Polri Tetapkan 6 Orang sebagai Tersangka Pelanggaran Hak Cipta


  •    Rizqi Ariandi
  •    27/04/21 - 06:10
  •    862

ilustrasi larangan streaming ilegal
ilustrasi larangan streaming ilegal. (sumber foto:istimewa)

Bareskrim Mabes Polri melalui Subdit Indag Ditipideksus menetapkan enam orang sebagai tersangka pelanggaran hak cipta. Keenam tersamgka tersebut di antaranya HG, RH, P, EET, Y dan J.

Keenamnya terbukti menjual Set Top Box (STB)/Andorid Box yang menayangkan MOLA Content & Channels secara ilegal.

Para tersangka menjajakan barang dagangannya itu lewat platform e-commerce dengan menggunakan beberapa akun serta menjualnya juga secara langsung di toko yang terletak di kawasan Mangga Dua, Jakarta.

Atas perbuatannya tersebut, para tersangka kini diancam dengan ancaman pidana maksimal hingga 10 tahun penjara dan denda hingga Rp4 miliar.

Itu sesuai dengan ketentuan Pasal 113 ayat (4) jo. Pasal 9 ayat (1) Undang-Undang No. 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta.

"Saat ini Penyidik koordinasikan Petunjuk (P-19) dari pihak Kejaksaan Agung RI atas berkas perkara tersebut," kata Kasubdit Indag Ditipideksus Bareskrim Mabes Polri, Kombes Pol Samsu Arifin.

Baca Juga :


Selain kepada enam orang di atas, upaya penegakan hukum juga terus dilakukan kepada para distributor dan penjual eceran STB/Android Box dengan konten ilegal di berbagai kota di Indonesia.

Kuasa hukum MOLA TV, Uba Rialin mengatakan langkah ini terpaksa diambil setelah pihaknya coba beritikad baik dengan melakukan sosialisasi persuasif.

Mereka mengumumkan hak atas tayangan MOLA Content & Channels tersebut di surat kabar nasional dan melakukan sosialisasi serta pendekatan persuasif kepada khalayak umum secara intensif ke beberapa kota termasuk Jakarta, Bandung, Surabaya, Semarang, Yogyakarta, Denpasar, Medan, Batam, Makassar dan Balikpapan.

Tim hukum MOLA TV juga kerap memberikan peringatan tertulis kepada pihak-pihak yang diduga melakukan pelanggaran, namun upaya-upaya tersebut tetap tidak diindahkan.

"Langkah ini sebagai bukti kalau kita harus berjuang dengan tindakan nyata khususnya terkait kasus pelanggaran hak cipta dan/atau hak terkait atas tayangan MOLA Content & Channels yang dimiliki secara sah ini," kata Uba Rialin 

"Kami sangat menyayangkan kejadian ini karena kami sudah berusaha bersikap persuasif, dimana sebelum memulai proses hukum atas kasus dugaan pelanggaran tertentu kami selalu melakukan pendekatan secara persuasif dan bahkan kami selalu membuka pintu untuk dialog dan kerjasama, namun apa daya usaha tersebut tidak diindahkan dan pelanggaran tetap terjadi, sehingga kami tidak memiliki pilihan lain selain melakukan proses hukum atas dugaan pelanggaran tersebut," imbuhnya.
halaman 2 dari 2








Video Trending



Berita Terkait


1607072403054

End of content

No more pages to load



Kamu dapat 6


Apa Ini?