Herry IP: Mau Nilai Kontrak Miliaran? Prestasi Harus Bagus


  •    Widya Amelia
  •    15/04/21 - 17:20
  •    16.830

Herry Iman Pierngadi (Badmintonindonesia.org/Widya Amelia)
Herry Iman Pierngadi (Badmintonindonesia.org/Widya Amelia)

Kepala Pelatih Ganda Putra PBSI, Herry Iman Pierngadi, mengatakan bahwa nilai kontrak sponsor menjadi salah satu hal yang memotivasi atlet. Dituturkan Herry, setiap pemain punya kesepakatan dengan sponsor masing-masing mengenai capaian yang harus diraih si atlet. 

Soal nilai kontrak ini juga disampaikan Herry kepada para anak didiknya jika motivasi mereka mulai menurun. Dalam masa pandemi Covid-19, banyak turnamen yang dibatalkan, meski sekarang turnamen sudah mulai berjalan, tapi situasi belum bisa kembali seperti semula. 

Baca Juga :


Dua ganda putra terbaik Indonesia saat ini, Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon dan Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan, mereka tengah membidik target terbesar dalam waktu dekat yaitu Olimpiade Tokyo 2020.  halaman 2 dari 3
Lalu bagaimana dengan ganda putra yang lain?

“Mereka ada ikatan kontrak, kalau Fajar (Alfian)/Rian (Ardianto) kan sama Yonex, ada target, kalau rangking segini, tetep nilainya segini, tapi kalau turun, bisa dipotong segini,” ujar Herry dalam Youtube Badminton TV.

“Ini bisa menjaga motivasi mereka, jaga kondisi siap main, salah satu kontrol buat para pemain, masing-masing sudah punya kontrak individu yang ditentukan sama sponsor. Kalau malas-malasan, prestasi turun, nilai kontrak juga turun,” lanjut pelatih yang dijuluki Naga Api ini. 

Baca Juga :


Herry mengatakan ia sebagai pelatih juga tentunya sering memotivasi atlet-atletnya baik dalam latihan maupun di luar sesi latihan seperti saat makan bersama di ruang makan. 

“Saya sering ngobrol, kasih motivasi dengan cara saya. Kalau yang muda-muda jauh lebih mudah, mereka masih berjuang, memotivasinya gampang. Kalau mau kontraknya M M-an (miliaran) ya prestasinya harus bagus, ini salah satu cara untuk jaga motivasi untuk latihan dan bertanding,” sebut Herry.
 
Para pemain pelatnas mulai merasakan sistem kontrak individu sejak tahun 2013 di bawah kepemimpinan Gita Wirjawan. Lewat sistem kontrak individu, atlet berkomunikasi langsung dengan sponsor mengenai target dan ketentuan-ketentuan dalam nilai kontrak mereka, tanpa melalui PBSI sebagai perantara. halaman 3 dari 3








Video Trending



Berita Terkait


1614159601906

End of content

No more pages to load



Kamu dapat 6


Apa Ini?