(Foto: bolalob)

Taklukan PON Papua Barat, Bintang Timur Surabaya Juara Piala Emas Futsal Indonesia 2016

Bintang Timur Surabaya mengukuhkan diri menjadi yang terbaik di Piala Emas Futsal Indonesia 2016 setelah di partai final berhasil mengalahkan tim futsal PON Papua Barat pada Minggu (7/8/2016) di GOR Ciracas, Jakarta Timur.

Di babak pertama, kedua tim saling membangun serangan. Bintang Timur bermain lebih berpola dengan dan mengandalkan umpan-umpan akurat. Bayu Aditya, Anza Rizal, dan Reka Cahya beberapa kali membahayakan gawang Papua Barat.

Sementara Papua Barat meski bermain cukup agresif, terlihat kesulitan menembus pertahanan BTS yang dikomandoi Anza dan Ali Al Hamid. Beberapa kali peluang yang dihasilkan Jhon Rumruren, Melkias Sada, dan Marselino Waroy gagal jadi gol. Skor imbang tanpa gol menutup babak pertama.

BTS tampil ngegas di awal babak kedua. Satu peluang emas Rkea Cahya sepakan kerasnya masih melenceng dari gawang kiper Papua Barat, Dimas Dwi.

Peluang kedua BTS di menit 23 berbuah handsball di area penalti Papua Barat. Eko Arianto mengeksekusi bola sepakan Penalti dengan apik membawa BTS unggul.

Papua Barat makin ngegas pasca tertinggal. Marselino, Jhon, Melki, dan Chris Yembise beberapa kali mengobrak-abrik pertahanan BTS.

Namun BTS berhasil menambah keunggulan lewat sepakan Eko Arianto mengakhiri kerjasama apik pemain BTS di menit 36.

Papua Barat baru bisa memperkecil ketinggalan satu menit kemudian lewat Marselino Waroy memanfaatkan kemelut di depan gawang kiper Syaldi. Fokus mengejar, PON Papua Barat kurang konsentrasi menjaga pertahanan. Menit 37 Mulham Arufin membobol gawang Papua Barat untuk yang ketiga kalinya lewat sepakan keras.

Papua Barat terus menggempur pertahanan BTS di sisa menit. Ketangguhan kiper Syaldi mampu meredam ambisi lawan. Baru 54 detik sebelum laga usai, Jhon Rumruren membelokan bola di depan gawang BTS yang memperkecil ketinggalan.

Gol Jhon menjadi yang terakhir di laga ini dan membuat BTS menjuara PEFI 2016 dengan skor 3-2.

PERASAAN KAMU MEMBACA ARTIKEL INI

  • Sebarkan

KOMENTAR(1)


