Badminton Diterpa Pandemi, Anthony Ginting Tetap Berpikir Positif


  •    Widya Amelia
  •    12/05/21 - 16:20
  •    838

Anthony Sinisuka Ginting (Badmintonindonesia.org/Widya Amelia)
Anthony Sinisuka Ginting (Badmintonindonesia.org/Widya Amelia)

Meski tak mudah, pebulutangkis Anthony Sinisuka Ginting terus berupaya berpikir positif menghadapi kondisi new normal di turnamen badminton internasional. Hal ini diungkapkan Anthony dalam sesi wawancara bersama BWF TV. 

Sebelumnya, ia bercerita mengenai perjuangannya berburu gelar juara di tahun 2019. Setelah lima kali harus puas jadi runner up di kejuaraan Singapore Open, Australian Open, China Open, Hong Kong Open dan BWF World Tour Finals, Anthony akhirnya naik podium juara di Indonesia Masters 2020. 

Anthony mengatakan ia cukup senang dengan hasil yang diraihnya tahun 2019, bahwa tidaklah mudah untuk mencapai semua itu.

“Ini bukan hasil yang buruk, susah juga untuk mencapai posisi runner up hingga lima kali. Saya mencoba untuk meningkatkan rasa percaya diri saya lagi untuk menghadapi 2020 dan akhirnya di Indonesia Masters, saya bersyukur bisa jadi juara,” kata Anthony. 

“Dari pertandingan pertama sampai terakhir, semuanya berat, lawan-lawan saya tidak mudah untuk dikalahkan. Setelah jadi juara, saya berpikir, ok akhirnya…,” lanjut pemain binaan klub SGS PLN Bandung ini. 

Baca Juga :


Di awal 2020, dunia diguncang pandemi Covid-19, dalam waktu panjang para atlet terpaksa menjalani karantina dan semua turnamen dibatalkan. Anthony menyambut gembira ketika Badminton World Federation (BWF) mengumumkan kepastian Asian Leg di Bangkok, Thailand pada awal 2021. 

“Saat BWF mengumumkan penyelenggaraan Asian Leg, sebagai pemain tentu saya merasa senang dan semangat. Tapi saya harus mempersiapkan diri dengan baik, karena dua atau tiga turnamen berturut-turut, kami harus punya fisik dan mental yang kuat,” jelasnya.  halaman 2 dari 3
Anthony pun bersyukur ia bisa mengikuti latihan persiapan sebelum turnamen sehingga ia bisa beradaptasi dengan situasi new normal setelah sembilan bulan lebih absen bertanding.  

Di ajang Yonex Thailand Open 2021, Anthony terhenti di semifinal dari Viktor Axelsen (Denmark), dengan skor 19-21, 21-13, 13-21. Selanjutnya di Toyota Thailand Open 2021, Anthony takluk di babak kedua dari Lee Cheuk Yiu (Hong Kong), dengan skor 19-21, 21-13, 12-21.  

Setelah lolos dramatis ke BWF World Tour Finals 2020, Anthony gagal ke babak semifinal setelah finis di posisi ketiga grup A. Hanya dua pemain terbaik di tiap grup yang bisa lolos ke semifinal. 

Baca Juga :


“Saya cukup puas dengan penampilan saya, sebetulnya saya sempat khawatir (kehilangan feel bertanding) karena sembilan hampir sepuluh bulan tanpa turnamen. Tapi saya mencoba yang terbaik dan menikmati pertandingan. Tidak mudah tapi inilah yang harus dijalani,” kata peraih medali perunggu Asian Games 2018 ini. 

Meski banyak hambatan karena pandemi, Anthony mencoba untuk tetap positif menatap olimpiade. Persiapan menjadi kunci utamanya untuk bisa mewujudkan mimpi jadi yang terbaik di event olahraga empat tahunan tersebut. 

“Sebagai pemain, kami mau jadi nomor satu di olimpiade, tapi sebelum olimpiade dimulai, kami harus memperbaiki kekurangan dan meningkatkan kelebihan kami, dengan atau tanpa turnamen, kami masih punya waktu,” sebutnya.  

Selain Anthony, Jonatan Christie juga menjadi wakil tunggal putra Indonesia di Olimpiade Tokyo 2020 yang rencananya akan digelar pada Juli mendatang. halaman 3 dari 3








Video Trending



Berita Terkait


1623396002028

End of content

No more pages to load



Kamu dapat 6


Apa Ini?