(Foto: bolalob)

Juara PEFI 2016, Bintang Timur Surabaya Mampu Tampil Konsisten

Bintang Timur Surabaya berhasil menjuarai ajang Piala Emas Futsal Indonesia 2016 setelah mengalahkan PON Papua Barat dalam laga final yang digelar pada Minggu (7/8/2016) di GOR Ciracas, Jakarta Timur.

Pemilik tim futsal BTS, Dimas Kurniawan, mengapresiasi kerja keras skuatnya yang mampu tampil cukup baik mengalahkan lawan-lawan kuat di PEFI kali ini.

"Para pemain mampu tampil signifikan dan mereka mampu tampil konsisten sepanjang gelaran. Memang yang tersulit itu, mempetahankan performa bagus. Dan mereka berhasil melakukannya," kata Dimas kepada Bolalob.

Selain itu, gelar juara ini juga menjadi awalan yang baik buat Bintang Timur yang akan mempersiapkan tim jelang liga futsal 2017.
editTerakhir diubah:  08/08/16 - 15:31

PERASAAN KAMU MEMBACA ARTIKEL INI

  • Sebarkan

KOMENTAR


Rekomendasi



Berita Terkait


Persebaya Surabaya Resmi Pecat Iwan Setiawan!
Manajemen Persebaya Surabaya resmi memutus kontrak snag pelatih Iwan Setiawan pada Senin (22/5).Direktur Tim Candra Wahyudi menjelaskan, setelah menimbang kondisi tim dan perkembangan yang terjadi di Persebaya sejauh ini, manajemen memutuskan untuk mengakhiri kontrak mantan pelatih Persija Jakarta tersebut."Keputusan ini diambil oleh manajemen setelah mengevaluasi kondisi yang terjadi selama beberapa pekan ini. Manajemen juga mempertimbangkan untuk menjaga suasana kondusif dalam internal tim dan warga Surabaya," jelas Candra seperti dilansir dari Jawa Pos. #PersebayaHotIssueManajemen Persebaya memutus kontrak Iwan Setiawan sebagai head coach Persebaya. — Official Persebaya (@persebayaupdate) May 22, 2017 #PersebayaHotIssueKeputusan ini diambil oleh manajemen, setelah mengevaluasi kondisi yang terjadi selama beberapa pekan ini. — Official Persebaya (@persebayaupdate) May 22, 2017 #PersebayaHotIssueManajemen mempertimbangkan untuk menjaga suasana kondusif internal tim dan warga Surabaya. — Official Persebaya (@persebayaupdate) May 22, 2017 Keputusan dalam memberhentikan sang pelatih karena tindakan yang tak layak ditunjukan oleh Iwan Setiawan beberapa waktu lalu.[suggestedarticle]Iwan yang nampak sangat emosi, terlibat adu mulut dengan suporter Persebaya, Bonek di halaman Stadion Demang Lehman, Minggu (30/4 lalu. Ia pun dilarang mendampingi tim dan mendapat denda senilai Rp 10 juta dari manajemen Persebaya."Manajemen akan mencari pelatih baru. Secepatnya akan kami umumkan kemudian," beber Candra.
Sempat Unggul, Persebaya Ditahan PSIM Yogyakarta
Persebaya sebagai tim tamu, sempat unggul namun akhirnya harus puas dengan bermain imbang dengan tuan rumah PSIM Yogyakarta 1-1 pada Liga 2 di Stadion Sultan Agung, Bantul, Kamis.Persebaya memimpin lewat gol Rishadi Fauzi yang mengecoh kiper Tito Rama. Skor babak pertama berakhir dengan 1-0 untuk tim tamu.Baru pada babak kedua PSIM mampu menyamakan kedudukan. Memasuki menit 53, Engkus berhasil menyelesaikan penetrasi Rangga Muslim yang merangsek hingga masuk kotak penalti. Umpan pendek Rangga disontek Engkus dan masuk ke gawang, membuat skor berubah menjadi 1-1.