Penghapusan Degradasi Liga 1 Rawan Pertandingan ‘Main Mata’


  •    Robert
  •    09/05/21 - 18:30
  •    583

Pelatih Persebaya Surabaya, Aji Santoso (Liputan6)
Pelatih Persebaya Surabaya, Aji Santoso (Liputan6)

Pelatih Persebaya Surabaya, Aji Santoso menilai dihapusnya degradasi bisa berakibat terjadinya pengaturan skor.

Wacana penghapusan degradasi ini muncul setelah rapat Komite Eksekutif (Exco) PSSI pada Senin (3/5/2021). PSSI mengklaim bahwa usulan ini datang dari beberapa klub Liga 1.

Walau belum resmi, rencana ini telah menuai kotroversi dan Aji menilai pertandingan bisa berjalan tidak seru.

“Pasti aura kompetisinya berkurang, persaingannya juga tidak seketat ketika ada promosi degradasi,” kata Aji Santoso, Sabtu (8/5/2021).

“Yang berikutnya ya kita tidak berburuk sangka tapi kita harus mengantisipasi kalau tidak ada degradasi itu akan banyak pertandingan yang penuh dengan kepentingan-kepentingan,” jelas Aji.

“Kalau seumpamanya sampai terjadi pengaturan skor nanti di mata masyarakat sepak bola kita itu jadi tidak bagus,” ucanya.

Baca Juga :


Karena itu, mantan pelatih Persela Lamongan ini meminta kepada PSSI untuk mempertimbangkan dengan bagi terkait untung ruginya. Apalagi, bila tujuannya hanya untuk menambah peserta pada Liga 1 2022 mendatang.

“Kalau menghendaki tahun 2022 ada 20 tim di Liga 1 tidak masalah, turun 2 naik 4 kan bisa, kan begitu,” ujar Aji Santoso.

“Mudah-mudahan keputusan benar-benar baik, benar-benar akurat untuk persepakbolaan Indonesia,” tandasnya.

Sejauh ini sudah ada tiga klub yang menyatakan sikap menolak rencana tersebut, mereka adalah Persib Bandung, Madura United, dan Borneo FC. halaman 2 dari 2








Video Trending



Berita Terkait


1627203602281

End of content

No more pages to load



Kamu dapat 6


Apa Ini?