Inilah Kronologi Pemain Arsenal Berlutut di Depan Pemain Slavia Praha


  •    Kukuh Wahyudi
  •    16/04/21 - 21:10
  •    11.345

Pasukan Arsenal berlutut sebagai simbol perang dengan rasismen.
Pasukan Arsenal berlutut sebagai simbol perang dengan rasismen. (Sky Sports)

Ada pemandangn berbeda sebelum leg 2 perempat final Liga Europa antara Slavia Praha vs Arsenal di Eden Arena, Jumat (16/4/2021) dini hari waktu Indonesia.

Di laga yang berkesudahan 4-0 itu, pasukan Arsenal memilih untuk berlutut di depan pasukan tuan rumah yang berdiri membentuk barisan.

Manajer Arsenal, Mikel Arteta, mengatakan para pemainnya punya alasan yang tepat untuk beraksi seperti itu jelang pertandingan Liga Europa.

Alexandre Lacazette yang menjadi kapten Arsenal partai itu memimpin aksi tersebut. 

Baca Juga :


"Para kapten datang kepada saya dan meminta saya untuk melakukan itu dan saya hanya mendukung mereka seperti yang dilakukan klub,” kata Arteta seperti dikutip dari Sky Sport.

"Mereka meminta saya dan klub bahwa mereka ingin mengambil inisiatif itu.”

"Mereka punya alasan yang tepat untuk itu, jadi klub sangat mendukung. Saya mendukung dan untungnya wasit, dan UEFA, mereka mendukung. Jadi saya pikir itu adalah sikap yang baik.”

"Kami memutuskan untuk mengambil pendekatan itu, yang saya sangat suka dari para pemain, dan saya harus mengatakan bahwa UEFA juga sangat mendukung,” tutur Arteta lagi.

Sementara itu, aksi berlutut Arsenal itu merujuk pada peristiwa pada babak 16 besar Liga Europa yang mempertemukan Rangers vs Slavia Praha. Di laga tersebut, pemain Slavia, Ondrej Kudela, menunjukkan sikap rasisme dengan mengucapkan kalimat “monyet sialan” kepada pemain Rangers, Glen Kamara.

halaman 2 dari 2








Video Trending



Berita Terkait


1620621002677

End of content

No more pages to load



Kamu dapat 6


Apa Ini?