6 Klub Badminton Legendaris di Indonesia


  •    Kukuh Wahyudi
  •    14/04/21 - 17:20
  •    2.474

GOR PB Djarum.
GOR PB Djarum. (pbdjarum.org)

Di ranah sepak bola, Persija, PSM, Persib, dan Persebaya bisa disebut tim legendaris di Indonesia. Lantas, di dunia bulutangkis klub apa saja yang layak disebut sebagai tim legendaris.

Bolalob memilih enam klub. Sama halnya klub sepak bola dalam negeri itu, umur sebuah klub, prestasi, dan kontribusi untuk timnas menjadi indikatornya mengapa sebuah tim masuk kategori legendaris. 

Berikut enam klub pilihan Bolalob:

1. PB Djarum Kudus
PB Djarum terbentuk dari kecintaan CEO PT Djarum, Budi Hartono, kepada bulutangkis. Selain itu, ditunjang dengan tingginya minat karyawannya terhadap bulutangkis pada tahun 1960-an.

Pada 1969, salah satu titik tempat karyawan melinting rokok bahkan mulai dialih fungsikan sebagai lapangan dadakan untuk bermain bulutangkis. Hingga akhirnya sang pemimpin perusahaan serius membentuk sebuah pusat pembinaan atlet bulutangkis yang dinamakan PB Djarum. Pada 1974 PB Djarum diresmikan dan diketuai oleh Setyo Margono.

Berbagai gelar suskes didapat pemain-pemain dari PB Djarum. Mulai dari emas Olimpiade, Asian Games, SEA Games, Kejuaraan Dunia, hingga ajang-ajang Super Series lainnya.

Beberapa nama alumni jebolan PB Djarum yang meraih prestasi gemilang adalah Liem Swie King, Alan Budi Kusuma, Tontowi Ahmad, hingga era terkini, Kevin Sanjaya Sukamuljo.

Baca Juga :
halaman 2 dari 4
2. PB Jaya Raya Jakarta
PB Jaya Raya terbentuk pada 1975 yang diinisiasi oleh Gubernur DKI Jakarta kala itu, Ali Sadikin. Kemudian kini ditindaklanjuti oleh pengusaha properti Ir. Ciputra.

Sebelum kini bermarkas di komplek sekolah atlet Ragunan, Jaya Raya menggunakan GPOR Kuningan lebih dulu. Sementara itu, Retno Kustiyah, Rudy Hartono, Minarni, dan Imelda Wiguna merupakan sosok pelatih yang turut mengawal Jaya Raya sejak 1970-an.

Di level internasional, pemain-pemain Jaya Raya sudah banyak meraih prestasi. Mulai emas Olimpiade, Kejuaraan Dunia, All England, Asian Games, hingga SEA Games.

Jebolan Jaya Raya yang melagenda adalah Susy Susanti, Mia Audina, Candra Wijaya, Tonny Gunawan, Hendra Setiawan, Markis Kido, hingga generasi baru seperti Greysia Polii dan Marcus Gideon.

3. PB Tangkas Jakarta
Usia PB Tangkas lebih tua satu bulan dibandingkan PBSI. PB Tangkas lahir pada 21 Februari 1951 dan PBSI didirikan pada 5 Februari 1951.

Tangkas didirikan RD Saputra, Soewarjo, Said, Kosasih, dan beberapa nama lainnya. Tapi, setelah berdiri selama 10 tahun, kesehatan RD Saputra merosot sehingga ia sempat ingin membubarkan klub. Pengelolaan klub akhirnya berpindah ke tangan Justian Suhandinata dan keluarganya. 

Tangkas pun terus maju hingga sata ini dan melairkan pebulutangkis hebat di setiap zaman. Jebolan-jebolan tangkas sukses meraih gelar emas Olimpiade, Kejuaraan Dunia, dan berbagai gelar bergengsi lainnya.

Nama-nama alumni Tangkas yang kini terus diingat seperti Lius Pongoh, Icuk Sugiarto, Richard Mainaky, Rexy Mainaky, Ricky Subagdja, Hendrawan dll. Sementara generasi mudanya ada Jonathan Christie. halaman 3 dari 4
4. PB Sangkuriang Graha Sarana (SGS) Bandung
SGS merupakan sebuah klub bulutangksis yang lahir pada 1987. Tapi pada 2004, nama perusahaan listrik negara, PLN, terus berada di belakang nama SGS dengan status sponsor klub.

SGS pun tak kalah dengan prestasi klub-klub lainnya. Alumni mereka ada yang sukses meraih emas Olimpiade dan berbagai kejuaraan elite internasional, baik multievent dan single event.

Beberapa nama beken yang dihasilkan SGS adalah Taufik Hidayat, Anthony Ginting, Fajar Alfian, dan masih banyak lagi yang berhasil menembus pelatnas.

5. PB Suryanaga Surabaya
PB Suryanaga merupakan salah satu klub tertua di Indonesia, Mereka sudah berdiri sejak 1949. Eksistensi Suryanaga tak bisa dilepaskan dari kehebatan Zulkarnaen Kurniawan (Nio Siek In) yang merupakan bapak dari Rudy Hartono. Ia meruapan pembina PB Suryanaga.

Rudy Hartono, Sony Dwi Kuncoro, dan Alvent Yulianto merupakan nama-nama berprestasi yang lahir dari Suryanaga. Medali Olimpiade hingga ajang perorangan lainnya berhasil mereka raih.

6. PB Mutiara Cardinal Bandung
PB Mutiars Cardinal lahir pada 7 Juli 1967. Perlahan tapi pasti, eksistensi mereka di dunia bulutangkis Tanah Air mulai terasa. Mereka rutin mengirimkan wakil-wakilnya ke pelatnas.

Nama terkini yang menjadi andalan pelatnas adalah Gregoria Mariska Tunjung. Ia kini menjadi tunggal putri dengan ranking dunai terbaik di Indonesia (22). halaman 4 dari 4
Terakhir diubah:  14/04/21 - 20:44





Video Trending



Berita Terkait


1617718750947

End of content

No more pages to load



Kamu dapat 6


Apa Ini?