Kelompok Suporter Ultras Malaya Tolak Pemain Naturalisasi Berdarah Non-Malaysia


  •    Rizka Perdana Putra
  •    17/06/21 - 09:30
  •    5.955

Guilherme de Paula (fam.org.my)
Guilherme de Paula (fam.org.my)

Kelompok pendukung garis keras Malaysia, Ultras Malaya menolak program naturalisasi dari asosiasi sepak bola Malaysia (FAM). Menurut mereka, program tersebut tidak membawa manfaat apapun bagi timnas Malaysia.

Dalam sebuah pernyataan di laman Facebook, Ultras Malaya memprotes dan menolak keras program naturalisasi pemain berdarah non-Malaysia. Mereka mendesak federasi hanya menerima pemain keturunan Malaysia.

Pernyataan tersebut keluar setelah dua pemain naturalisasi baru Malaysia, Guilherme de Paula (Brasil) dan Liridon Krasniqi (Kosovo) dinilai tidak mampu menunjukkan performa apik di ajang Kualifikasi Piala Dunia 2022.

Selain itu Mohamadou Sumareh (Gambia) yang mendapat status naturalisasi lebih dulu sejak tahun 2018 lalu juga tak mampu mengangkat performa tim. Malaysia dua kali menelan kekalahan melawan Uni Emirat Arab (4-0) dan Vietnam (2-1) serta menang sekali melawan Thailand (1-0).

Baca Juga :


"Tim nasional sepak bola Malaysia harus diwakili oleh pemain yang berdarah Malaysia saja, artinya pemain yang darahnya tumpah di tanah Malaysia dan juga yang memiliki ikatan darah keturunan Malaysia (ibu, ayah, nenek, kakek, dll).

"Segala bentuk kebijakan atau program yang dilakukan untuk memasukkan pemain berdarah non-Malaysia ke dalam skuad nasional tidak perlu dilakukan karena sama sekali tidak menguntungkan sepak bola Malaysia," kata Ultras Malaya dikutip dari Harian Metro.

halaman 2 dari 3
Lebih lanjut Ultras Malaya menilai FAM hanya ingin menutupi kelemahan sistem pengembangan pemain yang berada di Malaysia dengan membuat program naturalisasi.

“Dilihat sebagai jalan pintas untuk menutupi kelemahan sistem sepakbola Malaysia di tingkat pengembangan pemain akar rumput dan kelemahan sistem dan operasi tim di Liga Malaysia yang tidak dapat menghasilkan pemain yang kompetitif di tingkat internasional, Asia, atau global.

“Di sisi lain, hanya di tingkat ASEAN, itu saja. Kami memiliki talenta besar, tetapi talenta hebat itu tidak diasah dengan baik melalui sistem yang baik dan operasi tim yang sangat baik.

“Kami juga berpikir jika pemain non-Malaysia membutuhkan masa tunggu lima tahun untuk bermain di liga lokal, akan lebih baik jika periode lima tahun digunakan untuk mengasah, mengembangkan, dan memberdayakan talenta lokal daripada kami fokus. pada pemain non-Malaysia.” halaman 3 dari 3








Video Trending



Berita Terkait


1626512402584

End of content

No more pages to load



Kamu dapat 6


Apa Ini?