Bukan Gelar Juara, Ini Yang Lebih Penting Untuk Atlet Pemula


  •    Nafielah Mahmudah
  •    21/04/21 - 11:11
  •    988

Fung Permadi mengajarkan cara memegang raket yang benar kepada atlet pemula (PBDjarum.org)
Fung Permadi mengajarkan cara memegang raket yang benar kepada atlet pemula (PBDjarum.org)

Terdapat perbedaan fokus yang perlu ditanam antara atlet badminton pemula dan atlet profesional kelas dewasa. Jika pada usia dewasa para atlet fokus untuk mengejar gelar juara, sebaliknya bagi pemain pemula hal tersebut rupanya belum terlalu penting.

Kepala Pelatih PB Djarum, Fung Permadi mengatakan pemain pemula sebaiknya lebih difokuskan dalam pembinaan dasar. Tak perlu muluk-muluk langsung ingin juara, namun proses internal seperti pendalaman teknik dan motivasi untuk mau terus belajar, itulah yang lebih penting.

“Kalau saya lihat sekarang, kelihatannya semuda mungkin harus bisa terus juara. Dari kelompok umur terkecil sudah harus juara. Padahal jika kita selalu tuntut mereka untuk selalu meraih prestasi maksimal itu tentunya akan mengabaikan beberapa hal mendasar dalam pembinaan dasar. Membuat anak selalu menggunakan short cut,” kata Fung saat diwawancara Bolalob.

“Misalnya dia lagi belajar teknik satu pukulan, tapi karena sedang akan menghadapi pertandingan, jadi diabaikan dulu yang penting dia bisa main dulu. Hal ini nanti jadinya terlupakan. Setelah naik level itu terlupakan,” lanjut Fung.

Hal-hal kecil tersebut dikatakan Fung bisa menjadi titik lemah dan menjadi incaran lawan pada persaingan tingkat dunia. “Kalau itu hubungannya dengan cara berpikir, dan soal keberanian, itu nanti akan sangat berpengaruh untuk atlet tersebut,” kata Fung.

Dalam proses ini, peran orangtua dan pelatih sangat penting bagi para atlet. Mereka diharapkan bisa menjelaskan kepada atlet muda soal proses pembelajaran yang tengah dijalani. Tak perlu berkecil hati jika belum juara, sementara rekan seusianya sudah sering naik podium utama.

“Jadi mungkin kalau atlet muda itu ikut pertandingan hasilnya mungkin tidak seperti yang diharapkan bahwa akan selalu juara. Kalau temannya bisa juara ya nggak apa-apa. Karena masih ada kesempatan di saat yang akan datang. Kalau kemampuan sudah meningkat, di masa yang akan datang mereka akan bisa lebih bersaing. Cara berpikir seperti ini yang harus kita hembuskan ke anak-anak itu. Karena kalau sudah ingin juara terus dari U-13, U-15, U-17, U-19 juara terus nanti dewasanya sudah bosan juara,” jelas Fung.

Ditambahkan Fung, ada dua faktor yang mengisi seorang individu, yaitu faktor lahir dan batin. Selama proses latihan para atlet cenderung fokus pada teknik dan fisik. Sementara faktor batinnya masih kurang menjadi perhatian.

“Bagaimana cara berpikirnya, konsep berpikirnya, bagaimana untuk bersaing secara sehat, keberaniannya, kemauan harus ditingkatkan terus untuk bersaing di tingkat dunia. Misalnya mereka main dari usia 10 tahun sampai usia 20 tahun, untuk menjaga selalu semangat setiap hari kan sulit,” ujar Fung.





Video Trending



Berita Terkait


1619660272792

End of content

No more pages to load



Kamu dapat 6


Apa Ini?