14 Pebulutangkis yang Sudah Diskenariokan dapat Medali Emas Olimpiade, Ada 4 Wakil Indonesia


  •    Kukuh Wahyudi
  •    21/07/21 - 14:20
  •    9.989

Zhang Nan/Zhao Yunlei, ganda campuran China (Bwfbadminton.com)
Zhang Nan/Zhao Yunlei, ganda campuran China (Bwfbadminton.com)

Kim Dong Moon/Gil Young Ah (ganda campuran/Korsel), Taufik Hidayat (tunggal putra/Indonesia), Lee Yong Dae/Lee Hyo Jung (ganda campuran/Korsel) merupakan tiga pebulutangkis (tunggal & ganda) yang sukses meraih emas Olimpiade meski bukan terdaftar sebagai unggulan.

Sebaliknya, tentunya ada pula deretan pebulutangkis (tunggal & ganda) yang sukses mengakhiri Olimpiade sesuai skanario. Total ada 14 pebulutangkis yang memang tercatat sebagai unggulan teratas mampu mewujudkan status unggulannya itu dengan raihan medali emas. 

Dari daftar yang ada, terdapat empat wakil Indonesia. Mereka adalah Susy Susanti yang menjadi unggulan pertama Olimpiade Barcelona 1992, Ricky Subagja/Rexy Mainaky (Atlanta 1996), Tony Gunawan/Candra Wijaya (Sydney 2000), dan Markis Kido/Hendra Setiawan (Beijing 2008).

Penasaran siapa saja sisanya, berikut Bolalob sajikan:

Baca Juga :
halaman 2 dari 3
BARCELONA 92
Susi Susanti (Indonesia/Tunggal Putri)
Susy maju tanpa kehilangan satu game pun tetapi dipaksa main tiga set oleh Bang Soo Hyun di laga final. Bang mengambil game pertama dengan nyaman (11-5) sebelum Susanti melakukan comeback untuk memenangkan emas Olimpiade pertama dalam olahraga tersebut.

Kim Moon Soo/Park Joo Bong (Korsel/Ganda Putra)
Final datang ke juara dunia Kim/Park dengan menghadapi Eddy Hartono/Rudy Gunawan, pemenang All England beberapa bulan sebelumnya. Tapi ganda Korsel itu mampu menang 15-11, 15-7.

Hwang Hye Young/Chung So Young (Korsel/Ganda Putri)
Hwang/Chung sukses mengandaskan Guan Weizhen dan Nong Qunhua dari China dengan skor 18-16, 15-13.

ATLANTA 96
Ricky Subagja/Rexy Mainaky (Indonesia/Ganda Putra)
Final menampilkan persaingan paling terkenal di era itu, Rexy/Ricky versus Cheah Soon Kit/Yap Kim Hock (Malaysia). Malaysia sempat unggul 11-1 di game pertama dan menang 15-5. Tapi Indonesia tetap tenang untuk memenangkan dua game berikutnya yang berlangsung ketat 15-13, 15-12.

SYDNEY 2000
Gong Zhichao (China/Tunggal Putri)
Dua unggulan teratas Gong dan Dane Camilla Martin melaju ke final seperti yang diharapkan. Bintang Cina itu menghadapi beberapa perlawanan di game pertama sebelum menang 13-10 dan 11-3.

Tony Gunawan/Candra Wijaya (Indonesia/Ganda Putra)
Final ini juga menampilkan dua unggulan teratas, dengan Tony/Candra berkuasa atas juara dunia Lee Dong Soo/Yoo Yong Sung (Korsl) 15-10, 9-15, 15-7 dalam pertarungan yang berlangsung selama 77 menit.

Ge Fei/Gu Jun (China/Ganda Putri)
Pasangan China, juara bertahan dari empat tahun sebelumnya, merebut gelar lagi tanpa kehilangan satu pertandingan pun. Final melawan rekan senegaranya Huang Nanyan/Yang Wei berakhir hanya dalam waktu 35 menit. Dalam kemenangannya, Ge dan Gu menjadi juara ulangan pertama bulu tangkis di Olimpiade.

ATHENA 2004
Zhang Jiewen/Yang Whei (China/Ganda Putri)
Setelah gagal dalam upaya pertamanya, Yang kembali untuk mengambil mahkota dengan mitra baru, Zhang. Di final all-China, mereka mengalahkan Huang Sui dan Gao Ling 7-15 15-4 15-8.

BEIJING 2008
Lin Dan (China/Tunggal Putra)
Lin Dan yang bersemangat merebut emas Olimpiade pertamanya dengan mengalahkan Lee Chong Wei 21-12 21-8.

Markis Kido/Hendra Setiawan (Indonesia/Ganda Putra)
Ganda Indonesia ini membenarkan unggulan mereka, mengatasi favorit tuan rumah Cai Yun/Fu Haifeng meski kalah di game pertama 12-21. Kido/Setiawan bangkit untuk merebut gim keduia dan ketiga, 21-11 21-16.

LONDON 2012
Cai Yun/Fu Haifeng (China/Ganda Putra)
Cai/Fu menebus kesalahannya di Beijing dengan meraih medali emas, memenangkan semua pertandingan mereka. Final berakhir dengan skor 21-16 21-15 atas ganda putra Denmark, Mathias Boe/Carsten Mogensen.

Zhang Nan/Zhao Yunlei (China/Ganda Campuran)
Pebulutangkis peringkat satu dunia Zhang dan Zhao mengungguli rekan senegaranya dari Tiongkok Xu Chen/Ma Jin untuk mencatatkan kemenangan dominan 21-11 21-17.

RIO 2016
Carolina Marine (Spanyol/Tunggal Putri)
Marin memiliki sedikit masalah untuk mencapai final, di mana ia memberikan game pertama 19-21 kepada unggulan sembilan Pusarla V Sindhu. Akhirnya Marin meningkatkan permainannya untuk memenangkan duel yang tersisa 21-12 21-15 dan menjadi pebulutangkis wanita pertama dari Eropa yang meraih emas.

Misaki Matsutomo/Ayaka Takahashi (Jepang/Ganda Putri)
Matsutomo dan Takahashi bertahan melawan Christinna Pedersen/Kamilla Rytter Juhl dari Denmark untuk memberi Jepang emas Olimpiade pertamanya. halaman 3 dari 3


Terakhir diubah:  23/07/21 - 14:38






Video Trending



Berita Terkait


1628134202562

End of content

No more pages to load



Kamu dapat 6


Apa Ini?