Cerita Hendrawan: Mulai dari Pengunduran Diri Tak Diterima Malaysia Hingga Serangan Netizen


  •    Kukuh Wahyudi
  •    03/04/21 - 11:20
  •    23.537

Hendrawan, pelatih tunggal putra Malaysia.
Hendrawan, pelatih tunggal putra Malaysia. (badmintonindonesia.org)

Legenda tunggal putra Indonesia yang kini menjadi pelatih Malaysia, Hendrawan, berkisah tentang situasi sulit yang dihadapinya pada tahun ini.

Ia mengatakan pada Januari 2021 menjadi momen berat dalam karier kepelatihannya di negeri jiran. Hal itu tak lepas dari performa anak didiknya yang jauh di bawah ekspektasi, Lee Zii Jia. Dalam performanya di Asian Leg, Lee Zii Jia, tak mampu mencapai target yang dipatok.

Di Yonex Thailand Open, ia terhenti di perempatfinal. Di Toyota Thailand Open, dirinya langsung terhenti di babak pertama. Sementara di World Tour Finals gugur di babak penyisihan grup.

Hal itulah yang membuat dirinya memilih mengajukan pengunduruan diri dari federasi bulutangkis Malaysia, BAM.

“Para pelatih juga ada momennya. Saya ingin menjadi pelatih saja dan tidak menginginkan posisi, jadi saya mengundurkan diri sebagai pelatih kepala tetapi direktur kepelatihan BAM Wong Choong Hann tidak menerimanya,” kata Hendrawan seperti dilansir dari The Star.

“Saya pun berada di bawah tekanan dari segala penjuru. Saya telah menjadi pelatih dengan Malaysia sejak Juli 2009. Saya telah melakukan yang terbaik dengan setiap kelompok pemain yang diberikan kepada saya."

“Setiap dua tahun, saya akan mendapatkan pemain yang berbeda. Saya pikir, pemain terlama yang pernah saya miliki di bawah saya adalah Chong Wei selama lima tahun."

“Tentu saja, ada ekspektasi. Saat pemain kami tidak bermain bagus, saya juga ditekan oleh penggemar di media sosial. Saya ditanya, 'Anda sudah 10 tahun di Malaysia, apa yang sudah Anda capai?," tutur Hendrawan.

Baca Juga :
halaman 2 dari 2
Di sisi lain, ketika anak didiknya di Malaysia bermain bagus, maka tekanan datang dari negerinya sendiri.

“Ketika pemain Malaysia bermain bagus, saya dibombardir oleh fans Indonesia. Mereka meminta saya untuk pulang dan mempertanyakan nasionalisme saya," ucapnya.

Tapi menurut Hendrawan, semua berubah ketika Lee Zii Jia meraih gelar All England 2021. Ia kini kembali bersemangat lagi untuk membantu Malaysia juara Piala Thomas dan mencapai target di Olimpiade Tokyo tahun ini.

“Ketika Zii Jia menang, saya menjadi emosional. Saya tidak menyadari bahwa saya telah memendam segalanya, frustrasi, tekanan, kegembiraan yang terpendam. Saya baru saja hancur. Saya tahu kemenangan itu sangat berarti bagi semua orang," ujarnya lagi.






Video Trending



Berita Terkait


1613636402021

End of content

No more pages to load



Kamu dapat 6


Apa Ini?