[suggestedarticle]Setelah menyetarakan kedudukan, PSIM lebih menguasai permainan. Berkali-kali kesempatan mencetak gol diperoleh Dicky Prayoga, Hendika Arga dan Engkus Kuswaha. Termasuk Rangga Muslim yang rajin masuk kotak penalti, meski tetap berhasil dihalau oleh kiper Persebaya.Selanjutnya, Persebaya yang sudah tak punya daya sama sekali praktis setengah jam berselang hanya mampu bertahan, namun berhasil menghadang momentum kebangkitan PSIM.Pelatih PSIM Erwan Hendarwanto menilai, PSIM masih menguasai pertandingan. Menurut dia, memasuki menit 65 fisik pemain Persebaya telah menurun, meski Erwan tidak berani gagabah memerintahkan pemainnya bermain frontal."Serangan balik mereka bisa berbahaya, kami tidak ingin kecolongan lagi karena serangan balik," kata dia.Sementara itu, asisten pelatih Persebaya Ahmad Rosyidin mengakui, satu poin yang didapat dari PSIM diraih dengan susah payah. Apalagi menurut Rosyidin PSIM juga bermain lebih agresif.
visibility  418 kali
Bonek Usul Empat Pelatih ini Gantikan Iwan Setiawan
Bonek-suporter Persebaya Surabaya-terus menekan manajemen klub berjuluk 'Bajul Ijo' itu untuk segera menggantikan pelatih Iwan Setiawan dengan empat nama pelatih ini.Mereka adalah para pelatih yang pernah membela Persebaya, yakni Mursyid Effendi, Mustaqim, Uston Nawawi dan Yusuf Ekodono.[suggestedarticle]Rabu (17/5), mereka menggeruduk Gedung Graha Pena Surabaya yang juga di dalamnya ada kantor pengelola Persebaya. Dalam bentuk protesnya itu, Bonek meminta agar Persebaya segera mengganti Iwan. Bahkan mereka memberi batas waktu akhir sampai Senin (22/5).Sementara itu pihak manajemen Persebaya belum mengambil keputusan. Mereka baru mengistirahatkan pelatih Iwan dari aktivitasnya sebagai pelatih.Kini Persebaya ditangani asisten pelatih Ahmad Rosyidin. "Soal penggantian pelatih kami belum memikirkan itu, kami tengah fokus menghadapi pertandingan ke Jawa Tengah," ungkap Choesnoel Faried, manajer Persebaya.Usai menghadapi PSIM Yogyakarta di Bantul, Kamis (18/5), pihaknya baru akan membicarakan soal pelatih.
visibility  1759 kali
Mau Datang Baik-Baik, Bonek Malah Dilarang Hadir di Bantul
Selama ini dikenal bahwa hubungan suporter PSIM Yogyakarta (The Maident dan Brajamusti) dengan suporter Persebaya Surabaya (Bonek) baik-baik saja. Namun mengapa Bonek kini dilarang datang saat laga PSIM kontra Persebaya pada persaingan Liga 2, Kamis (18/5)?Keputusan melarang suporter Persebaya memberikan dukungan langsung itu, disayangkan oleh penasihat Bonek Korwil Jogja Tulus Budi Sukmono. Padahal, mereka akan membawa rombongan besar Bonek, termasuk Bonita (Bonek Wanita)."Pada pertandingan tersebut justru bisa menjadi momentum untuk menunjukkan kalau Bonek itu sudah lebih baik," kata Budi."Karena ini (penolakan) sebenarnya lantaran kekhawatiran warga. Harusnya ini jadi momentum pembuktian perubahan Bonek," tambahnya.[suggestedarticle]Penolakan itu juga disesalkan manajemen Persebaya. "Jelas ini kerugian buat tim yang biasanya mendapat motivasi tambahan dari dukungan suporter," kata Agus Santoso, Direktur Operasi Persebaya. "Tapi kami hanya bisa terima karena ini sudah keputusan panitia pelaksana setempat," sambungnya.Sedangkan keterangan dari PSIM Yogyakarta, pelarangan kedatangan Bonek berasal dari permintaan warga Bantul sekitar Stadion Sultan Agung Bantul dan rekomendasi dari pihak Kepolisian setempat.Ketua Panpel Brustam Iswanto mengatakan, keputusan pelarangan Bonek hadir di stadion didasari atas sejumlah pertimbangan.Salah satunya yakni kerusuhan yang terjadi antara suporter PSIS Solo dengan pendukung PSIM Jogjakarta, pasca laga Persiba Bantul versus Persis Solo (7/5).”Ini dilakukan demi menyelamatkan pertandingan PSIM melawan Persebaya. Apalagi, statusnya sekarang ini PSIM meminjam Stadion Sultan Agung, Bantul, sebagai home base,” kata Brustam.
