Cerita Lee Zii Jia dan PV Sindhu Soal Postur Tubuh Tinggi


  •    Widya Amelia
  •    06/04/21 - 19:20
  •    551

Lee Zii Jia, pemain tunggal putra Malaysia (BWFBadminton.com/Badminton Photo)
Lee Zii Jia, pemain tunggal putra Malaysia (BWFBadminton.com/Badminton Photo)

Sejumlah atlet badminton berpostur tinggi mengungkapkan bahwa mereka punya tantangan tersendiri. Jika tak dapat mengatasinya, postur tubuh tinggi justru bisa jadi kelemahan bagi pemain tersebut. 

Juara tunggal putra All England 2021, Lee Zii Jia, mengatakan bahwa postur tubuhnya yang tinggi membuatnya lebih mudah untuk menyerang lawan dengan smash-smash tajam. Akan tetapi, pemain dengan tinggi badan 186 cm ini perlu latihan khusus untuk melatih bagian tubuh tertentu.

“Setiap gerakan tidaklah mudah, kami harus melatih berbagai core muscles dan tubuh bagian bawah harus dilatih supaya kuat sehingga kami bisa bergerak cepat di lapangan,” ujar Zii Jia, dilansir situs Olympic Channel. 

Zii Jia harus bisa mengatur berbagai strategi untuk memanfaatkan posturnya yang tinggi, sekaligus mesti bisa mengatasi berbagai kekurangan yang dimiliki pemain berpostur tinggi. Beberapa diantaranya adalah kurangnya fleksibilitas dan kalah cepat dari mereka yang berpostur tubuh lebih rendah.

Selain menjalani latihan khusus, Zii Jia mengaku sering menonton pertandingan Viktor Axelsen, pemain asal Denmark yang juga berpostur tinggi yaitu 194 cm.

“Saya sering menonton video pertandingan Axelsen dan belajar bagaimana dia memanfaatkan postur tubuh tingginya di lapangan. Salah satunya adalah, dia unggul dalam serangan dan smash smash tajam,” ujar pemain asal Malaysia ini.

“Karena saya tinggi, serangan adalah senjata terbaik yang saya punya,” sebut Zii Jia.

Baca Juga :
halaman 2 dari 3
Lain lagi dengan pemain tunggal putri PV Sindhu yang memiliki tinggi badan 179 cm. Pebulutangkis tunggal putri asal India ini mengatakan bahwa ia kadang harus kerja keras karena postur tubuhnya yang tinggi.
 
“Lawan sudah tahu kalau ketemu saya, mereka tidak kasih kesempatan saya untuk menyerang. Karena pasti akan langsung saya selesaikan saja dengan serangan saya, jadi lawan banyak bermain stroke ke arah bawah,” ujar Sindhu dalam wawancara di kanal Youtube iDream Sports.

“Jadi tinggi itu nggak selalu jadi sebuah kelebihan dalam badminton, ada juga kekurangannya. Kalau harus menekuk lutut pun harus menunduk sekali,” lanjut peraih medali perak Olimpiade Rio de Janeiro 2016 ini. 

Baca Juga :


Dari sektor ganda, pemain ganda campuran Gloria Emanuelle Widjaja yang punya tinggi badan 182 cm, juga mengaku punya kesulitan saat mesti bergerak lebih cepat dan fleksibel di depan net. Ditambah lagi ritme permainan ganda lebih cepat dari tunggal. 

Sementara itu, selain punya serangan yang berbahaya, pemain berpostur tinggi biasanya lebih hemat stamina. Pemain bertubuh tinggi punya jangkauan yang lebih panjang, berbeda dengan mereka yang tidak terlalu tinggi yang perlu beberapa langkah lebih banyak dalam menjangkau bola. 

Selain Zii Jia, Sindhu, Axelsen dan Gloria, beberapa atlet badminton dengan postur tinggi diantaranya adalah Mads Pieler Kolding - Denmark (205 cm), Vladimir Ivanov - Rusia (197 cm), Chen Long - China (187 cm), Ivan Sozonov - Rusia (184 cm) dan Hendra Setiawan (183 cm). halaman 3 dari 3





Video Trending



Berita Terkait


1613391001998

End of content

No more pages to load



Kamu dapat 6


Apa Ini?