Kabid Hubungan Luar Negeri PBSI Dinominasikan Menjadi Dewan BWF


  •    Nafielah Mahmudah
  •    21/05/21 - 18:20
  •    286

Bambang Roedyanto, Kepala Bidang Hubungan Luar Negri PP PBSI (Badmintonindonesia.org)
Bambang Roedyanto, Kepala Bidang Hubungan Luar Negri PP PBSI (Badmintonindonesia.org)

Kepala Bidang Hubungan Luar Negeri PP PBSI Bambang Roedyanto, dinominasikan ke dalam Dewan Federasi Badminton Dunia (BWF) periode tahun 2021-2025. Roedy akan dipilih melalui voting bersama 31 orang lainnya, dalam Rapat Umun Tahunan BWF yang digelar Sabtu (22/5) sore secara virtual.

Roedy bersaing memperebutkan posisi dari enam kursi yang tersisa di Dewan BWF sebagai perwakilan kontinental Asia. Asia sebenarnya memiliki kuota sepuluh kursi dengan minimal tiga posisi adalah perempuan.

Dua dari sepuluh kursi, sudah ditempati oleh Khun Ying Patama Leeswadtrakul dari Thailand yang terpilih secara aklamasi sebagai Wakil Presiden BWF dan Jassem Kanso asal Lebanon sebagai Wakil Presiden Kontinental Asia masa jabatan 2019-2023.

Baca Juga :


Dua kursi lain kemudian diperuntukkan untuk dua perempuan lain, sehingga tersisa hanya enam kursi untuk diperebutkan.

Roedy yang saat ini juga menjabat sebagai Event Chair untuk Badminton Asia merasa terhormat bisa menjadi nominee Dewan BWF. Ia juga mengatakan posisi ini cukup penting untuk Indonesia agar memiliki perwakilan di tingkat BWF.

"Saya merasa terhormat bisa mewakili Indonesia sebagai calon Dewan BWF. Setelah Pak Rudy Hartono, Pak Justian (Suhandinata), dan Pak Anton (Subowo) yang sekarang memimpin Badminton Asia, memang Indonesia tidak punya lagi Dewan BWF," ujar Roedy dalam rilis yang dikirimkan tim Humas PBSI.

"Sebagai negara besar di dunia bulutangkis, sangat penting Indonesia mempunyai perwakilan di BWF. Jadi kita bisa mempunyai suara dalam pengambilan keputusan-keputusan penting. Ini juga sejalan dengan visi dan misi PBSI yang ingin ikut berperan aktif dalam memajukan olahraga yang sudah menjadi kebanggaan dan harga diri bangsa yaitu bulutangkis," katanya lagi.

Bila terpilih, Roedy yang saat ini tengah bertugas di Jepang sebagai Deputy Sport Manager Event Badminton untuk Olimpiade Tokyo 2020 mengatakan akan fokus di peningkatan popularitas badminton dan kesejahteraan atlet.

halaman 2 dari 3

"Saya ingin lebih banyak negara bermain bulutangkis. Peningkatan dari level terbawah wajib dilakukan. Kita punya turnamen yang menjadi barometer dan kiblat turnamen-turnamen lain, Indonesia Terbuka. Dari sanalah saya berpatokan dan yakin olahraga ini bisa menjadi industri dan lebih populer," jelas Roedy.

"Selain itu, meningkatkan kesejahteraan atlet juga akan menjadi fokus program saya. Salah satunya dengan meningkatkan pendapatan mereka lewat prize money dan sebagainya. Ini akan bagus untuk karier mereka," kata Roedy lagi.

Baca Juga :


Rapat Umum Tahunan BWF tahun 2021 memiliki tiga agenda penting. Selain pemilihan Dewan dan pengesahan Presiden BWF, Wakil Presiden BWF dan Wakil Presiden Para Badminton, ada juga voting mengenai perubahan skor.

Sementara itu Presiden BWF, Wakil Presiden BWF dan Wakil Presiden Para Badminton sudah terpilih secara aklamasi. Mereka adalah Poul-Erik Høyer (Denmark), Khun Ying Patama Leeswadtrakul (Thailand) dan Paul Kurzo (Swiss).

halaman 3 dari 3








Video Trending



Berita Terkait


1623331201880

End of content

No more pages to load



Kamu dapat 6


Apa Ini?