Richard Mainaky Sebut BWF Tak Adil dan Dukung PBSI Adakan Diskusi


  •    Widya Amelia
  •    13/05/21 - 19:20
  •    15.009

Richard Mainaky (Badmintonindonesia.org/Nafielah Mahmudah)
Richard Mainaky (Badmintonindonesia.org/Nafielah Mahmudah)

Kepala Pelatih Ganda Campuran PP PBSI Richard Mainaky merespon pengumuman resmi Badminton World Federation (BWF) soal pembatalan turnamen Singapore Open 2021. Dikutip dari situs resmi BWF, Singapore Open dibatalkan menyusul tingginya kasus Covid-19 secara global sehingga membuat pengaturan perjalanan menjadi semakin rumit.
 
Demi menjaga keselamatan semua stakeholder, turnamen level Super 500 ini akhirnya dibatalkan dan tidak akan dijadwalkan ulang pada tahun ini. Singapore Open 2021 merupakan turnamen terakhir yang masuk kualifikasi Olimpiade Tokyo 2020. BWF akan mengumumkan pernyataan resmi mengenai keputusan kualifikasi olimpiade.

Baca Juga :


Sebelumnya, turnamen India Open, Badminton Asia Championships dan Malaysia Open juga gagal dilangsungkan sesuai jadwal. Hal ini berpengaruh pada mereka yang masih berjuang untuk tiket olimpiade, termasuk ganda campuran Indonesia, Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja. 

Hafiz/Gloria sebetulnya sudah ada di peringkat delapan Race To Tokyo, namun posisi mereka tergeser oleh wakil Inggris, Marcus Ellis/Lauren Smith yang menjadi runner up di European Championships 2021 pada akhir April lalu. Turnamen individu seluruh Eropa ini masuk ke perhitungan poin olimpiade, inilah yang kemudian dipertanyakan banyak pemain Asia.  halaman 2 dari 3
“Saya sangat menyayangkan karena dengan batalnya turnamen Malaysia dan Singapura Terbuka termasuk India Terbuka dan Kejuaraan Asia. Pembatalan turnamen ini cukup merugikan posisi Hafiz/Gloria yang tengah berjuang dan mengamankan ranking untuk bisa tampil ke Olimpiade Tokyo,” kata Richard kepada tim Humas dan Media PBSI.

“Ini saya anggap BWF tidak adil. Seharusnya Kejuaraan Eropa tetap berjalan, tapi jangan dimasukkan sebagai kualifikasi yang menyediakan poin ke Olimpiade Tokyo.Ini jelas tidak adil dan hanya menguntungkan pemain Eropa, mengingat pemain-pemain Asia tidak bisa berlaga setelah Kejuaraan Asia dibatalkan,” jelasnya. 

Baca Juga :


Richard menyatakan dukungannya kepada PBSI untuk melakukan diskusi dengan BWF demi menemukan solusi dari permasalahan ini. 

“Diskusi PBSI dengan BWF dengan tujuan agar ada perubahan atau penyesuaian kembali,” ujar pelatih asal Ternate ini. 

“Semoga dengan protes atau diskusi ini, BWF bisa mengambil kebijakan dan keputusan yang adil bagi semua pemain, terutama Hafiz/Gloria,” pungkas Richard.
 
Indonesia sudah punya satu wakil ganda campuran di Olimpiade Tokyo 2020 lewat pasangan Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti yang kini duduk di peringkat empat Race To Tokyo. Untuk bisa mengirim dua wakil ke olimpiade, kedua pasangan dengan bendera yang sama harus berada di peringkat delapan besar. halaman 3 dari 3








Video Trending



Berita Terkait


1626862802406

End of content

No more pages to load



Kamu dapat 6


Apa Ini?