Suka Duka Jadi Istri Atlet Badminton, Ikut Menangis Saat Suami Cedera


  •    Widya Amelia
  •    29/03/21 - 15:40
  •    35.407

Agnes, Marcus, Ahsan, Christine, Sandiani, Hendra, Kevin Sanjaya (Instagram @sansan_san)
Agnes, Marcus, Ahsan, Christine, Sandiani, Hendra, Kevin Sanjaya (Instagram @sansan_san)

Bolalob berbincang-bincang secara terpisah bersama tiga istri atlet badminton kenamaan Indonesia. Christine Novitania (Itine), istri dari Mohammad Ahsan, lalu ada Agnes Amelinda Gideon, istri dari Marcus Fernaldi Gideon, dan Sandiani Arief (Sansan), istri dari Hendra Setiawan, berbagi cerita suka duka menjadi istri pahlawan bulutangkis Indonesia. 

Apa saja enaknya jadi istri atlet badminton?

Agnes: Tentu bangga punya suami yang membela nama Indonesia di kancah internasional, berjuang untuk Indonesia. Sukanya lagi, ada yang bening-bening, latihan dan keringetan di rumah, ha ha ha. 

Sansan: Pokoknya banggaaa banget sama suami, kalau suami menang, rasa senangnya terbawa sampai berhari-hari.

Itine: Saat suami sehat, happy, menikmati kariernya dan bersyukur atas apa yang dia miliki sekarang, baik dari karier, keluarga, dan religinya. 

Saya sebagai istri melihat ini sudah bahagia. Ketika suami masih bisa bersaing di usia yang tidak muda lagi, di mana teman seangkatan semua sudah pensiun. Pemain-pemain badminton baru yang muda sudah banyak muncul. Tapi suami dan partner masih semangat main dan alhamdulillah masih dikasih rezeki prestasi sama Allah. 

Baca Juga :


Bagaimana kalau dukanya?

Itine: Kalau suami prestasinya lagi menurun dan cedera. Terutama kalau lagi cedera, karena kan pasti sakit. Sebagai istri ngeliatnya berat banget, apalagi kalau lagi tanding di TV terus minta perawatan, langsung deh badan saya kayak ikutan sakit juga di rumah. Rasanya ngilu kalau lihat suami cedera. 

Sansan: Dukanya? Nggak pernah diromantisin! Ha ha ha. Selain itu jarang kumpul keluarga karena sering ditinggal ke turnamen. Kadang masih mau kumpul keluarga, eh sudah harus berangkat tanding lagi. Selain itu kalau suami kalah, rasa sakitnya berhari-hari, apalagi kalau di turnamen penting dan kalahnya mepet. Mau ngapa-ngapain juga nggak enak, walau ke mall tapi hati nggak enak. 

Agnes: Dukanya ya itu, kadang suka cemburu kalau ada fans yang minta foto terlalu berlebihan, pakai rangkul-rangkul Sinyo (Marcus). Saya pernah ngambek gara-gara ini, sampai Sinyo bingung karena memang fansnya yang narik tangan dia dan tahu-tahu sudah jepret, jadilah pose fotonya ya begitu. Sinyo mengerti perasaan saya soal ini, dia menjaga juga. 

Pernah kejadian juga waktu saya hamil tua di Hong Kong, saya dan Sinyo posisinya lagi di eskalator dan ada fans yang minta foto. Tiba-tiba Sinyo ditarik dan saya didorong sampai hampir jatuh. Sejak saat itu kalau ada fansnya Sinyo yang minta foto, saya menjauh, bukannya sombong, tapi mau menyelamatkan diri, takut kenapa-napa, apalagi kalau lagi hamil.  halaman 2 dari 2
Punya suami atlet, berprestasi dan terkenal, pernah ada fans yang membully?

Itine: Alhamdulillah kalau sekarang nggak sih. Kalo dulu waktu pacaran saya lupa, karena sosial media dulu sama sekarang jauh beda. Dulu masih agak sepi ya di sosial media, kalau dijulid mantan-mantan di jaman pacaran dulu baru pernah ha ha ha. Tapi kalau sekarang sih fansnya alhamdulillah aman.

Sansan: Kalau waktu pacaran, zamannya Friendster, pernah dibully, isunya menyangkut SARA sih, serem sampai ada kata dibunuh segala. Waktu di Facebook juga pernah, ada yang add friend ke saya, tapi nggak saya accept, lalu dia bilang saya sombong, atlet saja mau accept kenapa saya yang baru jadi pacar atlet saja nggak accept. Padahal dulu saya kan masih polos di sosial media, baru pacaran sama Hendra kok ada yang  add friend? Bingung gitu lho ha ha ha.

Tapi sekarang setelah menikah, fansnya Hendra baik-baik semua.

Agnes: Dulu ada yang pernah bully karena saya menikah dengan Sinyo dan katanya prestasinya menurun. Awalnya saya sedih, tapi lama-lama biasa saja. Yang penting kitanya nggak ngapa-ngapain mereka, nggak ngerepotin mereka, nggak merugikan mereka. 

Olimpiade Rio de Janeiro 2016 adalah masa-masa sulit buat Hendra/Ahsan, apakah ini momen terberat untuk mereka selama ini?

Itine: Saya sebetulnya kurang paham apakah ini paling berat untuk Ahsan, tapi mungkin yang di Rio ini kan ada kesempatan karena belum pernah dapat medali. Kalau soal pertandingan memang jarang cerita detail, kalau kalah tetap bilang alhamdulillah, mungkin belum rezeki. Tapi saya juga nggak berani bahas kalau kalah, paling cuma bilang nggak apa-apa, Babah. Semangat lagi untuk pertandingan selanjutnya. Jadi saya kurang paham juga mana yang paling mengecewakan. 

Sansan: Memang itu pertama kalinya saya lihat dia down, hasilnya sangat di luar harapan. Hendra sempat tanya apa sampai di sini saja ya karier dia? Saya kaget, soalnya Hendra sama sekali nggak pernah ngomongin pensiun. Waktu itu saya bilang, koko gimana? Kalau sudah mau berhenti pun nggak apa-apa, apapun keputusan koko, aku tetap support. Lalu dia diam saja, besok-besoknya sudah biasa lagi, latihan lagi. 

Tapi waktu saya tanya lagi ke dia soal ini, katanya dia lupa dan tanya balik ke saya, apa dia benar-benar pernah ngomong begitu? Ha ha ha. 

Momen cedera Hendra di All England 2019 benar-benar berat ya untuk Sansan?

Sansan: Waduh ini saya sampai nangis di rumah. Waktu nonton di TV, saya takut kakinya patah atau bagaimana, saya takut kakinya makin parah. Tapi hasilnya juara, eh malah saya tambah nangis, ha ha ha. 

Ini salah satu momen yang paling memuaskan hati, karena bisa menang dengan drama dan tentunya perjuangan luar biasa. Ibaratnya menang dengan tiga kaki saja, karena kaki Hendra yang satunya lagi cedera.
Terakhir diubah:  29/03/21 - 16:39





Video Trending



Berita Terkait


1616254012756

End of content

No more pages to load



Kamu dapat 6


Apa Ini?