Salam Anti Pemerintah, Pemain Timnas Myanmar Minta Suaka di Jepang


  •    Robert
  •    17/06/21 - 16:30
  •    2.560

Myanmar (Goal.com)
Myanmar (Goal.com)

Penjaga gawang tim nasional Myanmar yang memberi hormat anti-kudeta selama pertandingan melawan Jepang di babak kualifikasi Piala Dunia 2022, telah menolak untuk pulang ke negaranya dan akan mencari suaka di Jepang, kata pengacaranya kepada AFP.

Myanmar berada dalam kekacauan sejak kudeta terjadi di Februari menggulingkan pemerintah terpilih Aung San Suu Kyi, memicu protes besar dan bentrokan antara militer dan tentara pemberontak etnis di daerah perbatasan.

Bulan lalu, penjaga gawang pengganti Pyae Lyan Aung mengangkat hormat tiga jari saat lagu kebangsaan dimainkan sebelum kualifikasi Piala Dunia melawan Jepang.

Baca Juga :


Rabu malam, dia mengatakan kepada petugas imigrasi Jepang di bandara di Osaka bahwa dia tidak akan naik pesawat kembali ke Myanmar.

"Setelah mengkonfirmasi keinginannya, kami akan melanjutkan prosedur untuk mencari status pengungsi baik di Osaka atau di Tokyo," tambah Watanabe.

"Sudah jelas (bahwa dia adalah seorang pengungsi politik) setelah dia memberi hormat tiga jari. Saya berharap status pengungsinya akan diakui sesegera mungkin," kata Watanabe. halaman 2 dari 3
Penyiar nasional NHK menunjukkan rekaman pemain berbicara melalui penerjemah di Osaka pada Rabu malam.

"Jika saya kembali ke Myanmar, hidup saya akan dalam bahaya. Saya memutuskan untuk tinggal di Jepang," katanya.

"Pemerintah dan rakyat Jepang harus mengetahui situasi Myanmar. Saya meminta kerja sama Anda," tambahnya.

Salam tiga jari telah sering digunakan sebagai bentuk demonstrasi perlawanan oleh pengunjuk rasa selama krisis yang terjadi di Myanmar. Dimana para demonstran ditindas secara brutal, dengan lebih dari 800 orang tewas dan ribuan terluka, menurut kelompok hak asasi manusia.

Baca Juga :


Pesepakbola, yang rekan satu timnya diyakini telah kembali ke rumah Rabu, mengatakan dia tidak akan kembali sampai pemimpin terguling Aung San Suu Kyi kembali berkuasa.

Namun dia mengakui kekhawatiran tentang konsekuensi dari keputusannya, menambahkan: "jika ada bahaya yang terjadi pada rekan tim atau anggota keluarga saya, saya akan kembali ke Myanmar untuk ditangkap."

Jepang hanya menerima beberapa permohonan suaka setiap tahun, tetapi pada bulan Mei kementerian kehakiman mengatakan penduduk Myanmar yang sudah berada di negara itu akan dapat memperpanjang masa tinggal mereka sebagai tindakan darurat, mengingat kudeta sedang terjadi. halaman 3 dari 3








Video Trending



Berita Terkait


1625126245511

End of content

No more pages to load



Kamu dapat 6


Apa Ini?