Kebijakan PSSI Justru Lebih Banyak Memecah-Belah


  •    Murtianto
  •    01/02/12 - 08:11
  •    427

Kebijakan PSSI Justru Lebih Banyak Memecah-Belah

Kebijakan PSSI lebih banyak mengakibatkan perpecahan bagi anggotanya. Ini membuat perkembangan sepakbola nasional sama sekali tidak kondusif. Kemunculan dualisme kompetisi dari level tertinggi sampai di bawahnya, pembentukan klub yang kembar hingga pembekuan Pengurus Provinsi Pengprov menunjukkan keputusan PSSI lebih banyak memecah-belah.

Terakhir, tindakan PSSI adalah pembekuan sembilan pengprov, Jawa Timur, Jawa Barat, Kalimantan Timur, DKI Jakarta, DIY Yogyakarta, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Selatan, Lampung dan Bengkulu. Pembekuan itu disampaikan oleh Udin Mulyono, staf ahli PSSI.

"Jelas PSSI sudah kehilangan kepercayaan dari anggota. Pasalnya sejak awal apa pun keputusan yang dikeluarkan selalu memecah-belah dan membuat resah. Dimulai dari pembentukan PT LPIS dan kompetisi sampai menjadi dua. Ini membuktikan kegagalan PSSI, selain makin tumpulnya nurani para pengurusnya," kata Dwi irianto, Sekum Pengprov PSSI DI Yogyakarta yang ikut dibekukan.

Menurutnya wajar bila situasi itu mendorong anggota PSSI untuk meminta KLB. Bahkan anggota yang mengajukan permohonan terus bertambah. Bila semula 452 anggota, kini jumlahnya menjadi 504 anggota. Ada klub yang tetap mengikuti kompetisi yang dikelola PT LPIS yang berarti di bawah PSSI. Tapi mereka secara tertulis menyatakan dukungannya untuk menggelar KLB.

Dwi menilai pembekuan Pengprov Kaltim misalnya dinilai mengada-ada. Pasalnya, PSSI memberikan alasan bahwa pembekuan itu atas permintaan Pengcab dan klub-klub anggota. Padahal, tidak ada permintaan dari mereka agar Pengprov Kaltim dibekukan.

"Bukankah di Kaltim ada Persiba Balikpapan, Persisam dan Mitra Kukar yang bermain di LSI. Apakah benar mereka menghendaki Pengprov Kaltim dibekukan? Kaltim dan anggota di dalamnya sepakat menghendaki KLB,"? tandas Dwi.








Video Trending



Berita Terkait


1600391402006

End of content

No more pages to load



Kamu dapat 6


Apa Ini?