org/Nafielah Mahmudah)

Indonesia punya segudang pebulutangkis handal dengan teknik yang mumpuni. Namun ada beberapa nama yang dianggap punya skill unik dan tidak biasa. Kepala Pelatih Ganda Putra PBSI Herry Iman Pierngadi menyebutkan empat anak didiknya yang punya skill unik yang tidak dimiliki pemain lain.

Sigit Budiarto
Sigit Budiarto (PBDjarum.org)
Sigit merupakan pemain ganda putra era 90-an. Berpasangan dengan Candra Wijaya, Sigit merebut gelar juara dunia pada tahun 1997 di Glasgow, Skotlandia. Sigit dikenal dengan kekuatan tangan dan pukulan-pukulannya yang atraktif. 

“Pukulan-pukulannya antik, kadang dia mukul dari kolong kakinya. Permainannya sangat atraktif, enak ditonton,” kata Herry kepada Bolalob. 

Baca Juga :
halaman 2 dari 4
Tony Gunawan
Tony Gunawan (BWFBadminton.com)
Tony Gunawan (BWFBadminton.com)

Pemain yang kini menetap di Amerika Serikat ini adalah penyumbang medali emas ganda putra di Olimpiade Sydney 2000 bersama Candra Wijaya. Berpasangan dengan Halim Heryanto, Tony merebut gelar juara dunia pada tahun 2001 di Seville, Spanyol. Pada tahun 2005, Tony yang sudah bermain untuk Amerika Serikat, kembali menjadi juara dunia pada tahun 2005 di Anaheim, Amerika Serikat, berpasangan dengan Howard Bach.

“Tony itu mau dipasangkan sama siapa pun jadi, ini salah satu ciri pemain bagus, sama siapa pun bisa juara karena dari individunya sudah bagus,” beber Herry. 

“Dulu Tony sempat service-nya forehand, di saat pemain lain pakai service backhand, tapi dia tetap bisa juara. Walau setelah itu saya kasih masukan dan bisa diubah service-nya. Tony adalah pemain yang tipe mainnya menyerang banget, dia sangat berbahaya di depan net,” lanjut Herry. 


Hendra Setiawan
Hendra Setiawan (Badmintonindonesia.org)

Hendra kini berpasangan dengan Mohammad Ahsan dan telah meraih sederet gelar bergengsi, diantranya gelar juara dunia pada tahun 2013, 2015 dan 2019. Sedangkan bersama Markis Kido, Hendra mempersembahkan medali emas dari Olimpiade Beijing pada tahun 2008. Hendra/Kido juga pernah meraih gelar juara dunia pada tahun 2007. 

Sama seperti Tony, menurut Herry, Hendra adalah pemain dengan skill individu di atas rata-rata. Penempatan-penempatannya di seberang net seringkali menyulitkan pergerakan lawan. Dari segi ketenangan pun, tak ada yang bisa membaca ekspresi Hendra di lapangan dan menebak apa yang tengah dirasakan Hendra. 

“Hendra ini sama seperti Tony, dia mau main sama siapa juga jadi. Hendra sangat tenang di lapangan, lawan nggak bisa lihat dia lagi panik atau enggak, tapi saya sih tahu bedanya,” kata Herry. 
halaman 3 dari 4
Kevin Sanjaya Sukamuljo
Kevin Sanjaya Sukamuljo (Badmintonindonesia.org)

Sebelum dilatih Herry, Kevin yang merupakan jebolan PB Djarum, dilatih oleh Sigit. Dikatakan Herry, permainan Kevin memang mirip dengan Sigit yang penuh dengan atraksi dan menarik untuk ditonton. 

Memiliki kecepatan super dan servis yang menyusahkan lawan, Kevin menjadi salah satu pemain ganda putra yang ditakuti. Bersama Marcus Fernaldi Gideon, kini Kevin menduduki peringkat satu dunia. Pasangan emas Asian Games 2018 ini juga mendominasi sektor ganda putra dalam tiga tahun terakhir. 

“Kevin pernah dilatih Sigit, makanya ada kesamaan mainnya, unik, nggak semua orang bisa, memang sudah bakat alam juga. Tapi menurut saya, perbedaannya di kecepatan, Kevin lebih cepat. Kevin adalah pemain tercepat yang pernah saya latih. 

"Antisipasinya cepat, gerakan tangannya, kakinya juga cepat,” beber Herry. 

Uniknya, Kevin ternyata mengidolakan Sigit, sementara Hendra dari dulu mengagumi Tony. Keempat pemain ini sama-sama dinilai punya keistimewaan oleh sang pelatih.  

Kevin Sanjaya Sukamuljo dan Sigit Budiarto (PBDjarum.org)
halaman 4 dari 4





Video Trending



Berita Terkait


1616405673673

End of content

No more pages to load



Kamu dapat 6


Apa Ini?