Dianggap Hiraukan Suara Publik Jepang, Penyelenggara Olimpiade Tokyo Dikecam


  •    Widya Amelia
  •    04/06/21 - 13:20
  •    4.332

Logo Olimpiade Tokyo 2020 (olympic.com)
Logo Olimpiade Tokyo 2020 (olympic.com)

Polemik penyelenggaraan Olimpiade Tokyo 2020 terus bergejolak di Jepang. Sebelumnya diberitakan rakyat Jepang menolak penyelenggaraan Olimpiade Tokyo 2020 karena kondisi pandemi Covid-19 belum terkendali dan dikhawatirkan kasus di Jepang semakin melonjak. 

Salah satu anggota dewan Komite Olimpiade Jepang (JOC) mengecam penyelenggara Olimpiade Tokyo, ia menilai suara publik Jepang tak dihiraukan sehingga olimpiade tetap berjalan. 

Dikutip dari Antara, hal ini ditulis mantan peraih medali olimpiade dari cabang Judo, Kaori Yamaguchi yang dimuat oleh Kyodo. Yamaguchi menilai Komite Olimpiade Internasional (IOC) telah mengabaikan keinginan rakyat Jepang yang menurut survey sangat menginginkan event olahraga empat tahunan tersebut ditunda atau dibatalkan. 

Baca Juga :


Olimpiade Tokyo 2020 telah ditunda selama setahun akibat pandemi Covid-19 dan dijadwalkan ulang pada 23 Juli 2021. Namun kondisi pandemi secara global maupun di Jepang masih belum terkendali. Rakyat Jepang khawatir event olahraga terbesar di dunia ini akan menguras sumber daya medis dan menyebarkan virus corona saat Jepang tengah memerangi gelombang keempat infeksi virus tersebut. 

"IOC sepertinya menganggap opini publik di Jepang tidak penting," kata Yamaguchi yang menilai panitia penyelenggara Olimpiade Tokyo 2020 dan IOC 'menghindari dialog'.

"Saya yakin kami telah melewatkan kesempatan untuk membatalkan. Kami telah terpojok de dalam situasi di mana kami bahkan tidak bisa berhenti sekarang. Keterlaluan jika kami melakukannya dan keterlaluan jika kami tidak melakukannya," ujar Yamaguchi. halaman 2 dari 2
Meski dalam keadaan darurat, Wakil Presiden IOC John Coates mengatakan bahwa olimpiade akan tetap diadakan, dan ini telah memicu kemarahan di Jepang. 

Jepang dinilai lambat dalam proses peluncuran vaksin, meningkatnya jumlah kasus Covid-19 juga telah membebani sistem medis di Jepang. Hingga saat ini Jepang mencatat hampir 750.000 kasus dengan 13.000 angka kematian. 

Seorang penasihat medis paling senior di Jepang mengatakan bahwa saran dari para petugas medis, termasuk dirinya, tidak sampai ke IOC. 

Baca Juga :


"Kami sekarang mempertimbangkan di mana kami harus memberikan saran kami," kata Shigeru Omi kepada anggota perlemen. 

"Jika ingin mengadakan (olimpiade), tugas kami adalah memberi tahu mereka apa risikonya," lanjutnya. 

Omi juga menuturkan bahwa ia berencana untuk mengeluarkan pandangan para ahli medis tentang penyelenggaraan Olimpiade Tokyo 2020 pada 20 Juni, ketika keadaan darurat di Tokyo dan daerah lain akan berakhir.


Hamka Hamzah Dibikin Push Up sama Neng Fithri









Video Trending



Berita Terkait


1626169202496

End of content

No more pages to load



Kamu dapat 6


Apa Ini?