Soal Kegagalan di All England, Kento Momota Dinilai Punya Beban Berat di Pundaknya


  •    Widya Amelia
  •    07/04/21 - 17:38
  •    2.075

Kento Momota pemain tunggal putra Jepang (BWFBadminton.com/Badminton Photo)
Kento Momota pemain tunggal putra Jepang (BWFBadminton.com/Badminton Photo)

Setelah 14 bulan absen dari kancah badminton internasional, Kento Momota comeback di All England 2021. Namun ia harus tersingkir di babak perempat final dari Lee Zii Jia (Malaysia), dalam dua game langsung, 16-21, 19-21. 

Dua komentator sekaligus mantan pemain, Morten Frost dan Gillian Clark memberikan pandangan mereka soal kegagalan Momota di turnamen badminton paling tua tersebut. Gill menyambut baik kembalinya Momota usai berbagai peristiwa yang disebutnya sangat traumatis, diantaranya kecelakaan mobil yang membuatnya harus menjalani operasi mata. Setelah itu Momota juga terjangkit Covid-19 yang membuatnya gagal bertanding di leg Asia pada awal Januari lalu. 

“Di mata saya, Momota bukan cuma seorang bintang, tapi juga duta badminton, bukan cuma karena dia pemain terbaik dunia dan menempati rangking satu, tapi bagaimana dia membawa dirinya. Kita tidak bisa berharap dia langsung kembali ke penampilannya sebelum absen, ini tidak realistis,” kata Gill dalam wawancara di BWF TV. 

Gill menyoroti persiapan Momota yang diberitakan menjalani latihan keras selama absen.
 
“Dari yang saya baca, dia menjalani latihan yang berat selama absen tanding. Tapi ada perbedaan antara fit secara fisik dan fit bertanding. Contohnya yang terjadi di All England, dua hal tadi sangat berbeda,” lanjutnya. 

Banyaknya ekspektasi berbagai pihak juga dinilai Gill menjadi beban di pundak Momota. Sebagai pemain nomor satu dunia, Momota tentu diharapkan menggebrak di comeback-nya di All England kali ini. Apalagi ia menjadi harapan terbesar Jepang untuk merebut medali emas tunggal putra di Olimpiade Tokyo 2020.

“Dia juga dinominasikan untuk Laureus Award yang prestisius untuk kategori best comeback. Dengan segala ekspektasi ini, jadi beban di pundak Momota, dan ini terlihat dalam kekalahannya atas Zii Jia,” tutur Gill. 

Di samping penampilan Zii Jia yang memang cemerlang di laga melawan Momota, Gill melihat banyak senjata-senjata andalan Momota yang tak dapat dimanfaatkan dengan baik oleh Momota, salah satunya adalah netting yang bergulir tipis. Gill sendiri tak dapat memastikan apakah ini dikarenakan Momota tegang atau ia sudah lama tidak bertanding. 

“Momota terlihat seperti insecure di beberapa bagian, seperti pertahanannya yang kurang solid dan akurasi bola yang tidak seperti biasanya. Tapi semua butuh waktu, dia akan kembali. Saya tidak meragukan itu,” papar Morten. 

Dalam wawancara usai pertandingan pun Momota mengakui kalau ia merasakan ketegangan selama bertanding di All England 2021. 

“Saya merasa kesulitan karena saya tidak punya kesempatan untuk berpikir dalam pertandingan. Saya merasa ada tekanan di sepanjang turnamen ini,” kata Juara Dunia 2019 ini. 

Morten mengacungi jempol kepada Momota yang disebutnya jujur dengan apa yang ia rasakan selama pertandingan. 

“Saya mengagumi dia dalam hal ini. Dia tidak memendam hal ini dan ini bagus. Saya pun merasa Zii Jia bisa memanfaatkan situasi ini dan bermain baik dan solid,” kata Morten yang merupakan mantan kepala pelatih tim nasional Malaysia.

“Seorang pemain tidak bisa dibilang pemain jelek dalam satu malam, dia baru comeback di satu turnamen setelah 14 bulan absen. Saya rasa setelah satu turnamen ini, kita akan lihat, saya sangat berharap kita akan menyaksikan kebangkitan Kento Momota yang kita tahu dan kita cintai,” pungkas Gill. 

Akan tetapi baik Gill maupun Morten sama-sama setuju bahwa Zii Jia pun tampil mengesankan dalam laga melawan Momota. Morten menyebut bahwa Zii Jia bisa memanfaatkan kondisi Momota yang belum seratus persen. Sebagai pemain underdog, tentu lebih mudah bagi Zii Jia karena Momota jauh lebih dijagokan.
 
Sementara Gill menilai Zii Jia bisa menerapkan permainan yang tepat melawan Momota. Ia pun salut Zii Jia bisa berkonsentrasi penuh dalam laga sulit ini. 








Video Trending



Berita Terkait


1616768401940

End of content

No more pages to load



Kamu dapat 6


Apa Ini?