Melihat Kekuatan Lima Klub Liga 2 Yang Punya Pemilik Baru


  •    Robert
  •    09/05/21 - 08:00
  •    28.763

Ilusutrasi Lima Klub Liga 2 Yang Punya Pemilik Baru (Bolalob)
Ilusutrasi Lima Klub Liga 2 Yang Punya Pemilik Baru (Bolalob)

Liga 2 musim 2021 dipastikan makin semarak dan seru seiring dengan banyaknya klub yang memiliki pemilik baru.

Klub-klub yang punya tradisi dan sejarah panjang seperti Semen Padang, PSMS Medan dan Sriwijaya FC patut waspada dengan ‘wajah-wajah baru’ pada musim ini.

Ambisi tiap pemilik baru dapat dilihat dari perekrutan pemain dan juga pelatih yang ditunjuk.

Hanya ada dua tiket yang akan diperebutkan oleh 24 tim pada musim ini. Kira-kira siapa yang layak? Berikut kami uraikan kans lima klub yang memiliki pemilik baru musim ini.

1. Dewa United



Berlatih di Tangerang Selatan dan berafiliasi dengan tim basket dan juga e-sports, Dewa United menunjuk Kas Hartadi sebagai arsitek tim musim ini.

Rendra Soedjono dan Kevin Hardiman menjadi dua sosok penting dalam mengakusisi saham klub Liga 2 yaitu Martapura FC dan mengubah serta memindahkan klub itu menjadi Dewa United FC.

Nama-nama seperti Shahar Ginanjar, Jajang Sukmara, Bayu Nugroho, Ralfi Muslim hingga Herman Dzumafo sukses merapat ke Dewa United.

"Kami tidak munafik, dengan target lolos ke Liga 1 Indonesia, kami tidak boleh mengesampingkan pemain senior. Kami harus punya pemain senior. Tidak bisa pemain muda semua," ujarnya baru-baru ini di Pamulang, Tangerang Selatan.


"Cepat atau lambat syarat-syarat mendapatkan lisensi AFC itu kan mesti dipenuhi. Kalau bisa sekarang mengapa harus menunggu nanti. Kalau semua sudah selesai sekarang, saat naik ke Liga 1 semuanya sudah beres. Dan manatau rejeki kelak bisa bermain di Piala AFC, jadi syarat sudah terpenuhi," tambahnya.

"Kami sudah kerja sama dengan salah satu liga yang sering penyuplai pemain timnas Indonesia U-15, U19 dan kami akan scouting sendiri juga," sambungnya. halaman 2 dari 6
2. Persis Solo



Persis Solo saat ini dibesut Eko Purjianto menjadi salah satu tim kasta kedua sepak bola Indonesia yang paling aktif pergerakannya di bursa transfer pemain.

Tim berjuluk Sambernyawa itu sangat intens dalam membangun skuatnya demi mewujudkan impian bisa promosi menuju Liga 1 musim depan.

Mereka sukses mendatangkan Beto Goncalves, Irfan Jauhari, Marinus Wanewar hingga top skor Piala Menpora 2021 Assanur Rijal.

Selain Kaesang Pangarep, 30 % saham Persis Solo juga dimiliki oleh seorang komisaris perusahaan bernama Kevin Nugroho  dan 20% saham dibeli oleh Erick Thohir yang kini menjabat sebagai Menteri BUMN.

"Perburuan pemain (bintang) masih berlanjut. Jadi Mas Kaesang sama Agha masih repot banget nyari bintang-bintang. Siapa yang mau dibawa ke Solo," ujar Kevin Nugroho, salah satu pemilik Persis Solo, Jumat (7/5).

Dia mengatakan, kondisi Persis Solo saat ini sangat baik. Meski banyak yang menyebut klub itu bernuansa tim nasional, namun dirinya enggan jumawa. Menurutnya itu hanya anggapan orang saja.