Rekomendasi



Berita Terkait


Manajemen Persebaya Brantas Calo di Laga Spesial 90 Tahun
Jelang pertandingan Anniversary Game 90 Persebaya Surabaya aksi percaloan sudah mulai marak. Manajemen Bajul Ijo pun tak lantas tinggal diam.Tak hanya memberantas, tapi manajemen juga meminta Bonek untuk membasmi calo tiket. Laga ulang tahun klub ke-90 itu bakal dilangsungkan pada Minggu, 18 Juni.Baju Ijo bakal menjalani pertandingan eksebisi melawan Persik Kediri di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya. Tiket box pun sudah dibuka sejak Selasa (06/06/17).[suggestedarticle]Percaloan membuat pendukung yang belum membeli tiket menggantungkan nasib kepada calo. Manajemen sendiri telah merilis harga tiket Anniversary Game untuk dua kategori, yakni Fans sebesar Rp 27 ribu dan Super Fans senilai Rp 90 ribu.Tentu saja harga tiket laga eksebisi nanti dipastikan berlipat ganda saat dibeli dari para calo. Dikutip dari akun ofisial Persebaya, disebutkan jika maraknya calo tiket telah ditanggapi secara cepat oleh pihak kepolisian.[suggestedarticle]Waka Intelkam Polrestabes Surabaya, Kompol Edy Kresno menyatakan pihaknya sudah menghimbau kepada para calo untuk tidak melakukan praktek percaloan kembali."Jika masih ditemukan kegiatan percaloan, akan diambil tindakan tegas!," ujarnya.Tak hanya itu, manajemen Persebaya juga berharap Bonek bisa membagikan informasi tindakan percaloan di setiap ticket box.
Ini Kelemahan Persebaya Di Mata Pelatih Alfredo Vera
Sejak dua pekan lalu ditunjuk sebagai pelatih Persebaya Surabaya, Angel Alfredo Vera mulai tau kelemahan-kelemahan yang terdapat dalam tim asuhannya sekarang ini. Apalagi setelah kalah dalam uji coba melawan PS Badung 0-1 di Bali, Sabtu (10/6).Skuat Persebaya telah terbang kembali dari Bali ke Surabaya, Minggu (11/6) setelah latihan bersama di Bali selama sepekan.Menurut Alfredo Vera, penyelesaian akhir menjadi pekerjaan rumah yang dibawa pulang dari pemusatan latihan di Bali. Ia menambahkan, para pemainnya masih kurang tenang dalam mengeksekusi peluang. Selain aspek finishing touch, Alfredo juga menyorot masalah akurasi sepakan.[suggestedarticle]Saat uji coba lawan PS Badung di Lapangan Gelora Samudra, Kuta, Persebaya tampil sangat dominan. Mesin gol Persebaya macam Misbakhus Solikin, Rishadi Fauzi dan Oktafianus Fernando silih berganti mengancam gawang PS Badung. Tapi, tak ada gol yang dihasilkan."Anak-anak kurang tenang untuk finishing. Kami harus perbaiki akurasi dan penyelesaian akhir," jelas Alfredo.Penyelesaian akhir Persebaya memang terlalu lemah. Banyak peluang matang yang justru gagal dimaksimalkan menjadi gol. "Seharusnya kami bisa cetak gol hari ini. Tapi kami tidak bisa melakukan itu,” kata Alfredo.Setelah bermain tanpa gol di babak pertama, Alfredo merombak komposisi pemain Persebaya di paruh kedua. Mantan pelatih Persipura Jayapura itu ingin memberikan kesempatan kepada seluruh pemain untuk tampil di laga ini. Hanya dua nama yang tak merumput, yakni kiper Miswar Syahputra dan winger Thaufan Hidayat karena cedera.Menurut Alfredo, asuhannya bagus di babak pertama, mengontrol pertandingan sampai menit ke-70. Sayangnya beberapa keputusan salah diambil pemainnya. Bahkan ia menekankan perlunya improvisasi dari pemain untuk menerobos pertahanan lawan."Pemain lah yang harus ambil keputusan. Saya tidak bisa berbuat banyak. Saya cuma bisa urus permainan harus seperti apa. Yang lain mungkin improvisasi pemain," tutur pelatih asal Argentina ini.Alfredo berjanji membeberkan pekerjaan rumahnya ini sebelum kompetisi kembali bergulir awal Juli mendatang. "Masih ada banyak waktu untuk koreksi dan perbaiki kejadian hari ini," tutur Alfredo.
visibility  549 kali
Pemain Persebaya Sambut Kehadiran Pelatih Baru
