Dua Pelaku Siaran Langsung Ilegal Kembali Diancam Pidana


  •    Rizqi Ariandi
  •    06/04/21 - 23:31
  •    660

ilustrasi larangan streaming ilegal
ilustrasi larangan streaming ilegal. (sumber foto:istimewa)

Dua pengelola TV kabel lokal di Riau dan Balikpapan resmi ditetapkan sebagai tersangka pelanggaran hak cipta atas tayangan MOLA Content & Channels.

Di Riau, seorang pengelola TV kabel lokal di berinisial HE terbukti melakukan penayangan program secara ilegal dan tanpa izin atau kerja sama dengan MOLA TV selau pemegang hak siar tayangan.

Selain di Riau, pelanggaran serupa juga terjadi di Balikpapan, Kalimantan Timur yang menyeret seorang berinisial BKV yang merupakan pengelola TV kabel lokal.

Kasus itu kini sedang ditangani oleh penyidik dari Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Dan Khusus (Ditipideksus) Bareskrim Mabes Polri.

Baca Juga :
halaman 2 dari 3
Atas perbuatannya tersebut, para tersangka terancam pidana maksimal hingga 10 tahun penjara dan denda hingga Rp4 miliar.

Hal Itu sesuai dengan ketentuan Pasal 118 jo. (juncto) Pasal 25 Undang-Undang No. 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta. 

Uba Rialin, selaku Tim kuasa hukum MOLA TV menerangkan, upaya hukum terpaksa diambil karena pihaknya telah beritikad baik dengan mengumumkan perihal hak atas tayangan MOLA Content & Channels tersebut di surat kabar nasional dan melakukan sosialisasi serta pendekatan persuasif kepada khalayak umum secara intensif.

Mereka bahkan telah melakukannya ke beberapa kota termasuk Jakarta, Bandung, Surabaya, Semarang, Yogyakarta, Denpasar, Medan, Batam, Makassar dan Balikpapan.

Baca Juga :


Telah dilakukan pula peringatan tertulis kepada pihak-pihak yang diduga melakukan pelanggaran, namun upaya-upaya sebagaimana disebutkan di atas tetap tidak diindahkan.

"Langkah ini sebagai bukti kalau kita harus berjuang dengan tindakan nyata khususnya terkait kasus pelanggaran Hak Cipta atas tayangan yang dimiliki secara sah ini. Kami sangat menyayangkan kejadian ini karena kami sudah berusaha bersikap persuasif, dimana sebelum memulai proses hukum atas kasus dugaan pelanggaran tertentu kami selalu melakukan pendekatan secara persuasif," kata Uba Rialin.

"Bahkan kami selalu membuka pintu untuk dialog dan kerjasama, namun apa daya usaha tersebut tidak diindahkan dan pelanggaran tetap terjadi, sehingga kami tidak memiliki pilihan lain selain melakukan proses hukum atas dugaan pelanggaran tersebut," tuturnya menambahkan.

Ditegaskan oleh Uba Rialin, dalam seluruh tayangan MOLA Content & Channels melekat pula hak-hak ekonomi MOLA TV yang tidak dapat dipergunakan tanpa kerjasama, izin ataupun persetujuan tertulis dari MOLA TV.

Karena itu, segala bentuk penayangan, publikasi atau kegiatan apapun terkait tayangan MOLA Content & Channels di wilayah Negara Republik Indonesia melalui media apa pun yang dilakukan tanpa izin atau perjanjian tertulis dengan MOLA TV dengan tujuan komersil merupakan pelanggaran hukum.
halaman 3 dari 3
Terakhir diubah:  07/04/21 - 09:55





Video Trending



Berita Terkait


1602605998093

End of content

No more pages to load



Kamu dapat 6


Apa Ini?