Sejarah Olimpiade Cenderung Memihak Marcus/Kevin Dibandingkan Hendra/Ahsan


  •    Kukuh Wahyudi
  •    21/07/21 - 21:20
  •    6.369

Marcus/Kevin, berlabel unggulan teratas di Olimpiade Tokyo 2020.
Marcus/Kevin, berlabel unggulan teratas di Olimpiade Tokyo 2020. (bwfbadminton.com)

Ganda putra Indonesia, Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo, melangkah ke Olimpiade Tokyo 2020 dengan status unggulan pertama. Bila melihat sejarah Olimpiade, maka keduanya berpeluang besar untuk meraih medali emas.
 
Pasalnya, dalam tujuh kali bulutangkis dipertandingkan di Olimpiade, unggulan teratas ganda putra sukses menjadi juara dalam lima penyelenggaraan. Momen itu terjadi di Barcelona 1992, Atlanta 1996, Sydney 2000, Beijing 2008, dan London 2012.

Kim Moon Soo/Park Joo Bong (Korsel) menjadi juara di Barcelona 1992. Final datang ke juara dunia Kim/Park itu dengan menghadapi Eddy Hartono/Rudy Gunawan (Indonesia), pemenang All England beberapa bulan sebelumnya. Ganda Korsel itu akhirnya mampu menang 15-11, 15-7.

Ricky Subagja/Rexy Mainaky (Indonesia) yang jadi unggulan teratas di Atlanta 1996 sukses meraih emas. Final menampilkan persaingan paling terkenal di era itu, Rexy/Ricky versus Cheah Soon Kit/Yap Kim Hock (Malaysia). Malaysia sempat unggul 11-1 di game pertama dan berujung menang 15-5. Tapi Indonesia tetap tenang untuk memenangkan dua game berikutnya yang berlangsung ketat 15-13, 15-12.

Tony Gunawan/Candra Wijaya (Indonesia) tak hanya diunggulan di urutan pertama, mereka pun mampu mewujudkannya di akhir Olimpiade Sydney 2000. Di final mereka bertemu dengan juara dunia Lee Dong Soo/Yoo Yong Sung (Korsel) dan menang dengan skor 15-10, 9-15, 15-7 dalam pertarungan yang berlangsung selama 77 menit.

Baca Juga :


Setelah Kim Moon Soo/Park Joo Bong, Ricky/Rexy, dan Tony/Candra, giliran Markis Kido/Hendra Setiawan (Indonesia). Mereka membenarkan unggulan mereka di Beijing 2008. Kido/Hendra sukses mengatasi favorit tuan rumah Cai Yun/Fu Haifeng (China) meski kalah di game pertama 12-21. Kido/Setiawan bangkit untuk merebut gim kedua dan ketiga, 21-11, 21-16.

Edisi terakhir unggulan pertama meraih emas adalah di London 2012. Kala itu Cai Yun/Fu Haifeng sukses menebus kesalahannya di Beijing dengan meraih medali emas. Final berakhir dengan skor 21-16, 21-15 atas ganda putra Denmark, Mathias Boe/Carsten Mogensen.

Sementara itu, hanya ada dua edisi di mana ada ganda putra yang bukan unggulan teratas mampu meraih emas. Momen itu terjadi di Athena 2004 saat Ha Tae-kwon/Kim Dong-moon (Korsel) menjadi juara dan di Rio 2016 Zhang Nan/Fu Haifeng meraih emas.

Padahal di edisi 2004 Jonas Rasmussen/Lars Paaske (Denamrk) yang menjadi unggulan pertama dan di 2016 ada Lee Young Dae/Yoo Yeon Seong jadi unggulan teratas.

Maka, Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan yang menjadi ganda putra kedua Indonesia yang lolos ke Olimpiade 2020 berisiko gagal meraih emas jika membaca rekam jejak yang ada. Tapi, bukan berarti tak ada peluang seperti  Ha Tae-kwon/Kim Dong-moon dan Zhang Nan/Fu Haifeng. halaman 2 dari 2








Video Trending



Berita Terkait


1627542001611

End of content

No more pages to load



Kamu dapat 6


Apa Ini?