"Itu kan asumsi orang saja, kita tetap pilih (pemain) yang paling bagus," ucapnya. halaman 3 dari 6
3. PSG Pati



Putra Sinar Giri (PSG) Gresik berubah nama menjadi Putra Safin Group (PSG) Pati setelah Saiful Arifin mengakuisisi klub tersebut.

Pria yang akrab disapa Safin ini resmi menjadi pemilik PSG Pati. Sementara, jajaran manajemen dinakhodai oleh Doni Setiabudi yang akrab disapa Kang Jalu.
Pemilik pun langsung membentuk tim kepelatihan yang dipimpin pelatih kepala Ibnu Grahan.

Sementara, Saiful Arifin menegaskan bahwa dirinya memboyong PSG ke Pati tiada lain adalah demi menaikkan marwah Kabupaten Pati.

"Saya menghadirkan PSG Pati ini tentunya untuk kebanggaan masyarakat Pati. Di Indonesia ini, Liga 2 hanya diikuti 24 klub. Satu di antaranya ada di Pati. Itu kan hebat. Tidak semua kota punya klub yang bermain di liga profesional. Saya ingin, Pati ikut menikmati euforia persepakbolaan di level profesional," papar pria yang menjabat sebagai Wakil Bupati Pati ini.

Safin menambahkan, upaya yang ia lakukan ini juga tak lepas dari tujuan promosi daerah. Dengan adanya klub liga 2, Pati akan lebih banyak mendapat sorotan media.

"Ada banyak media promosi. Salah satunya, melalui sepak bola ini. Nanti, orang akan mulai bertanya, oh, Pati? Pati di mana? Potensinya apa sih? Kita promosikan daerah dari situ," kata dia.

Mereka terus menimba bakat-bakat pesepak bola belia di akademi Safin Pati Football Academy (SPFA). Akademi tersebut dipimpin pelatih berlisensi AFC Pro, Rudy Eka Priyambada.

Rudy merupakan mantan pelatih Mitra Kukar (2014), asisten pelatih klub Liga Bahrain, Al Najma (2015), pelatih PS Tira (Liga 1 2017), dan pelatih fisik Persebaya Surabaya (Liga 1 2019).


Skuad berjuluk Laskar Kembangjoyo saat ini, secara resmi sudah mengikat kontrak 12 pemain. Hanya, manajemen memilih memperkenalkan satu per satu pemain yang sudah diikat secara bertahap. Melalui akun Instagram resmi klub @psg_pati.

”Saat ini total ada 12 pemain yang sudah resmi diikat kontrak dengan durasi yang beragam. Antara satu hingga dua musim. Sebagai pendatang baru, kami (PSG Pati, Red) tak mau main-main, karena persaingan di Liga 2 sangatlah ketat,” jelas Manajer PSG Pati Doni Setiabudi. halaman 4 dari 6
4. RANS Cilegon FC



Selebriti Indonesia Raffi Ahmad dan rekannya, Rudy Salim, resmi mengakuisisi tim asal Cilegon yang mengorbit di Liga 2, yaitu Cilegon United.


Membawa bendera perusahaan milik Raffi Ahmad, RANS Entertainment, nama Cilegon United berubah menjadi RANS Cilegon FC.

Raffi dan Rudy memastikan bahwa mereka mengalokasikan dana besar untuk membesarkan klub barunya itu. Namun, terkait nilai akuisisinya disimpan rapat-rapat.


“Nilai akuisisi sebenarnya rahasia dapur. Tapi, nilai investasi yang kami berikan sekarang itu nilainya mencapai Rp300 miliar,” kata Rudy yang merupakan Direktur Prestige Motorcars itu. 

Dana sebesar itu digunakan untuk pembelian tanah dan membangun fasilitas lainnya di pusat pelatihan. Rencananya pusat pelatihan itu tak hanya dibangun satu saja, tapi bisa mencapai 10 tempat di berbagai daerah.


