BWF Rilis Lima Kuda Hitam Tunggal Putri, Termasuk Gregoria Mariska


  •    Nafielah Mahmudah
  •    14/06/21 - 13:20
  •    4.022

Gregoria Mariska Tunjung (BWFBadminton.com)
Gregoria Mariska Tunjung (BWFBadminton.com)

Tunggal Putri dikenal karena keragaman kebangsaan dan gaya bermainnya yang membuat kategori ini sangat menarik. Sementara mereka yang berada di sepuluh besar peringkat Race to Tokyo memiliki catatan yang luar biasa dan akan diunggulkan untuk tampil baik di Tokyo, ada beberapa pemain di luar yang dinilai mampu membuat nama-nama besar akan kerepotan di lapangan nanti.

Badminton World Federation (BWF) baru saja merilis dalam situs resminya, lima kuda hitam tunggal putri yang perlu diwaspadai para pemain unggulan.

Beiwen Zang



Zhang dan Michelle Li (Kanada) telah menjadi ikon sebagai pemain independen di sirkuit. Mereka mengatur sebagian besar kebutuhan bertandingnya tanpa tim pendukung saat bepergian. Zhang telah mencapai hasil yang patut ditiru, mengingat tantangan ia hadapi selama ini. Dengan kemampuan dan dorongannya yang tidak pernah diragukan serta dengan banyaknya pengalaman, pemain Amerika Serikat ini akan sulit dikalahkan.

Busanan Ongbamrungphan



Pebulutangkis Thailand itu mengungguli rekan senegaranya Pornpawee Chochuwong dalam Race to Tokyo. Ongbamrungphan tidak memiliki gaya yang mencolok di lapangan seperti rekan senegaranya Ratchanok Intanon yang lebih terkenal, tetapi dia mengimbanginya dengan energi fisik dan sikapnya yang tak kenal lelah. Ongbamrungphan merupakan pemain yang konsisten, dia cukup mampu memanfaatkan setiap peluang yang datang padanya di Tokyo.

halaman 2 dari 3
Mia Blichfeldt



Pemain Denmark ini mampu menunjukkan keunggulan dalam permainannya akhir-akhir ini. Latihan kekuatannya telah membantu Blichfeldt menambahkan kekuatan baru pada permainan menyerangnya. Hal itu terlihat dari kemenangan impresifnya atas Pusarla V Sindhu (India) di laga pembuka Asian Leg Thailand Open 2021 dan dia sukses melaju ke semifinal. Setelah secara konsisten “mengganggu” nama-nama teratas, Blichfeldt tampaknya dapat berkembang di Tokyo.

Gregoria Mariska Tunjung



Gregoria memiliki bakat langka sebagai strokeplayer, tetapi hasilnya belum mencerminkan bakatnya. Dia telah berjuang untuk menunjukkan yang terbaik, tetapi karena dia baru berusia 21 tahun, waktu ada di pihaknya. Bakat Gregoria memang mengimbangi intensitas fisik yang lebih rendah dibandingkan dengan rival utamanya. Apakah Olimpiade Tokyo akan menjadi momen besar buat Gregoria?

Kirsty Gilmour



Pebulutangkis Skotlandia itu tidak membuat banyak dampak pada HSBC BWF World Tour 2019. Meskipun ia berhasil mencapai final European Games, Spanish International Challenge, dan Orleans Masters (Super 100). Penampilannya meningkat pada tahun 2020, di SaarLorLux Open dia mengalahkan Carolina Marin (Spanyol) di semifinal dan Yvonne Li (Jerman) di final, untuk kemenangan gelarnya yang paling berkesan dalam beberapa tahun terakhir. Dengan pengalamannya dan gaya permainannya yang tidak biasa, belum lagi kesuksesannya baru-baru ini, dia bisa dibilang cukup percaya diri menuju ke Tokyo. halaman 3 dari 3


Terakhir diubah:  14/06/21 - 19:54






Video Trending



Berita Terkait


1627574775770

End of content

No more pages to load



Kamu dapat 6


Apa Ini?