BWF Totalitas Mengenang Kepergian Legenda Markis Kido


  •    Kukuh Wahyudi
  •    15/06/21 - 13:20
  •    1.679

Markis Kido (kanan) saat meraih medali emas Olimpiade Beijing 2008. (bwfbadminton.com)
Markis Kido (kanan) bersama Hendra Setiawan, saat meraih medali emas Olimpiade Beijing 2008. (bwfbadminton.com)

Berpulangnya Markis Kido kepada Sang Pencipta pada Senin (14/6/2021) bukan hanya menjadi duka bulutangkis Indonesia. Tapi, juga duka insan bulutangkis di seluruh dunia.

Akun instagram resmi Badminton World Federation (BWF) bahkan memberikan banyak porsi di unggahannya dalam rangka mengenang Kido.

Dimulai dari pengumuman pertama saat Kido dipastikan telah meninggal. "Berita duka datang: Markis Kido mantan peraih medali emas Olimpiade (2008) dan juara dunia (2007), meninggal hari ini karena serangan jantung. Dia akan dirindukan," tulis BWF. 

Unggahan kedua mengenang Kido saat meraih gelar Kejuaraan Dunia dan Olimpiade Beijing 2008. Unggahan ini berisikan foto saat Kido dan Hendra berada di podium juara.

Baca Juga :


"Kami kehilangan seorang juara hari ini. Markis Kido dan Hendra Setiawan di podium Kejuaraan Dunia 2007 dan Olimpiade Beijing 2008," tulisnya lagi. 

Unggahan ketiga berisikan kronologis singkat bagaimana akhirnya Kido tumbang di lapangan saat sedang bermain bersama peraih emas Olimpiade Sydney 2000, Candra Wijaya.

"Mantan juara Olimpiade Markis Kido, yang meninggal karena serangan jantung kemarin dalam usia 36 tahun, adalah kumpulan energi di lapangan dan kehadiran membuat meriah. Kido baru saja mulai bermain di gedung olahraga ketika tragedi itu terjadi. Di antara mereka yang bergegas membantunya adalah mantan juara Olimpiade Candra Wijaya," tulis BWF.

Akhirnya, BWF menulis salam perpisahan yang menyentuh untuk Kido. "Kami kehilangan saudara," tulis BWF. halaman 2 dari 3
Di situs resmi BWF, bwfbadminton.com, mereka pun membuat artikel khusus untuk mengenang kepergian Kido.

"Kido adalah salah satu tokoh ganda putra yang paling menonjol selama lebih dari satu dekade sejak tahun 2003. Bermitra dengan Hendra Setiawan, Kido naik ke puncak ganda putra. Kido, berotot dan berpenampilan keras dan tak kenal lelah di belakang, adalah paket sempurna untuk keahlian dan kemampuan rekannya dalam menciptakan celah," tulis BWF.

"Keberhasilan gelar paling awal mereka di tingkat senior adalah mahkota Kejuaraan Bulu Tangkis Asia pada tahun 2005. Itu diikuti oleh kemenangan Piala Dunia pada tahun 2006, emas Kejuaraan Dunia pada tahun 2007, dan kemenangan yang akan memastikan keabadian nama mereka di olahraga, yaitu kemenangan atas pasangan tuan rumah Cai Yun dan Fu Haifeng di final Olimpiade Beijing 2008. ," tulis BWF lagi.

Sementara itu, pemain-pemain dari berbagai negara pun ikut berduka dengan kepergian Kido.

"Istirahatlah dengan tenang Markis Kido," tulis Viktor Axelsen, tunggal putra Denmark.

"Belasungkawa terdalam saya untuk Markis Kido, mantan peraih medali emas Olimpiade dan juara Kejuaraan Dunia," tulis Popor Saspire, ganda campuran Thailand.









Video Trending



Berita Terkait


1621380593577

End of content

No more pages to load



Kamu dapat 6


Apa Ini?