visibility  1179 kali
Wasit Kembali Menjadi Sorotan di Final Four Pro Futsal League 2017
Wasit kembali menjadi sorotan difinal four Pro Futsal League (PFL) 2017 yang kali ini datang dari pelatih Bintang Timur Surabaya (BTS).Meski timnya berhasil meraih peringkat ketiga PFL 2017, Eko Maret Purbo selaku pelatih BTS menyoroti kinerja wasit yang membuat timnya meradang."Kecewa dengan lihat dari dua pertandingan kemarin tentang wasit, kinerja wasit. Saya tidak mengomentari terlalu banyak sudah ada komite wasit," ungkapnya kepada Bolalob."Pertandingan itu bagus jika tidak ada tendensi. Kita juga bisa meredam emosi jika tidak ada yang menyulut. Kita tidak asal ngomong," pungkasnya.
visibility  1946 kali
Bintang Timur Surabaya dan Proses yang Tak pernah Bohongi Hasil
Bintang Timur Surabaya (BTS) berhasil meraih peringkat ketiga Pro Futsal League (PFL) 2017 setelah mengalahkan Mataram FC NTB.Pada laga yang berlangsung di GOR UNY Yogyakarta, Minggu (14/5) siang, diperebutan peringkat ketiga BTS sempat tertinggal terlebih dahulu sebelum akhirnya berbalik unggul 7-2 atas Mataram. Eko Maret Purbo selaku pelatih BTS pun mengungkakan hasil ini sebagai prestasi yang luar biasa bagi futsal Jawa Timur."Yang pasti pertandingan berjalan menarik meski saya apresiasi kerja keras anak-anak ini meraih peringkat ketiga," ungkapnya kepada Bolalob. "Kami membangun tim selama 3 tahun dengan kultur futsal Jawa Timur, dan ini pencapaian luar biasa setelah gagal di PON kemarin," lanjutnya."Selamat, perjuangan anak-anak luar biasa. Hasil ini buat mereka yang telah kerja keras dan dedikasi untuk futsal Surabaya," pungkasnya.
visibility  1480 kali
Video Full Match Perebutan Peringkat Ketiga: Bintang Timur Surabaya Vs Mataram FC NTB
Bintang Timur Surabaya (BTS) berhasil meraih peringkat ketiga Pro Futsal League (PFL) 2017 setelah mengalahkan Mataram FC NTB.Pada laga yang berlangsung di GOR UNY Yogyakarta, Minggu (14/5) siang, diperebutan peringkat ketiga BTS sempat tertinggal terlebih dahulu sebelum akhirnya berbalik unggul 7-2 atas Mataram.BACA JUGA: Kalahkan Mataram FC, Bintang Timur Surabaya Raih Peringkat Ketiga PFL 2017
visibility  490 kali
Bintang Lapangan: Solehudin Al Ayubbi, Tembok Kokoh dari Bintang Timur Surabaya
Solehudin Al Ayubbi terpilih sebagai man of the match saat timnya Bintang Timur Surabaya (BTS) berhasil meraih peringkat ketiga Pro Futsal League (PFL) 2017 setelah mengalahkan Mataram FC NTB.Pada laga yang berlangsung di GOR UNY Yogyakarta, Minggu (14/5) siang, diperebutan peringkat ketiga BTS sempat tertinggal terlebih dahulu sebelum akhirnya berbalik unggul 7-2 atas Mataram. Soleh pun mengaku bangga bisa membawa timnya meraih peringkat ketiga PFL 2017.   MOTM: Bintang Timur Surabaya 7 x 2 Mataram FC! Solehudin Al Ayubbi dari Bintang Timur Surabaya #PFL2017 Sebuah kiriman dibagikan oleh Bolalob.com (@bolalobfutsal) pada Mei 13, 2017 pada 11:33 PDT "Saya merasa bangga dengan kemenangan ini karena ini hasil kerja keras rekan-rekan," ungkapnya kepada Bolalob."Kepada tim, saya berterima kasih karena sudah dikasih kesempatan berlaga di perebutan peringkat ketiga. Semoga saya bisa dikasih kesempatan lagi bermain di liga pro," Pungkasnya.
