Presiden Inter Milan Akan Bekerjasama dengan UEFA dan FIFA Terkait Liga Super


  •    Dwi Anggoro
  •    14/06/21 - 22:00
  •    1.396

Steven Zhang (inter.it)
Steven Zhang (inter.it)

Presiden Inter Milan Steven Zhang mengatakan Scudetto adalah momen spesial, dan dirinya juga mengklaim semua klub harus memangkas biaya pengeluaran, dan menekankan Nerazzurri akan bekerjasama dengan FIFA dan UEFA untuk meningkatkan kualitas permainan seperti diberitakan Football Italia.

Presiden Nerazzurri berbicara kepada The Agenda di TV China, dan mengatakan dia bangga dengan kesuksesan Inter dimusim 2020-21 kemarin.

“Saya sangat bangga. Itu adalah momen spesial untuk semua orang, untuk orang-orang Inter, untuk para penggemar, untuk kota Milan," ungkapnya.

Baca Juga :


“Dalam sembilan tahun terakhir, kami memiliki lawan yang sangat kuat dan mereka menang dengan pantas. Terakhir kali kami memenangkan kejuaraan adalah 11 tahun yang lalu," lanjutnya.

“Ini menunjukkan bahwa pekerjaan kami selama lima tahun terakhir ini berada di jalur yang benar. Jelas, melihat seluruh kota dan para penggemar sangat senang sangat memuaskan,” ucapnya.

Inter adalah salah satu dari 12 klub pendiri yang mengumumkan Liga Super yang memisahkan diri, tetapi juga yang pertama dari tim Italia yang keluar dari kompetisi. Zhang ditanya apakah Liga Super akan diusulkan kembali di masa depan, dan mengatakan Beneamata bekerja sama dengan FIFA dan UEFA. halaman 2 dari 3
“Saya pikir rangkaian acara ini telah menginspirasi kami. Kami perlu bekerja sama dengan FIFA dan UEFA untuk meningkatkan kualitas permainan," ujarnya.

“Pandemi telah mendorong kami untuk melihat perlunya perubahan. Apa pun metode yang digunakan, yang perlu kita ketahui adalah perlunya memahami pasar, memahami situasi setelah pandemi berakhir, mengubah sistem sepakbola, dan memperbaikinya,” tambahnya.

Inter harus memotong biaya pengeluaran setelah pandemi, dan Zhang menunjukkan bahwa semua klub harus memikirkan cara memotong pengeluaran dan bagaimana menjaga keberlanjutan di tahun-tahun mendatang.

Baca Juga :


“Sayangnya, merebaknya pandemi baru benar-benar mengubah lingkungan sepakbola internasional dan berdampak pada banyak industri terutama yang bergerak di layanan offline,” kata Zhang.

“Industri sepak bola dan olahraga adalah industri yang paling terpukul. Fans tidak dapat pergi ke stadion untuk melihat pertandingan secara langsung dan banyak toko dan restoran harus tetap tutup," tambahnya.

“Ini benar-benar mempengaruhi industri kami. Jika Anda melihat musim 2019-20, seluruh industri sepak bola di Eropa mungkin telah kehilangan 2 miliar hingga 3 miliar euro," kata Zhang.

“Jika dua musim digabungkan, kerugian kami akan berlipat ganda, mungkin mencapai 5 miliar hingga 6 miliar euro, memengaruhi banyak klub dan orang-orang di sektor ini. Angka ini tidak akan pulih dalam waktu dekat, jadi bagi kami, banyak situasi tidak akan seperti sebelum pandemi," tegasnya.

“Sekarang semua klub harus memikirkan bagaimana memangkas pengeluaran dan bagaimana menjaga keberlanjutan di tahun-tahun mendatang. Kami perlu waktu untuk pulih dari dampak pandemi, kami perlu memikirkan bagaimana menarik perhatian para penggemar dan kami perlu memikirkan bagaimana menggunakan platform digital dan media sosial untuk memuaskan mereka yang tidak bisa berada di stadion," katanya.

“Kami fokus pada itu sekarang, tetapi kami telah mulai bekerja jauh lebih awal daripada epidemi untuk membangun infrastruktur, untuk memberikan sistem yang stabil kepada klub. Kami mengembangkan produk baru setelah epidemi dan membuat perubahan pada sistem kami,” pungkasnya. halaman 3 dari 3


Stand up comedy Mamat Alkatiri Eps 2









Video Trending



Berita Terkait


1626400801953

End of content

No more pages to load



Kamu dapat 6


Apa Ini?