Takluk di Simulasi, The Daddies Terpengaruh Pola Latihan Persiapan Olimpiade


  •    Widya Amelia
  •    17/06/21 - 09:47
  •    4.985

Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan (Badmintonindonesia.org)
Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan (Badmintonindonesia.org)

Hasil mengejutkan didapat ganda putra Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan di laga Simulasi Olimpiade Tokyo 2020. Mereka harus mengakui keunggulan pasangan dadakan Muhammad Rian Ardianto/Moh. Reza Pahlevi Isfahani dalam permainan tiga game, 23-21, 13-21, 16-21. 

Meski Rian/Reza baru dipasangkan, namun menurut Hendra itu bukan masalah karena tim ganda putra biasa latihan dengan pasangan berbeda-beda. 

"Mereka ulet, tidak gampang mati, defense rapat, bertenaga dan sudah sering ketemu kami juga di latihan. Di ganda putra, kekuatannya sudah hampir merata, yang di bawah sudah mendekati banget sama kita-kita yang di atas," kata Hendra kepada Bolalob.

"Soal permainan tadi, kami terbawa main dengan bola-bola panjang, banyak drive, kurang mau main net. Mungkin karena dari latihan sekarang masih fokus ke power, otomatis terbawa di permainan di simulasi. Memang mulai minggu depan baru lebih banyak ke stroke, latihan net, melatih pukulan-pukulan yang menjadi kelebihan-kelebihan kami," ujar Hendra. 

Baca Juga :


Sementara itu, Ahsan berpendapat bahwa tanpa turnamen membuat mereka belum menemukan irama permainan mereka. 

"Tidak ada pertandingan mungkin memang membuat kami belum menemukan irama permainan lagi. Dari sini kami bisa belajar untuk lebih siap lagi ke depan," ucap Ahsan dikutip dari Badmintonindonesia.org.

"Memang harus diakui lawan bermain cukup baik hari ini," lanjutnya. halaman 2 dari 3
Kepala Pelatih Ganda Putra PBSI Herry IP juga mengatakan hal senada soal kekalahan Hendra/Ahsan di simulasi kali ini. 

"Kalau saya melihatnya, mereka belum bisa kembali ke pola permainannya. Ini sepertinya terpengaruh dengan latihan yang saya berikan," tutur Herry.

Baca Juga :


"Jadi beberapa waktu terakhir, latihan kita fokuskan pada penguatan otot tangan. Kalau dilihat tadi mainnya panjang-panjang, adu kuat padahal gaya main Ahsan/Hendra tidak seperti itu. Ini saya rasa efek program tadi," jelas pelatih yang dijuluki Naga Api ini. 

Baik Hendra/Ahsan dan Herry sama-sama mengevaluasi hasil di simulasi ini. Masih ada waktu dua pekan lagi untuk membenahi kekurangan mereka. Herry menambahkan, bahwa dari segi kekuatan, Hendra/Ahsan mengatakan ada peningkatan. Di program persiapan selanjutnya, Herry bakal fokus pada pola dan strategi permainan. halaman 3 dari 3


Terakhir diubah:  17/06/21 - 10:35






Video Trending



Berita Terkait


1627126126232

End of content

No more pages to load



Kamu dapat 6


Apa Ini?