(Foto: bolalob)

Pasca Meraih Gelar PEFI, Bintang Timur Terbang Ke Lombok Berlaga Di Piala Gubernur NTB

Tak ada waktu berlibur untuk skuat Bintang Timur Surabaya pasca meraih gelaran Piala Emas Futsal Indonesia.

Setelah meraih gelar PEFI mengalahkan PON Papua Barat di laga final pada Minggu (7/8/2016) di GOR Ciracas, Jakarta Timur, BTS langsung terbang ke Lombok, Nusa Tenggara Barat, pada Senin untuk mengikuti Piala Gubernur NTB 2016.

Untungnya, skuat BTS terhindar dari laga hari pertama pada Senin di mana bertepatan dengan waktu keberangkatan mereka dari Jakarta.

Kejar setoran mengikuti dua turnamen sekaligus, pemilik tim futsal BTS, Dimas Kurniawan, tak menargetkan apapun untuk timnya.

"Kita cuma ingin menjaga performa anak-anak agar tak kehilangan sentuhan sebelum mencapai tahap persiapan di liga pro nantinya," kata Dimas kepada Bolalob.

BTS sendiri tergabung dalam grup D bersama dua tim asal Malaysia, Malaysia Politechnic dan The Fighters serta Mataram FC B.

PERASAAN KAMU MEMBACA ARTIKEL INI

  • Sebarkan

KOMENTAR


Rekomendasi



Berita Terkait


Dalam Waktu Dekat Persebaya Segera Umumkan Pelatih Baru
Usai memecat pelatih Iwan Setiawan, Persebaya Surabaya dikabarkan sudah memiliki calon pelatih baru mereka.Dalam waktu dekat pihak manajemen klub akan segera mengumumkan siapa yang akan menjadi nahkoda baru Persebaya di Liga 2."Kami sudah berkomunikasi intens dengan sejumlah kandidat. Proses ini sedang berjalan. Kami berharap tidak lebih dari dua hari kami segera bisa mendapatkan pelatih baru," Direktur Tim Persebaya Candra Wahyudi.[suggestedarticle]Saat ini latihan tim Persebaya ditangani oleh sang asisten pelatih, Ahmad Rosyidin.Manajemen pun banyak mendapat masukan untuk menunjuk duet Ahmad Rosyidin dan Lulut Kistono sebagai karteker pelatih Persebaya. Namun hal itu susah untuk direalisasikan karena terganjal regulasi mengenai lisensi pelatih di kompetisi Liga 2."Kalau dengan pelatih yang sekarang, kami harus lihat lisensi yang bersangkutan apakah cukup untuk Liga 2 atau tidak," sambungnya.Persebaya sendiri juga akan mengevaluasi staf pelatih lainnya. "Kami sudah komunikasikan ke mereka bahwa dari empat pertandingan ini ada plus minus yang kami peroleh. Jadi kami akan mengevaluasi mereka dalam satu-dua hari ini," tutup Candra.
Persebaya Surabaya Resmi Pecat Iwan Setiawan!
Manajemen Persebaya Surabaya resmi memutus kontrak snag pelatih Iwan Setiawan pada Senin (22/5).Direktur Tim Candra Wahyudi menjelaskan, setelah menimbang kondisi tim dan perkembangan yang terjadi di Persebaya sejauh ini, manajemen memutuskan untuk mengakhiri kontrak mantan pelatih Persija Jakarta tersebut."Keputusan ini diambil oleh manajemen setelah mengevaluasi kondisi yang terjadi selama beberapa pekan ini. Manajemen juga mempertimbangkan untuk menjaga suasana kondusif dalam internal tim dan warga Surabaya," jelas Candra seperti dilansir dari Jawa Pos. #PersebayaHotIssueManajemen Persebaya memutus kontrak Iwan Setiawan sebagai head coach Persebaya. — Official Persebaya (@persebayaupdate) May 22, 2017 #PersebayaHotIssueKeputusan ini diambil oleh manajemen, setelah mengevaluasi kondisi yang terjadi selama beberapa pekan ini. — Official Persebaya (@persebayaupdate) May 22, 2017 #PersebayaHotIssueManajemen mempertimbangkan untuk menjaga suasana kondusif internal tim dan warga Surabaya. — Official Persebaya (@persebayaupdate) May 22, 2017 Keputusan dalam memberhentikan sang pelatih karena tindakan yang tak layak ditunjukan oleh Iwan Setiawan beberapa waktu lalu.[suggestedarticle]Iwan yang nampak sangat emosi, terlibat adu mulut dengan suporter Persebaya, Bonek di halaman Stadion Demang Lehman, Minggu (30/4 lalu. Ia pun dilarang mendampingi tim dan mendapat denda senilai Rp 10 juta dari manajemen Persebaya."Manajemen akan mencari pelatih baru. Secepatnya akan kami umumkan kemudian," beber Candra.
visibility  1199 kali
Sempat Unggul, Persebaya Ditahan PSIM Yogyakarta
