Pebulutangkis Vietnam Jalani Olimpiade Keempatnya di Tokyo


  •    Robert
  •    21/07/21 - 19:20
  •    2.692

Pebulutangkis Vietnam, Nguyen Tien Minh (BWF)
Pebulutangkis Vietnam, Nguyen Tien Minh (BWF)

Pebulutangkis Nguyen Tien Minh menjadi salah satu wakil Vietnam di ajang Olimpiade Tokyo 2020.

Dengan usia sudah menginjak 38 tahun, Nguyen Tien Minh masih menjadi harapan terbesar Vietnam di Olimpiade tahun ini, karena mereka belum menemukan pengganti yang layak.

Minh adalah pemain bulu tangkis tertua di Olimpiade Tokyo 2020, dua tahun lebih tua dari veteran Sri Lanka Niluka Karunarate. Sementara legenda bulu tangkis seperti Lee Chong Wei dari Malaysia atau Lin Dan dari China sudah pensiun pada usia 37.

Baca Juga :


Minh masih berada di peringkat 32 dunia dan mungkin akan terus berpartisipasi di Asian Games China tahun depan.

“Saya merasa terhormat mewakili Vietnam di ajang Olimpiade keempat saya. Dengan pengalaman dari Olimpiade sebelumnya, saya akan mengincar yang teratas. Belakangan ini, karena pandemi, kondisi latihan sulit, tetapi saya berusaha untuk meningkatkan. Saya Saya dalam kondisi yang baik dan berharap saya akan memiliki Olimpiade paling sukses dalam karir saya dan meninggalkan sesuatu untuk diingat oleh para penggemar," kata Minh dikutip dari VnExpress.

Selain menjadi atlet Vietnam pertama yang tampil dalam empat pertandingan Olimpiade berturut-turut, Minh juga menyamai legenda Lee dan Lin dalam jumlah penampilan Olimpiade mereka. Namun sayangnya dia tidak pernah berhasil melewati babak pertama.

Pada Olimpiade Beijing 2008, Minh kalah dari pemain top Taiwan Hsieh Yu-hsing. Empat tahun setelahnya di London, ia menang melawan Yuhan Tan dari Belgia, meskipun dalam pertandingan yang menentukan dengan Parupalli Kashyap dari India, ia kalah. Di Olimpiade Rio 2016, Minh kalah dari Lin Dan.

Pada Olimpiade Tokyo kali ini, Minh berada di grup L bersama pemain Azerbaijan-Indonesia Ade Resky Dwicahyo, dan peringkat tiga dunia, Anders Antonsen dari Denmark. Terakhir kali Minh bertemu dengan pemain 10 besar adalah pada tahun 2019 ketika ia kalah dari peblutangkis nomor satu dunia Kento Momota dari Jepang. halaman 2 dari 2
Minh memenangkan medali perunggu di kejuaraan Asia pada tahun yang sama, pencapaian tertinggi kedua dalam karirnya setelah perunggu di kejuaraan dunia pada tahun 2013. Karir Minh juga mencakup tiga medali perunggu yang dimenangkan di SEA Games 2007, 2013 dan 2017.

Untuk mendapatkan medali di Olimpiade, ia harus menjadi juara grup untuk melaju ke babak selanjutnya, artinya ia harus mengalahkan Dwicahyo dan Antonsen. Minh menghadapi Antonsen pada 2018 dan kalah. Tiga tahun kemudian, Antonsen semakin meningkat, melompat dari peringkat 16 ke peringkat tiga dunia.

Baca Juga :


Minh memainkan dua turnamen internasional pada tahun 2020 termasuk Australia Terbuka dan Thailand Masters tetapi tersingkir di pertandingan pertama.

"Pada usia saya, lawan bukanlah perhatian utama. Yang penting adalah bagaimana mempertahankan bentuk yang baik, bermain dengan kemampuan terbaik saya dan memanfaatkan pengalaman saya. Hanya dengan begitu Anda bisa berharap untuk maju."

Minh akan memulai Olimpiade Tokyo dengan pertandingan melawan Antonsen pada 25 Juli.


Ternyata ini bedanya Hyperspeed vs LS Ultra! - Wahsabi









Video Trending



Berita Terkait


1628134202562

End of content

No more pages to load



Kamu dapat 6


Apa Ini?