visibility  729 kali
Kalahkan Mataram FC, Bintang Timur Surabaya Raih Peringkat Ketiga PFL 2017
Bintang Timur Surabaya (BTS) berhasil meraih peringkat ketiga Pro Futsal League (PFL) 2017 setelah mengalahkan Mataram FC NTB.Pada laga yang berlangsung di GOR UNY Yogyakarta, Minggu (14/5) siang, diperebutan peringkat ketiga BTS sempat tertinggal terlebih dahulu sebelum akhirnya berbalik unggul 7-2 atas Mataram.BTS langsung mengambil inisiatif serangan, tapi malah Mataram yang unggul terlebih dahulu melaluI Darwis Teurupun dimenit ke-9. BTS yang tertinggal langsung menekan pertahanan Mataram.Serangan BTS tidak sia-sia dengan berbalik unggul 4-1 melalui sepakan Gusti Dian menit ke-15, Victor Jadera 15', Andika Ricky 17', dan Reka Cahya 19'. Babak pertama pun berakhir untuk keunggulan BTS atas Mataram dengan skor 4-1.Pada babak kedua, Mataram langsung menekan pertahanan BTS. Tapi, ketangguhan Solehudin Al Ayubi dibawah mistar BTS menggagalkan peluang demi peluang dari Mataram. Mataram kemudian gunakan power play dan berhasil memperkecil ketertingalan melalui Al Fajri dimenit ke-30.Mataram kemudian terus mengurung pertahanan BTS. Sayangnya, bukannya kembali mencetak gol mereka malah kebobolan 3 gol yang dicetak oleh Septyan Dwi Chandra dimenit ke-32, Reka Cahya 39', dan Adi Dwi 39' setelah mematahkan power play Mataram.BACA JUGA: Bintang Timur Surabaya Unggul 3 Gol Atas Mataram FC Dibabak PertamaPertandingan pun usai untuk kemenangan BTS atas Mataram dengan skor 7-2. Kemenangan yang membawa mereka meraih peringkat ketiga PFL 2017.Susunan pemain:Skuat BTS: Soleh, Reka, Alwi, Eko, Gusti, Adom, Andika, Victor, Anza, Caca, Catur, Adi, Syaldi, Bayu.Skuat Mataram: Damas, Alfajri, Farhan, Handri, Andri, Fadillah, Bagus, Cahyo, Rifai, Darwis, Hadi, Mutu, Ambri, Irvan.   FT: Bintang Timur Surabaya 7 x 2 Mataram FC! Bagaimana menurut kalian pertandingan ini? Daftar pencetak gol bisa cek di livescore, ulasan lengkap bisa cek melalui link di bio kita #PFL2017 Sebuah kiriman dibagikan oleh Bolalob.com (@bolalobfutsal) pada Mei 13, 2017 pada 10:56 PDT
visibility  1405 kali
Bintang Timur Surabaya Unggul 3 Gol Atas Mataram FC Dibabak Pertama
Bintang Timur Surabaya (BTS) berhasil unggul meyakinkan atas Mataram FC NTB dibabak pertama perebutan peringkat ketiga Pro Futsal League (PFL) 2017.Pada laga yang berlangsung di GOR UNY Yogyakarta, Minggu (14/5) siang, BTS sempat tertinggal terlebih dahulu sebelum akhirnya berbalik unggul 4-1 dibabak pertama.BTS langsung mengambil inisiatif serangan, tapi malah Mataram yang unggul terlebih dahulu melaluI Darwis Teurupun dimenit ke-9. BTS yang tertinggal langsung menekan pertahanan Mataram.Serangan BTS tidak sia-sia dengan berbalik unggul 4-1 melalui sepakan Gusti Dian menit ke-15, Victor Jadera 15', Andika Ricky 17', dan Reka Cahya 19'. Babak pertama pun berakhir untuk keunggulan BTS atas Mataram dengan skor 4-1.
visibility  1279 kali
1494738180898 tag