Rionny Mainaky: Pembatalan Singapore Open Tepat, Tapi Merugikan


  •    Nafielah Mahmudah
  •    14/05/21 - 07:31
  •    792

Rionny Mainaky, Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI (Badmintonindonesia.org/Nafielah Mahmudah)
Rionny Mainaky, Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI (Badmintonindonesia.org/Nafielah Mahmudah)

Singapore Open 2021 akhirnya resmi dibatalkan pada Rabu (12/5) kemarin, menyusul meningkatnya kasus Covid-19 secara global.

Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI, Rionny Mainaky menilai keputusan itu sudah tepat dan telah ia prediksi. Meskipun kemudian ia tak menampik bahwa pembatalan ini tentu merugikan timnya yang tengah berburu poin menuju Olimpiade Tokyo, yaitu Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja.

Sebab turnamen BWF level 500 ini merupakan turnamen terakhir yang menawarkan poin peringkat Race to Tokyo dalam kualifikasi Olimpiade.

“Setelah turnamen Malaysia Terbuka batal diselenggarakan, dari awal saya memprediksi Singapura Terbuka juga akan batal karena kondisi pandemi Covid-19. Apalagi melihat aturan pemerintah Singapura dengan protokol kesehatannya yang ketat, sangat tidak memungkinkan bagi atlet untuk bisa tampil maksimal,” ungkap Rionny dalam rilis yang dikirimkan Humas PBSI.

Baca Juga :


“Jadi saya kira wajar saja, kalau BWF akhirnya membatalkan turnamen Singapura Terbuka. Pembatalan itu memang keputusan yang tepat, walau hal tersebut sangat merugikan bagi pemain kita, terutama bagi Hafiz Faizal/ Gloria Emanuelle Widjaja yang tengah berjuang agar lolos ke Olimpiade Tokyo,” lanjutnya.

Batalnya Singapore Open membuat atlet Indonesia tak lagi memiliki kesempatan untuk menguji kemampuan sebagai pemanasan menuju Olimpiade Tokyo.

Selain itu hal ini juga menutup jalan pasangan ganda campuran, Hafiz/Gloria yang dalam posisi kritis di rangking Olimpiade. Singapore Open sejatinya menjadi satu-satunya harapan Hafiz/Gloria untuk kembali lolos kualifikasi.

halaman 2 dari 3

Sebelumnya Hafiz/Gloria sudah ada di peringkat delapan Race to Tokyo, namun posisi mereka tergeser oleh Marcus Ellus/Lauren Smith dari Inggris, yang menjadi runner up di European Championships 2021, akhir April lalu. Turnamen individu seluruh Eropa ini masuk ke dalam perhitungan poin Olimpiade. Hal ini kemudian dinilai merugikan para pemain Asia.

“Soal protes ke BWF, memang harus dikaji dulu. Kalau memang perlu, PBSI akan layangkan surat kepada BWF untuk peninjauan. Atau kalau memang layak untuk protes, akan kita lakukan. Kalau dari BAC setuju dan kita bisa mengajak negara-negara Asia yang merasa dirugikan mendukung dan mau mengajukan protes ke BWF, ini akan lebih bagus,” jelas Rionny.

Baca Juga :


“Yang sangat dirugikan memang pasangan ganda campuran Hafiz/Gloria dari posisi kritis ranking 8 turun ke rangking 9. Harusnya  BWF lebih bijak dan netral dengan tidak memasukkan Kejuaraan Eropa masuk dalam kualifikasi Olimpiade. Apalagi dengan keadaan pandemi Covid-19 ini sekarang, turnamen penting banyak yang batal. Padahal untuk mengejar atau mempertahankan poin Olimpiade sangat penting bagi pemain kita,” katanya lagi.

halaman 3 dari 3


Terakhir diubah:  14/05/21 - 08:07






Video Trending



Berita Terkait


1622446802295

End of content

No more pages to load



Kamu dapat 6


Apa Ini?