Para pemain Persebaya Surabaya menyambut baik kedatangan pelatih baru Angel Alfredo Vera, usai menggantikan posisi Iwan Setiawan.Gelandang lincah milik Bajul Ijo, Rendi Irwan merasa dirinya dan para rekannya yang lain siap beradaptasi dengan metode yang dimiliki pelatih baru.“Semua pelatih punya cara sendiri-sendiri dalam menangani tim,” ujar Rendi Irwan.“Saya dan teman-teman tak pernah merasa tidak nyaman siapa pun pelatihnya, begitu pula ketika coach Angel Alfredo Vera pegang tim ini. Sikap dan caranya melatih sangat profesional dan kami respek pada beliau,” lanjutnya.[suggestedarticle]Hal senada juga dikatakan oleh pemain tim Bajul Ijo lainnya, Kurniawan Karman. “Tidak ada perbedaan signifikan antara coach Angel Alfredo Vera dengan pelatih sebelumnya,” tutur mantan gelandang Persiba Balikpapan ini.“Memang ada perbedaan pada penerapan taktik strategi, serta cara main, tapi tidak mungkin saya ungkap karena itu jadi rahasia kami,” tambahnya.Manajemen Persebaya menunjuk Angel Alfredo Vera sebagai pelatih untuk menggantikan Iwan Setiawan yang dipecat. Iwan Setiawan didepak sebagai akibat ulahnya mengacungkan jari tengah ke arah Bonek yang membuatnya menjadi sasaran kecam pendukung setia tim Bajul Ijo itu.“Kami merasa cocok dan nyaman dengan Angel Alfredo Vera. Selain punya trek rekor baik, dia juga sudah sangat siap, sudah punya visi dan perencanaan yang detail untuk Persebaya,” sebut Azrul Ananda, Presiden Klub Persebaya.
visibility  432 kali
Penggawa Bintang Timur Surabaya U-20 Naik Kelas ke Tim Senior
Tim futsal Bintang Timur Surabaya memulai persiapan liga musim depan dengan mengikuti ajang Piala Emas Futsal Indonesia 2017.Di ajang PEFI 2017 kali ini, mereka tetap mempertahankan sebagian besar skuat yang berhasil meraih peringkat ketiga di PFL 2017. Bahkan BTS juga memanggil beberapa pemain di skuat U-20 ke tim senior.[suggestedarticle]"Ada tiga pemain dari U-20 yang bakal memperkuat tim senior di PEFI 2017," kata asisten manajer, Andika Amorino, kepada Bolalob. Salah satu pemain yang bakal naik kelas adalah Fadhil Alfarisy yang sukses meraih gelar top scorer di Bolalob FFI U-20 Futsal Champipnship 2017 pada Mei lalu.Ketiga pemain ini ikut serta dalam pemusatan latihan tim mulai 6 Juni ini di Baskhara Arena, Surabaya.
visibility  1077 kali
Persiapan di Bulan Ramadhan, Ini Jadwal Latihan Bintang Timur Surabaya
Tim futsal Bintang Timur Surabaya melakukan pemusatan latihan untuk mengikuti ajang Piala Emas Futsal Indonesia 2017.Di bulan Puasa ini, BTS hanya latihan satu kali dalam sehari yang digelar di markas mereka, Baskhara Futsal Arena, Surabaya.“Latihan kami mulai 5 Juni 2017 hingga 17 Juni 2017. Setiap hari latihan kami gelar satu kali yakni pukul 16.00 hingga 18.00 WIB,” kata pelatih BTS, Eko M Purbo dilansir Suryakabar.[suggestedarticle]Bintang Timur Surabaya sendiri merupakan juara bertahan di ajang Piala Emas Futsal Indonesia tahun lalu dan berniat mempertahankan gelarnya pasca meraih peringkat ketiga Pro Futsal league 2017 Mei lalu.PEFI 2017 sendiri bakal digelar di GOR Ciracas, Jakarta Timur, pada 15-22 Juli mendatang yang bakal diikuti puluhan peserta dari seluruh Indonesia.
visibility  1007 kali
Bintang Timur Surabaya Gelar Pemusatan Latihan di Bulan Ramadhan
Pasca meraih peringkat ketiga di Pro Futsal League 2017, Bintang Timur Surabaya tak berlama-lama beristirahat.Mereka masih punya agenda lanjutan setelah PFL 2017 yaitu mempertahankan gelar juara Piala Emas Futsal Indonesia. Untuk itu mereka langsung menggelar pemusatan latihan di minggu kedua bulan Ramadhan atau mulai Senin (5/6) lalu.“Karena mepetnya persiapan, kami berharap semua pemain datang di latihan. Apalagi, masa rest kemarin sudah tiga minggu. Kami juga berharap pemain menjaga semangat, kebersamaan dan kekeluargaan,” kata Eko M Purbo, pelatih Bintang Timur Surabaya, dilansir Suryakabar.[suggestedarticle]Pemain yang akan dibawa sendiri tak banyak berubah. Masih ada nama-nama seperti Gusti Dian, Septyan Dwi Chandra dan Anza Rizal yang akan membela tim di ajang PEFI 2017.PEFI 2017 sendiri bakal digelar di GOR Ciracas, Jakarta Timur, pada 15-22 Juli mendatang yang bakal diikuti puluhan peserta dari seluruh Indonesia.
visibility  820 kali
Bermain Apik di Liga, Pemain Senior Ini Optimis Dipanggil Seleksi Timnas Futsal
