Idolakan Hendra Setiawan, Pemain Malaysia Nantikan Pertemuan di Olimpiade


  •    Widya Amelia
  •    22/07/21 - 12:20
  •    2.203

Aaron Chia/Soh Wooi Yik dan Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan (Badmintonindonesia.org/Widya Amelia)
Aaron Chia/Soh Wooi Yik dan Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan (Badmintonindonesia.org/Widya Amelia)

Pemain ganda putra Malaysia, Aaron Chia ternyata menjadikan Hendra Setiawan sebagai role model. Di usia 11 tahun, Chia sudah menonton aksi Hendra memenangkan medali emas Olimpiade Beijing 2008 bersama Markis Kido (alm). 

Chia menilai Hendra punya inteligensi tinggi dan mampu membaca permainan lawan. Hendra juga disebutnya punya taktik dan strategi permainan yang brilian. 

Siapa sangka 13 tahun kemudian, Chia bersama pasangan mainnya, Soh Wooi Yik akan bertarung melawan Hendra dan Mohammad Ahsan di panggung Olimpiade. Chia/Yik dan Hendra/Ahsan akan bertanding di penyisihan grup D Olimpiade Tokyo 2020.

Baca Juga :


"Saya sangat menantikan pertandingan melawan Hendra/Ahsan minggu ini. Saya masih ingat di Olimpiade Beijing 2008, saat pertama saya mengidolakan Hendra. Di usia muda, sebagian besar kami berawal dari pemain tunggal, kami sering menonton pertandingan tunggal putra, saya juga ngefans sama Taufik Hidayat," kata Chia, dikutip dari The Star. 

"Tapi saya tertarik dengan permainan Hendra, dia sangat pintar membaca permainan dan punya kemampuan mengontrol permainan depan. Cegatannya, ide dan taktiknya juga fantastis," lanjut Chia. 

Tak cuma di lapangan, Chia juga mengagumi sosok Hendra di luar lapangan. Meski punya titel juara dunia dan telah merebut medali emas Olimpiade, namun Hendra tetap menjadi pribadi yang sederhana. 

"Hendra juga sosok family man, saya bisa belajar dari dia karena saya juga ayah dari dua anak saya," ujar Chia. 

Chia juga kagum dengan kerja keras Hendra yang walaupun tahun ini ia memasuki usia 37 tahun, namun Hendra masih bisa menjadi pemain elit dunia dan bersaing dengan para pemain muda. halaman 2 dari 2








Video Trending



Berita Terkait


1627530205878

End of content

No more pages to load



Kamu dapat 6


Apa Ini?