Bos PSM Janji Selesaikan Masalah Tunggakan Gaji Sebelum Liga 1 2021 Dimulai


  •    I Ngurah Made Wirya Darma
  •    25/04/21 - 03:30
  •    657

Munafri Arifuddin, CEO PSM
Munafri Arifuddin, CEO PSM (instagram/@psm_makassar)

Manajemen PSM Makassar menegaskan tidak akan tinggal diam dengan adanya ancaman sanksi dari FIFA dan Badan sengketa sepakbola Nasional (NDCR) terkait tunggakan gaji pemain. 

Sanksi yang dimaksud adalah larangan mendaftarkan pemain baru dalam tiga periode di Liga Indonesia. FIFA dan NDCR pun memberikan batas waktu 45 hari untuk diselesaikan.

Terkait dengan hal tersebut, CEO PSM, Munafri Arifuddin, menegaskan pihaknya sudah bergerak. Ia juga menyebut bila penyelesaian masalah ini akan dilakukan sebelum jatuh tempo, atau sebelum memasuki kickoff Liga 1 Indonesia 2021.

"Kan ini ada perintahnya dari NDCR untuk menyelesaikan itu, kalau memang sifatnya memerintahkan untuk menyelesaikan dan ini menjadi kewajiban kita tentu ini harus kita bereskan dulu baru kita bicara liga," kata Munafri dilansir dari Tribun Timur. 

Baca Juga :


Sekedar diketahui pelaksanaan Liga 1 2021 direncanakan bakal bergulir, 3 Juli mendatang, dimana hal tersebut disampaikan langsung oleh Ketua umum PSSI, Mochamad Iriawan, beberapa waktu lalu.
halaman 2 dari 3
Itu juga yang membuat manajemen PSM berjanji menyelesaikan segala permasalahannya sebelum memasuki Liga 1 2021.

"Kami dari pihak manajemen kan tidak mungkin tinggal diam dengan persoalan ini, kita akan merespon ini dengan baik dan akan menyelesaikannya dalam waktu yang cepat, agar persiapan liga tidak terganggu dengan persoalan-persoalan seperti ini lagi," tegasnya.

Baca Juga :


Munafri juga mengakui bila permasalahan ini benar-benar mengganggu psikologi para penggawa Juku Eja. 

"Ini kan terus terang mengganggu secara psikologi, nah makanya akan segera kita selesaikan agar kita masuk di liga tanpa beban, sehingga kita bisa menargetkan hal-hal yang ingin kita capai yang akan datang," tutupnya.
halaman 3 dari 3








Video Trending



Berita Terkait


1622203802575

End of content

No more pages to load



Kamu dapat 6


Apa Ini?