Cara Pelatih Garuda Select Bikin Pemain Indonesia Berkembang Pesat


  •    Adil Pradipta
  •    16/05/21 - 06:00
  •    3.559

Garuda Select angkatan ketiga (Mola TV)
Garuda Select angkatan ketiga (Mola TV)

Garuda Select musim ketiga telah rampung dan setelah enam bulan menimba ilmu di Inggris ada banyak pelajaran berharga untuk dibawa pulang ke Indonesia.

Tim pelatih tidak hanya mempersiapkan penggawa Garuda Select untuk bertanding menghadapi tim akademi di Inggris. Pengembangan bakat para pemain muda dari Indonesia juga menjadi tujuan utama.

Setiap pekannya, tim pelatih Garuda Select melakukan sesi evaluasi one-on-one secara berkala. Pemain yang mendapatkan sesi khusus ini bisa berbeda-beda tergantung pilihan pelatih.

Baca Juga :


“Pelatih sering memberi evaluasi tentang pengambilan keputusan yang cepat pada saat permainan. Di beberapa pertandingan terakhir seperti melawan Huddersfield, Watford, dan Crystal Palace, saya jadi bisa lebih tahu apa saja yang harus dilakukan dan bisa lebih menikmati pertandingan,” kata Ridwan Ansori dalam laman resmi Garuda Select.

Tak hanya Ridwan, pemain-pemain lain seperti Frezy Al-Hudaifi, Fernando Pamungkas, dan Rafli Asrul juga menceritakan pengalaman mereka mendapatkan evaluasi.

“Biasanya pelatih mengomentari tentang penguasaan bola. Harus mengambil keputusan tepat soal kapan harus mengumpan, menembak, atau menggiring,” ucap Frezy menjelaskan. halaman 2 dari 3
Masukan dari pelatih akan sangat berguna sebagai bekal perbaikan di pertandingan berikut dan tentunya bagi perkembangan para pemain Garuda Select di masa depan.

Rafli dan Nando, yang merasakan musim kedua bersama Garuda Select, merasa level permainan yang mereka miliki sekarang banyak dipengaruhi dari sesi ini.

“Sesi one-on-one membuat materi yang diberikan pelatih menjadi lebih mudah diingat. Contohnya adalah instruksi untuk bermain agresif dan harus tahu ke mana bola harus dialirkan agar bisa bekerja sama dengan lini depan."

"Itu yang berhasil saya aplikasikan ketika melawan Crystal Palace. Saya mencetak gol lewat kerja sama dengan Faiz dan Wahyu yang berposisi penyerang,” kata Fernando.

Baca Juga :


Kedua pemain andalan tim besutan Dennis Wise dan Des Walker ini siap untuk selalu menjalankan masukan-masukan tersebut meski sudah tidak lagi di Inggris.

“Saya bisa semakin paham apa yang harus dilakukan ketika menghadapi situasi sulit. Ketika melawan Watford, kami sempat tertinggal dan lini pertahanan mereka rapat sekali. Akhirnya saya coba inisiatif menembak dan gol."

"Kemudian penempatan posisi satu sama lain ketika bertahan dan menyerang juga sudah membaik. Cara menerima dan menyalurkan bola juga menjadi pelajaran penting yang akan terus saya terapkan ke depannya,” ujar Rafli. halaman 3 dari 3








Video Trending



Berita Terkait


1622268002550

End of content

No more pages to load



Kamu dapat 6


Apa Ini?