Tak Bisa Mudik, Apriyani Rahayu Rindukan Tradisi Lebaran di Kampung Halaman


  •    Widya Amelia
  •    13/05/21 - 18:18
  •    2.239

Apriyani Rahayu (Badmintonindonesia.org/Widya Amelia)
Apriyani Rahayu (Badmintonindonesia.org/Widya Amelia)

Pemain ganda putri Apriyani Rahayu harus menahan rindu pada keluarganya di Lawulo, Sulawesi Tenggara. Berkumpul bersama di hari raya Idul Fitri sudah menjadi kebiasaan keluarga besar Apriyani sejak ia kecil. Namun pandemi Covid-19 yang masih belum mereda, membuat Apriyani harus menahan diri untuk tidak mudik di lebaran kali ini.
 
Meski tak ada turnamen hingga olimpiade Juli mendatang, menyusul dibatalkannya turnamen Singapore Open 2021, namun Apriyani tidak dapat mudik ke kampung halamannya. 

“Tahun ini lebaran di sini saja soalnya nggak boleh pulang kalau rumahnya jauh, ya sedih sih nggak lebaran di rumah, tapi mau bagaimana lagi,” kata Apriyani kepada Bolalob.

Baca Juga :

 
“Yang paling dikangenin itu kumpul sama keluarga, terus makanannya juga ngangenin, suasana lebaran erat dengan kumpul-kumpul. Di suasana begini mau dipaksakan (mudik) juga nggak bisa, kita hanya bisa mengikuti peraturan saja,” lanjut pasangan main Greysia Polii ini. 

Apriyani lalu bercerita momen lebaran di masa kecilnya yang sampai saat ini terus melekat di ingatannya. Ia mengatakan ada sebuah tradisi unik di Lawulo yang biasa ia lakukan di hari raya.

“Dari malam takbiran, saya dan teman-teman sudah janjian mau kemana saja di hari lebaran. Besoknya selesai shalat Ied, kami semua ganti baju baru, ha ha ha. Lalu kami jalan dari pagi dari tetangga di sebelah rumah saya, ke sebelahnya lagi dan seterusnya, jadi harus berurutan,” jelas Apriyani.

“Sampai malam kayak gitu, jalan terus sampai ke kampung orang, ini yang bikin kangen. Kegiatan ini jadi tradisi banget di kampung saya, sangat melekat di pikiran, nggak akan mungkin bisa dilupakan,” sambungnya.  halaman 2 dari 3
Apriyani juga mengenang momen membantu almarhumah ibunya dalam membuat kue-kue khas lebaran.

“Kalau masak makanan lebaran sih enggak ya, paling saya dulu bantu mama bikin kue lebaran. Saya gini-gini kan juga bisa bantu bikin kue, nyetak-nyetak adonan, ha ha ha,” ungkap Apriyani. 

Bicara soal THR (Tunjangan Hari Raya), Apriyani bersyukur ia punya rezeki lebih dan bisa berbagi THR kepada adik dan keponakannya. 

“Seingat saya, dulu saya nggak pernah minta THR ke om atau tante. Kalau sekarang karena ada rezeki, alhamdulillah bisa kasih THR sama adik-adik dan keponakan-keponanakan saya. Mereka bilang ke saya, tante, tante, bagi THR dong, ha ha ha,” tutup Apriyani. halaman 3 dari 3








Video Trending



Berita Terkait


1620382941781

End of content

No more pages to load



Kamu dapat 6


Apa Ini?