Meski mengalokasikan dana besar untuk pembangunan infrastruktur pusat pelatihan, tapi Raffi memastikan bahwa untuk belanja pemain tak akan foya-foya.

Sebanyak 30 pemain itu adalah hasil seleksi yang dilakukan tertutup selama sekitar satu bulan lamanya. Salah satu pemilik Rans, Ruddy Salim, mengatakan pemain-pemain yang diperkenalkan itu merupakan hasil dari seleksi 100 orang sebelumnya.

Beberapa nama senior yang ada di Rans adalah Cristian Gonzales, Syamsir Alam, dan Asri Akbar.

“Ini bentuk komitmen kami demi membangkitkan pemain-pemain baru dan menghasilkan bintang di Indonesia,” ucap Ruddy Salim.

Sementara itu, Raffi Ahmad sebagai pemilik lainnya, mengatakan bulan depan akan ada agenda lain dari Rans.

“Setelah lebaran nanti kami akan launching kembali secara besar-besaran bersama dengan sponsor yang resmi bergabung bersama kami,” kata Raffi Ahmad. halaman 5 dari 6
5. PSPS Riau



Pengusaha sukses asal Malaysia sekaligus pemilik Kelantan FC, Norizam Tukiman resmi mengambil alih klub Liga 2, PSPS Riau.

Melalui akun Instagram PSPS, telah terjadi penandatanganan MOU antara manajer PSPS Riau, Ari Nugroho Arsadianto dan Norizam Tukiman.

Kekuatan finansial Norizam berasal dari banyak bisnis yang ia jalani di Malaysia. Norizam tercatat terjun di banyak bidang seperti bisnis hotel, investasi, dan restoran.

“Tanggal 3 Mei 2021 menjadi sejarah hubungan sepakbola Kelantan FC dan PSPS Riau. Keduanya mempunyai pemilik yang sama dengan visi yang sama, yaitu mengangkat rancangan yang lebih kompetitif,” kata Norizam di akun Facebook pribadinya dilansir dari Goal.

“Industri sepakbola Indonesia akan sangat hebat seiring dengan pertumbuhan ekonomi di negara itu pada 2024. Itu yang membuat saya berinvestasi sekarang. Kami membangun Kelantan FC dan PSPS Riau di bawah pengelolaan TRW (Team Red Warriors Sdn Bhd).”

“Saya seorang penggemar sepakbola dan investor. Saya hanya melihat masa depan, dan belum mencari keuntungan sekarang. Saya mencintai suporter Riau seperti halnya suporter Kelantan FC yang menginginkan prestasi tim mereka meningkat. Ini seperti (menjaga) martabat,” tutur Norizam.

Sebelumnya, Norizam menjadi pahlawan ketika membeli klub Kelantan FC. Ia dinilai menyelamatkan masa depan klub yang selama 20 tahun dihantui utang.

Pria asli Johor Malaysia ini disebut-sebut mengeluarkan uang tak kurang dari 6,8 juta Ringgit untuk membeli saham di Team Red Warriors (TRW) Sdn.Bhd pada September 2020 lalu.

Bahkan, ia juga merogoh kocek pribadi untuk melunasi utang klub dalam berbagai bentuk senilai 3,8 juta Ringgit (Rp 2.3 miliar).

Hal itu termasuk membayar tunggakan gaji pemain yang sempat melanda tim Kelantan FC.

Pun, duit sebanyak itu juga termasuk menyelesaikan tunggakan yang menyangkut ke FIFA dan dua lembaga di Malaysia.

Di saat yang sama, Norizam juga menjelaskan tunggakan gaji skuad Piala Presiden dan Pemuda untuk musim 2019 dan 2020 senilai 195.476 ribu Ringgit. halaman 6 dari 6


Terakhir diubah:  10/05/21 - 18:15






Video Trending



Berita Terkait


1623804001437

End of content

No more pages to load



Kamu dapat 6


Apa Ini?