Kenang Momen Olimpiade, Tontowi/Liliyana Cerita Soal Teriak-teriak Seperti Orang Stress


  •    Widya Amelia
  •    19/04/21 - 17:04
  •    692

Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir saat memenangkan medali emas Olimpiade Rio de Janeiro 2016 (Olympic.BWFBadminton.com)
Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir saat memenangkan medali emas Olimpiade Rio de Janeiro 2016 (Olympic.BWFBadminton.com)


Hampir semua pemain yang berlaga di olimpiade tak lepas dari ketegangan yang luar biasa. Maklum saja, tiap pemain melakukan persiapan dan perjuangan panjang untuk tampil di pesta olahraga dunia tersebut.

Hal ini juga dialami oleh mantan pasangan ganda campuran, Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir, ketika mereka berlaga di Olimpiade Rio de Janeiro 2016. Keduanya bernostalgia saling menceritakan momen menegangkan saat mau tanding di laga final melawan Chan Peng Soon/Goh Liu Ying dari Malaysia. 

Tontowi/Liliyana meraih emas Olimpiade Rio de Janeiro 2016 setelah mengalahkan Chan/Goh dalam permainan straight game, 21-14, 21-12.

“Di olimpiade itu kayak orang stress, sebelum tanding ke balkon terus teriak, pengin ngelepasin stress,” kata Liliyana dalam Youtube PB Djarum.

“Sama, saya waktu mau final, mau berangkat (ke stadion), saya teriak-teriak,” sambung Tontowi yang akrab disapa Owi. 

Baca Juga :


Liliyana lalu mengatakan bahwa awalnya ia merasa Tontowi tidak setegang dirinya. Karena selama perjalanan menuju stadion Riocentro Pavilion 4 yang menjadi venue badminton, Tontowi dinilai cukup tenang oleh Liliyana.

“Tiap jalan kita toss terus, gue pikir, wah Owi tenang nih. Eh, mau masuk lapangan lo bilang, Cik, gue tegang, padahal lo tau nggak? Gue juga tegang banget itu, ha ha ha, sampai di lapangan itu di game kedua lutut udah gemeteran,” kata Liliyana alias Butet. 

“Cik Butet saya ingetin waktu lawan Goh Liu Ying, Cik Butet jaga depannya saja, tapi Cik Butet tegang sendiri,” kenang Tontowi.

Liliyana lalu mengatakan bahwa sebelum pertandingan ia merasa tenang, tapi ia begitu tegang saat masuk ke lapangan. Hal sebaliknya terjadi pada Tontowi yang justru merasa tegang sebelum pertandingan, tetapi ia lebih rileks saat sudah berada di lapangan.

“Waktu di lapangan itu, saya udah nggak tegang, Cik Butet yang tegang. Jadi ya memang sudah seperti itulah jalannya,” ucap Tontowi. 

“Yang penting ending-nya menang lah ya, mau ceritanya gimana, yang penting menang medali emas,” sambut Liliyana. 

Baik Tontowi dan Liliyana sama-sama saling mengakui bahwa usai pensiun mereka masih rindu bertanding. Namun mereka menyadari bahwa memang sudah saatnya mereka gantung raket dan memberi kesempatan kepada pemain-pemain muda untuk meneruskan tongkat estafet di ganda campuran.








Video Trending



Berita Terkait


1548226880877

End of content

No more pages to load



Kamu dapat 6


Apa Ini?