PT LIB Belum Putuskan Besaran Subsidi untuk Klub Liga 1 dan 2 Musim Ini


  •    Rizqi Ariandi
  •    05/06/21 - 09:30
  •    869

Direktur Utama PT LIB Akhmad Hadian Lukita saat diwawancara awak media
Direktur Utama PT LIB Akhmad Hadian Lukita saat diwawancara awak media. (sumber foto: PTLIB)

PT Liga Indonesia Baru (LIB) pada Kamis (3/6/2021) menggelar pertemuan secara virtual dengan klub Liga 1 dan Liga 2. Dalam pertemuan tersebut dibahas berbagai hal yang berkaitan dengan pelaksanaan kompetisi musim ini.

Namun, dalam pertemuan tersebut PT LIB belum membahas besaran subsidi yang akan didapatkan klub pada musim ini.

"Soal subsidi juga termasuk akan dibicarakan (di manager meeting berikutnya)," ujar Direktur Utama PT LIB, Akhmad Hadian Lukita.

Akhmad menuturkan, belum adanya keputusan terkait jumlah subsidi yang akan diterima klub karena PT LIB masih akan menampung masukan dari klub.

Baca Juga :


Pasalnya, dengan sistem kompetisi mini bubble yang akan diterapkan di Liga 1 dan format empat grup di Liga 2, maka besar kemungkinan jumlah subdisi yang didapat oleh klub akan berbeda.

"Ini tergantung jadwal seperti apa, melihat kondisi klub," sambung Akhmad.

"Klub yang berasal di cluster Jawa dan di luar Jawa tentu menjadi pertimbangan sendiri pada saat masuk bertanding di Pulau Jawa karena tidak bertanding di kandang sendiri," ujarnya.

"Tetapi klub Liga 1 yang ada di clusternya (Pulau Jawa) ada perbincangan sejauh mana akan diberikan subsidi, akomodasi, transportasi."

Baca Juga :


"Itu juga belum diputuskan. Yang jelas ada beberapa masukan-masukan keinginan dari klub," sambung Akhmad Hadian.

Sebelumnya, pada kompetisi 2020 yang diwacanakan kembali bergulir pada tahun lalu, subsidi untuk klub Liga 1 dan Liga 2 mengalami peningkatan.

Klub Liga 1 mendapatkan subsidi sebesar 800 juta rupiah yang semula hanya 520 juta rupiah.

Sementara nominal subsidi untuk klub Liga 2 meningkat sebesar 25 juta rupiah dari jumlah awal hanya 250 juta rupiah.

halaman 2 dari 2








Video Trending



Berita Terkait


1627201801987

End of content

No more pages to load



Kamu dapat 6


Apa Ini?