Jaga Kondisi Mental Jelang Olimpiade, Greysia/Apriyani Didampingi Psikolog


  •    Widya Amelia
  •    09/06/21 - 20:52
  •    750

Greysia Polii/Apriyani Rahayu (BWFBadminton.com)
Greysia Polii/Apriyani Rahayu (BWFBadminton.com)

Berlaga di olimpiade adalah impian setiap pebulutangkis di dunia, perjalanan menuju panggung olimpiade pun tak mudah. Tak heran jika pemain merasakan tekanan yang besar beraksi di pesta olahraga terbesar tersebut. 

Pasangan Greysia Polii/Apriyani Rahayu yang merupakan satu-satunya wakil ganda putri Indonesia di Olimpiade Tokyo 2020, tengah dipersiapkan semaksimal mungkin oleh Kepala Pelatih Ganda Putri PBSI, Eng Hian. 

Eng menyoroti masalah non-teknis yang menurutnya sangat penting bagi atlet yang akan berlaga di olimpiade. 

Baca Juga :


"Untuk sisi fisik mereka sudah siap, tetapi ini kan turnamen besar di olahraga bukan hanya bulutangkis dan digelar pun hanya empat tahun sekali. Jadi saya menaruh perhatian lebih pada masalah nonteknisnya," ujar Eng dikutip Badmintonindonesia.org. 

"Bagaimana saya bisa menjaga mereka tidak berada di bawah tekanan atau terlalu berekspektasi tinggi, saya buat serileks mungkin seperti turnamen biasa saja," lanjutnya.

Eng merupakan peraih medali perunggu ganda putra di Olimpiade Athena 2004 bersama Flandy Limpele. Tentu ia pernah merasakan besarnya tekanan di olimpiade. Oleh karena itu ia ingin anak-anak didiknya bisa mengatasi ketegangan yang mereka alami, khususnya bagi Apriyani yang baru pertama kalinya bertanding di arena sebesar olimpiade.  halaman 2 dari 3
Bagi Greysia, Olimpiade Tokyo 2020 merupakan olimpiade ketiganya. Pada tahun 2012, Greysia bersama Meiliana Jauhari berlaga di Olimpiade London. Di Olimpiade Rio de Janeiro 2016, Greysia berduet dengan Nitya Krishinda Maheswari. Setelah dua kali pulang tanpa medali, kali ini tentunya Greysia ingin membawa medali di olimpiade yang mungkin saja menjadi olimpiade terakhir untuknya.

Baca Juga :


"Saya juga meminta bantuan psikolog untuk membuat program serta mendampingi Greysia/Apriyani, agar kondisi mental mereka tetap bagus dan terjaga. Juga agar mereka selalu bisa mengikis ketegangan saat pertandingan di lapangan atau saat di luar lapangan," ungkap Eng.

Berkaca dari pengalamannya, Eng tak ingin Greysia/Apriyani mengalami ketegangan yang dapat mengganggu konsentrasi dan waktu istirahat selama bertarung di olimpiade karena ini bisa merugikan mereka. halaman 3 dari 3


Terakhir diubah:  09/06/21 - 21:26






Video Trending



Berita Terkait


1627696446177

End of content

No more pages to load



Kamu dapat 6


Apa Ini?