Pemain senior yang sempat tercoret dari Timnas Futsal Indonesia, Andriansyah Agustin berharap bisa kembali dipanggil mengikuti seleksi.Timnas Futsal rencananya akan mengadakan seleksi pada awal Juli mendatang. Pemain yang bisa disapa Adom ini pun optimis dengan penampilannya di Pro Futsal League (PFL) 2017 kemarin dirinya yakin dipanggil.[suggestedarticle]"Kalo secara penampilan reguler semua orang tau saya terkendala cedera awal-awal musim, tapi menjelang final four dan final four saya bisa maen secara lebih baik," ungkapnya kepada Bolalob."Saya yakin ama kemampuan saya dan yakin bisa ke panggil. Walaupun penilaian ada dipihak Timnas," pungkasnya.
visibility  1203 kali
Persebaya Pilih Bali untuk Pemusatan Latihan
Klub asal Jawa Timur, Persebaya Surabaya memilih Bali sebagai pemusatan latihan mereka pada masa rehat Liga 2 berlangsung.Dibawah pelatih Angel Alfredo Vera, Persebaya akan melalukan TC di Bali mulai Minggu (4/6/2017) selama sepekan.Alfredo akan menekankan teknik dalam TC yang dijalaninya di Bali nanti. Semua pemain akan dibawanya terkecuali Taufan Hidayat yang masih mengalami cedera.[suggestedarticle]Alfredo mengungkapkan belum bisa mengetahui kemampuan semua pemainnya karena baru sepekan ini menangani tim setelah menggantikan Iwan Setiawan."Saya tidak bisa menilai pemain sekarang ini, pemain kita bagus-bagus semua, mereka rileks dalam latihan kali ini," ujarnya seusai latihan.Persebaya sendiri memaksimalkan latihan kali ini untuk melakukan uji coba sekali selama TC di Bali. Selanjutnya mereka akan melakukan uji coba menghadapi pertandingan klasik melawan Persik Kediri di Stadion Gelora Bung Tomo, Sabtu (17/6/2017) mendatang.
visibility  308 kali
Putra Legenda Persebaya Ini Tak Takut dengan Nama Besar Brasil
Tim nasional Indonesia U-19 akan menghadapi Brasil U-20 di laga pembuka Grup C 2017 Toulon Tournament, Rabu (31/5) malam waktu setempat di Stade d'Honneur Marcel Roustan.Bek timnas Rian Irianto yang juga merupakan putra dari legenda Persebaya, Bejo Sugiantoro mengaku tak takut dengan nama besar Brasil di ajang ini.Brasil memang memiliki tradisi kuat dalam turnamen tahunan di Toulon dengan sudah mengkoleksi total 8 gelar."Brasil memang tim yang kuat. Tapi Indonesia lebih kuat dari mereka. Indonesia tidak takut walaupun ada pemain dari Real Madrid. (Kami) yakin menang," ujar Rian yang juga kapten timnas ini, seperti dikutip dari Jawa Pos.[suggestedarticle]Namun menurut Rian kendala yang sedang dihadapi timnas adalah soal cuaca di Perancis yang sedang dingin, namun mereka sudah beradaptasi."Kendala sedikit di cuaca. Sebab di sini kan dingin. Tapi kami sudah beradaptasi," aku Rian."Saya kita persiapan kami sudah matang. Indonesia siap tantang Brasil," ujarnya.Selain Brasil, Indonesia juga akan menghadapi Skotlandia dan Republik Ceko dalam fase grup turnamen ini.
visibility  2586 kali
Tak Kalah Bergengsi, Pelatih Top Indonesia Ini Bangga Tangani Klub Liga 2
Kompetisi kasta kedua dan ketiga sepak bola Indonesia musim ini tak hanya diisi dengan persaingan klub-klub yang berambisi naik kasta tapi juga persaingan pelatih top di Tanah Air.Pintu menuju kasta tertinggi memang menggiurkan. Tak jarang klub-klub berani membayar mahal pelatih top yang sudah punya nama di Indonesia.Dengan merekrut pelatih dengan nama dan pengalaman mentereng, mereka diharapkan mampu mengangkat performa tim untuk bersaing dengan kontestan lain.[suggestedarticle]Berikut beberapa nama pelatih top yang menghiasi kasta bawah sepak bola Indonesia.Alfredo Vera (Persebaya Surabaya)Usai memecat Iwan Setiawan, Persebaya langsung mendatangkan Angel Alfredo Vera. Keputusan memakai pelatih berkebangsaan Argentina itu tak terlalu mengejutkan, karena memang ia sedang menganggur.Kehadiran pelatih 44 tahun itu diharapkan bisa meloloskan Persebaya ke kasta utama sepak bola Indonesia. Apalagi Vera merupakan pelatih yang membawa Persipura Jayapura juara TSC musim lalu. Tangan dingin Vera diharapkan bisa membawa Persebaya keluar dari papan tengah. Saat ini Bajul Ijo berada di posisi 7 dengan 5 poin.Kas Hartadi (Kalteng Putra)Kas Hartadi merupakan pelatih sukses yang pernah membawa Sriwijaya FC juara Indonesia Super League musim 2011-2012. Ia pun menjadi pelatih yang diidolakan para pendukung Sriwijaya FC.Selain di Palembang, Kas Hartadi sempat membesut Persikabo Bogor dan Cilegon United di pentas Divisi Utama, serta Pusamania Borneo FC di ajang Piala Presiden 2015. Setelah itu, dirinya meracik Persik Kediri di pentas Indonesian Soccer Championship (ISC) B 2016 hingga Kalteng Putra saat ini.