Peter Gade Beberkan Rahasia Regenerasi Tunggal Putra Denmark


  •    Widya Amelia
  •    05/04/21 - 17:20
  •    1.360

Peter Gade, mantan pemain tunggal putra Denmark (Yonex.com)
Peter Gade, mantan pemain tunggal putra Denmark (Yonex.com)

Peter Gade berbagi rahasia soal regenerasi tunggal putra Denmark. Sejak lama Denmark terkenal dengan pemain-pemain tunggal putra handal, mulai dari masanya Erland Kops, Morten Frost, Kenneth Jonassen, Peter Gade, Jan O Jorgensen, hingga era sekarang, Denmark punya Viktor Axelsen dan Anders Antonsen. 

Gade merupakan salah satu pemain yang berkomitmen untuk mengembangkan bulutangkis meski ia sudah gantung raket sejak 2012 lalu. Ia menjadi salah satu anggota Yonex Legends’ Vision bersama empat pemain legendaris tunggal putra, Taufik Hidayat, Lin Dan (China), Lee Chong Wei (Malaysia) dan Lee Yong Dae (Korea). 

Lalu apa yang menjadi kunci sukses Denmark yang tak henti menelurkan bintang-bintang bulutangkis, khususnya tunggal putra?

Baca Juga :


“Badminton di Denmark punya tradisi besar dan budaya tersendiri dan ini terus berkembang selama bertahun-tahun. Pelatih, pemain dan semua yang ada di lingkungan Badminton Denmark mengerti bahwa mereka harus berpikir jangka panjang,” kata Gade seperti dilansir Badminton Europe. 

“Mereka tak hanya berpikir tentang turnamen selanjutnya. Kalau mau jadi pemain yang sangat handal, kita harus bisa mengembangkan visi jangka panjang,” lanjut juara All England 1999 ini. 

Saat ini Denmark punya dua pemain di peringkat tiga besar dunia. Axelsen kini bertengger di peringkat dua, diikuti Antonsen di peringkat ketiga. Gade menyebutkan kedua tunggal putra ini sudah punya resep untuk sukses. Selain itu, Denmark juga punya Rasmus Gemke, yang kini duduk di rangking 12 dunia. 

“Saya juga melihat secepat apa pemain itu bisa belajar. Kalau kita lihat pemain bagus seperti Axelsen atau Antonsen, bagaimana cara mereka belajar hal baru, sangat mengesankan!” ujar Gade. 

“Mereka mungkin melakukan kesalahan, mereka pemain yang masih muda. Tapi mereka belajar dan tidak mengulangi kesalahan-kesalahan tersebut. Kalau kamu cepat belajar, tidak ada batasan sejauh mana kamu bisa sukses,” sambung Gade. 

Meski sudah tak lagi aktif jadi pemain, Gade tetap mengikuti perkembangan badminton. Menurutnya, Kento Momota (Jepang) adalah salah satu penguasa tunggal putra saat ini. 

“Kento Momota adalah orangnya. Dia bisa menjaga level permainannya, tapi saya yakin dia bisa lebih baik lagi. Saya harap Momota dan Axelsen bisa meningkatkan standard,” ungkap Gade. 

Ia menambahkan bahwa dalam beberapa tahun ke depan akan muncul kelompok legenda-legenda baru. Gade juga menyebut nama Antonsen, yang dinilainya bisa menyusul langkah Momota dan Axelsen. 






Video Trending



Berita Terkait


1620904682495

End of content

No more pages to load



Kamu dapat 6


Apa Ini?