Fukushima/Hirota Bicara Soal Tiga Final Kejuaraan Dunia yang Berakhir Tragis


  •    Widya Amelia
  •    11/06/21 - 09:40
  •    958

Yuki Fukushima/Sayaka Hirota, ganda putri Jepang (BWFBadminton.com)
Yuki Fukushima/Sayaka Hirota, ganda putri Jepang (BWFBadminton.com)

Gelar juara dunia masih belum menjadi milik ganda putri nomor satu dunia Yuki Fukushima/Sayaka Hirota. Tiga kali sudah pasangan asal Jepang ini kandas di final lewat laga yang sengit, dua di antaranya dari rekan senegara sendiri yang juga junior mereka, Mayu Matsumoto/Wakana Nagahara. 

Fukushima/Hirota pertama kali mengikuti kejuaraan dunia pada tahun 2017 di Glasgow, Skotlandia. Kala itu mereka ditundukkan oleh wakil China, Chen Qing Chen/ Jia Yi Fan dengan skor 18-21, 21-17, 15-21.

Di ajang Kejuaraan Dunia 2018 di Nanjing, China, Fukushima/Hirota kembali membuka peluang merebut gelar bergengsi tersebut setelah menembus final. 

Baca Juga :


Fukushima/Hirota bahkan sudah unggul match point dengan kedudukan 20-18 di game ketiga. Namun mereka akhirnya kalah dengan skor 21-19, 19-21, 20-22.

Fukushima/Hirota kembali mencoba peruntungan di Kejuaraan Dunia 2019 di Basel, Swiss. Lagi-lagi gelar juara dunia sudah ada di depan mata saat mereka unggul match point 21-20 di game ketiga atas Matsumoto/Nagahara. 

Namun lagi-lagi Matsumoto/Nagahara mencuri peluang dari seniornya dan memenangkan pertandingan dengan skor akhir 21-11, 20-22, 23-21. halaman 2 dari 3
“Kami menyesal kalau ingat momen itu, terutama di 2018 dan 2019, susah untuk menyebut salah satu. Yang paling saya sesali adalah karena dua-duanya kami kalah setelah kedudukan match point,” ujar Fukushima kepada Badminton World Federation (BWF).

“Kami menyesali kenapa berpikir menang, menang, setelah dapat match point,” kata pemain kelahiran Yatsushiro, 6 Mei 1993 ini. 

Hirota pun menuturkan hal serupa, bahwa ia pikirannya sudah dipenuhi soal menang dan menang saat mereka berhasil mengamankan match point.

“Saya merasa tidak rileks dan hanya berpikir juara, seharusnya ini tidak boleh dilakukan. Harusnya kami fokus dapat satu demi satu poin,” tutur Hirota. 

Baca Juga :


Mantan pemain yang kini menjadi komentator pertandingan badminton, Gill Clark, mengatakan bahwa baru pertama kali ganda putri yang gagal di final kejuaraan dunia tiga kali berturut-turut. 

Fukushima/Hirota merupakan ganda putri terkuat dunia saat ini, mereka punya permainan yang konsisten, pertahanan sangat rapat dan sulit untuk ditembus oleh lawan.
 
Kepala Pelatih Ganda Putri PBSI Eng Hian pernah menyebutkan bahwa Fukushima/Hirota adalah salah satu ganda putri asing dengan strategi terbaik.
 
Fukushima/Hirota menjadi salah satu yang paling difavoritkan untuk meraih medali emas ganda putri di Olimpiade Tokyo 2020. halaman 3 dari 3








Video Trending



Berita Terkait


1622544865172

End of content

No more pages to load



Kamu dapat 6


Apa Ini?