[suggestedarticle]Kini, ia melatih Kalteng Putra yang berambisi naik kasta. Laskar Iren Mulang juga mendatangkan pemain berpengalaman seperti Galih Sudaryono, Usep Munandar, Stefanus Bungaran, dan Dede Hugo demi menopang kinerja Kas Hartadi di musim ini.Muhamad Zein Al Hadad (Persida Sidoarjo)Persida Sidoarjo mendatangkan eks pelatih Persija Jakarta musim ini. Cukup mengejutkan, karena banyak rumor yang menyebutkan dirinya sempat diminati beberapa klub Liga 1.Di Persida, Mamak (sapaan akrab Zein Al Hadad) dengan membawa Persida ke kompetisi kasta tertinggi musim depan. Meski demikian, Persida seperti sedikit berjudi, karena Mamak belum memiliki prestasi gemilang bersama klub.Namun, pengalaman meracik tim-tim besar seperti Assyabaab Galatama, Persebaya Surabaya, Persijatim Solo FC, Deltras Sidoarjo, Persija, hingga asisten pelatih Timnas U-23 di SEA Games 2015 bakal jadi modal utama.Jaino Matos (757 Kepri Jaya FC)Klub 757 Kepri Jaya FC memutuskan menggaet pelatih asal Brasil, Jaino Matos. Mengejutkan, karena Matos sebelumnya sempat mendapat tawaran dari klub Thailand dan juga Persija Jakarta.Perjuangan berat harus dilalui Jaino Matos bersama 757 Kepri Jaya meningat saat ini terjerembab di posisi 6 dengan 5 poin, atau terpaut 10 angka dari pemuncak klasemen sementara, PSMS Medan. Butuh usaha keras untuk mengangkat prestasi tim yang juga mengusung target lolos ke Liga 1 musim depan itu.Rudy Eka Priyambada (Celebest FC)Namanya melambung saat menangani klub Bahrain, Al Najma. Di klub tersebut, ia menunjukkan kapasitasnya sebagai pelatih muda berbakat.Kini, pelatih muda pemegang lisensi A AFC itu menangani Celebest FC di Indonesian Soccer Championship (ISC) B 2016. Ia pun sempat jadi kandidat pelatih Timnas U-19, sebelum akhirnya PSSI memilih Indra Sjafri.Kini di tahun kedua bersama Celebest FC, Rudy Eka menapaki jalur menuju prestasi. Tim yang bermarkas di Stadion Gawalise, Palu, berada di jalur yang benar dengan menempati posisi kedua klasemen sementara Grup 7.Subangkit (PSIS Semarang)Sama seperti Persebaya, PSIS Semarang merupakan klub legendaris yang terjebak di kompetisi kasta kedua sepak bola Indonesia. Berambisi kembali ke kasta tertinggi, PSIS pun menunjuk Subangkit sebagai pelatih. Nama Subangkit memang tak asing di sepak bola Tanah Air.Di bawah arahan Subangkit, PSIS kini bersaing ketat dengan Persis Solo dalam klasemen sementara Liga 2 Grup 4. PSIS mengemas 13 poin dan berada di urutan kedua.Daniel Roekito (Persiba Batang)Nama Daniel Roekito sudah tak asing lagi. Sebagai pelatih dirinya sudah banyak menangani klub-klub papan atas Indonesia, salah satunya adalah Persib Bandung.Pelatih yang pernah membawa Persik Kediri juara Liga Indonesia 2006 itu diberi target tinggi oleh manajemen Persibat, yakni lolos ke kasta utama sepak bola Indonesia.[suggestedarticle]Tentu saja, hal tersebut menjadi pekerjaan yang cukup berat bagi Danie Roekito. Namun, pengalamannya sebagai pelatih juara tampak harus diperhitungkan oleh lawan-lawannya di Liga 2.Steven Hansson (Sragen United)Pelatih asal Swedia ini namanya dikenal sebagai mantan pelatih Mitra Kukar dan Persela Lamongan. Ia adalah pelatih top di Indonesia yang juga banyak diminati klub-klub Liga 1 musim ini.Namun, Hansson malah memilih untuk memoles Sragen United di kompetisi Liga 2. Klub yang sebelumnya bernama Laga FC mempunyai target bertahan di Liga 2, dan manajemen melihat Hansson sosok yang pas untuk target tersebut.Tapi tak menutup kemungkinan Hansson bakal memoles Sragen United melebihi target. Apalagi, Hansson pelatih yang gemar memakai pemain muda, yang juga sejalan dengan filosofi klub.
visibility  2963 kali
1496201401812 tag