Masuki Dua Pekan Terakhir Ligue 1, PSG Harus Berikan Tekanan pada Lille


  •    Robert
  •    16/05/21 - 13:00
  •    1.689

Mauricio Pochettino - PSG (PSG Inside)
Mauricio Pochettino - PSG (PSG Inside)

Mauricio Pochettino berharap tim asuhannya Paris Saint-Germain mampu memberikan tekanan pada Lille di dua laga terakhir musim Ligue 1.

Usaga PSG mempertahankan gelar Ligue 1 bisa akan berakhir pada hari Minggu jika pemimpin klasemen Lille mendapatkan hasil yang lebih baik di kandang dari Saint-Etienne daripada yang bisa ddidapat pasukan Pochettino ketika Reims mengunjungi Parc des Princes.

Jika Lille menang, harapan terbaik PSG untuk menuju akhir pekan terakhir adalah memiliki defisit tiga poin untuk dibatalkan.

Menyusul kemenangan adu penalti tengah pekan atas Montpellier di semifinal Piala Prancis, Pochettino yakin para pemainnya mendapatkan hasil imbang 1-1 yang mengecewakan akhir pekan lalu di Rennes, yang memberi tim Christophe Galtier keuntungan yang tampaknya tidak mungkin mereka serahkan, sistem mereka.

"Kami tidak ingin mengulangi masalah yang kami buat pekan lalu dengan Rennes. Saya pikir itu kuncinya," katanya dalam konferensi pers sebelum pertandingan.

Baca Juga :


"Kami harus tetap mengontrol permainan untuk mengejar kemenangan dan mendapatkan tiga poin yang akan membuat kami tetap dalam perburuan gelar hingga hari terakhir musim ini.

"Kami termotivasi, tidak ada yang membutuhkan motivasi. Kami termotivasi untuk menang besok dan memberikan tekanan pada Lille. Kami tidak berpikir untuk mengikuti permainan mereka.

"Kami fokus pada pertandingan kami dan mendapatkan tiga poin karena itu akan memberi kami kesempatan. Nasib kami tidak ada di tangan kami, tetapi kami perlu memastikan bahwa kami menyelesaikan pekerjaan kami."

halaman 2 dari 3
Mantan bos Tottenham tidak memiliki kabar terbaru soal kontrak baru Kylian Mbappe, justru ia memilih untuk meremehkan perayaan gol tengah pekan superstar Prancis yang riuh.

"Berkat perayaan itu, saya mengalami sakit punggung, yang mana saya menjalani perawatan fisio," ujar pelatih Argentina itu.

"Paris Saint-Germain memiliki proyek ambisius dan mempertahankan pemain seperti Kylian adalah prioritas utama bagi kami semua."

PSG akan tanpa Neymar di final piala setelah dia menerima kartu kuning saat menghadapi Montpellier, tunduk pada banding.

"Ini adalah sesuatu yang ditangani klub selama beberapa hari ke depan," Pochettino menegaskan. "Kami akan melihat apa keputusannya dan apa yang bisa kami lakukan. Tapi itu adalah sesuatu yang kami pikirkan."

Bahkan tanpa Neymar atau Mbappe dalam jangka pendek atau panjang, PSG tidak kekurangan pilihan menyerang, meski penyerang Argentina Mauro Icardi sudah tidak unjuk gigi akhir-akhir ini.

Baca Juga :


Mantan kapten Inter itu tanpa gol dalam empat penampilan terakhirnya, dengan penampilan yang sangat buruk saat tersingkir dari Liga Champions ke Manchester City, membuatnya dibatasi hingga 16 sentuhan di Etihad Stadium.

Meski demikian, Pochettino yakin rekan senegaranya itu masih bisa berkontribusi dalam gaya permainan oktan tinggi yang disukainya.

"Di Tottenham kami memiliki opsi berbeda dalam hal gaya permainan, transisi, dan bermain tinggi di berbagai tahapan," jelasnya.

"Mereka bergantung pada seberapa baik kinerja tim, ini tergantung pada bagaimana Anda membangun tim dari waktu ke waktu, mengenal pemain Anda dengan sangat baik dan atribut mereka.

"Mauro Icardi bisa beradaptasi dengan gaya apapun. Dia adalah pemain top dan itu tidak hanya berlaku untuk transisi, dia berbahaya di dalam kotak dan finisher klinis.

"Ini adalah hal-hal yang kami semua dapat kerjakan bersama dan kami perlu membangunnya seiring waktu dengan tim, dengan mengingat atribut para pemain sehingga Anda dapat menciptakan dinamika yang tepat dalam tim untuk memberi Anda fleksibilitas yang dibutuhkan permainan." halaman 3 dari 3








Video Trending



Berita Terkait


1623213002154

End of content

No more pages to load



Kamu dapat 6


Apa Ini?