Tidak Desak BWF, Mohammad Ahsan Justru Pertanyakan Peran Badminton Asia


  •    Kukuh Wahyudi
  •    18/05/21 - 07:20
  •    8.621

Mohammad Ahsan (kiri), pertanyakan usaha BAC.
Mohammad Ahsan (kiri), pertanyakan usaha BAC. (PBSI)

Tergusurnya ganda campuran Indonesia, Hafiz Faizal/Gloria Widjaja Emanuelle, dari daftar pemegang tiket Olimpiade Tokyo 2021 atau ranking 8 besar membuat BWF mendapatkan sorotan tajam.

Pasalnya, federasi bulutangkis dunia itu ikut andil dalam situasi tersebut. Tergusurnya Hafiz/Glo dikarenakan adanya penambahan poin dari pesaing mereka asal Inggris, Marcus Ellis/Lauren Smith. 

Marcus/Ellis kini mengumpulkan poin 61,498 setelah menjadi finalis di European Championships atau Kejuaraan Eropa 2021. Hal itu dinilai tak adil lantaran Kejuaraan Asia 2021 tak diselenggarakan. Alhasil, pemain-pemain Asia minus, termasuk Hafiz Glor, satu ajang dibandingkan pemain Eropa dalam mengumpulkan poin untuk Olimpiade.

BWF dinilai tak adil karena masih dalam posisi melegalkan Kejuaraan Eropa sebagai turnamen Kualifikasi meski mendapatkan penolakan. Padahal turnamen selevel itu tak bisa berlangsung di Asia.

Baca Juga :


Namun ganda putra Indonesia, Mohammad Ahsan, lebih menyoroti peran dari federasi badminton Asia atau BAC. Ia mempertanyakan apakah Kejuaraan Asia telah coba digelar atau tidak.

"Pasti kurang adil. Tapi ini seharusnya tanggung jawab federasi badminton Asia (BAC), bagaimana usahanya untuk menyelenggarakan Kejuaraan Asia," tutur Ahsan seperti dilansir dari Antara.

"Saya tidak tahu apakah mereka berusaha atau cuma diam saja," katanya lagi. halaman 2 dari 2








Video Trending



Berita Terkait


1612845601959

End of content

No more pages to load



Kamu dapat 6


Apa Ini?