Persebaya sebagai tim tamu, sempat unggul namun akhirnya harus puas dengan bermain imbang dengan tuan rumah PSIM Yogyakarta 1-1 pada Liga 2 di Stadion Sultan Agung, Bantul, Kamis.Persebaya memimpin lewat gol Rishadi Fauzi yang mengecoh kiper Tito Rama. Skor babak pertama berakhir dengan 1-0 untuk tim tamu.Baru pada babak kedua PSIM mampu menyamakan kedudukan. Memasuki menit 53, Engkus berhasil menyelesaikan penetrasi Rangga Muslim yang merangsek hingga masuk kotak penalti. Umpan pendek Rangga disontek Engkus dan masuk ke gawang, membuat skor berubah menjadi 1-1.[suggestedarticle]Setelah menyetarakan kedudukan, PSIM lebih menguasai permainan. Berkali-kali kesempatan mencetak gol diperoleh Dicky Prayoga, Hendika Arga dan Engkus Kuswaha. Termasuk Rangga Muslim yang rajin masuk kotak penalti, meski tetap berhasil dihalau oleh kiper Persebaya.Selanjutnya, Persebaya yang sudah tak punya daya sama sekali praktis setengah jam berselang hanya mampu bertahan, namun berhasil menghadang momentum kebangkitan PSIM.Pelatih PSIM Erwan Hendarwanto menilai, PSIM masih menguasai pertandingan. Menurut dia, memasuki menit 65 fisik pemain Persebaya telah menurun, meski Erwan tidak berani gagabah memerintahkan pemainnya bermain frontal."Serangan balik mereka bisa berbahaya, kami tidak ingin kecolongan lagi karena serangan balik," kata dia.Sementara itu, asisten pelatih Persebaya Ahmad Rosyidin mengakui, satu poin yang didapat dari PSIM diraih dengan susah payah. Apalagi menurut Rosyidin PSIM juga bermain lebih agresif.
visibility  444 kali
Bonek Usul Empat Pelatih ini Gantikan Iwan Setiawan
Bonek-suporter Persebaya Surabaya-terus menekan manajemen klub berjuluk 'Bajul Ijo' itu untuk segera menggantikan pelatih Iwan Setiawan dengan empat nama pelatih ini.Mereka adalah para pelatih yang pernah membela Persebaya, yakni Mursyid Effendi, Mustaqim, Uston Nawawi dan Yusuf Ekodono.[suggestedarticle]Rabu (17/5), mereka menggeruduk Gedung Graha Pena Surabaya yang juga di dalamnya ada kantor pengelola Persebaya. Dalam bentuk protesnya itu, Bonek meminta agar Persebaya segera mengganti Iwan. Bahkan mereka memberi batas waktu akhir sampai Senin (22/5).Sementara itu pihak manajemen Persebaya belum mengambil keputusan. Mereka baru mengistirahatkan pelatih Iwan dari aktivitasnya sebagai pelatih.Kini Persebaya ditangani asisten pelatih Ahmad Rosyidin. "Soal penggantian pelatih kami belum memikirkan itu, kami tengah fokus menghadapi pertandingan ke Jawa Tengah," ungkap Choesnoel Faried, manajer Persebaya.Usai menghadapi PSIM Yogyakarta di Bantul, Kamis (18/5), pihaknya baru akan membicarakan soal pelatih.
visibility  1846 kali
Mau Datang Baik-Baik, Bonek Malah Dilarang Hadir di Bantul
Selama ini dikenal bahwa hubungan suporter PSIM Yogyakarta (The Maident dan Brajamusti) dengan suporter Persebaya Surabaya (Bonek) baik-baik saja. Namun mengapa Bonek kini dilarang datang saat laga PSIM kontra Persebaya pada persaingan Liga 2, Kamis (18/5)?Keputusan melarang suporter Persebaya memberikan dukungan langsung itu, disayangkan oleh penasihat Bonek Korwil Jogja Tulus Budi Sukmono. Padahal, mereka akan membawa rombongan besar Bonek, termasuk Bonita (Bonek Wanita)."Pada pertandingan tersebut justru bisa menjadi momentum untuk menunjukkan kalau Bonek itu sudah lebih baik," kata Budi."Karena ini (penolakan) sebenarnya lantaran kekhawatiran warga. Harusnya ini jadi momentum pembuktian perubahan Bonek," tambahnya.[suggestedarticle]Penolakan itu juga disesalkan manajemen Persebaya. "Jelas ini kerugian buat tim yang biasanya mendapat motivasi tambahan dari dukungan suporter," kata Agus Santoso, Direktur Operasi Persebaya. "Tapi kami hanya bisa terima karena ini sudah keputusan panitia pelaksana setempat," sambungnya.Sedangkan keterangan dari PSIM Yogyakarta, pelarangan kedatangan Bonek berasal dari permintaan warga Bantul sekitar Stadion Sultan Agung Bantul dan rekomendasi dari pihak Kepolisian setempat.Ketua Panpel Brustam Iswanto mengatakan, keputusan pelarangan Bonek hadir di stadion didasari atas sejumlah pertimbangan.Salah satunya yakni kerusuhan yang terjadi antara suporter PSIS Solo dengan pendukung PSIM Jogjakarta, pasca laga Persiba Bantul versus Persis Solo (7/5).”Ini dilakukan demi menyelamatkan pertandingan PSIM melawan Persebaya. Apalagi, statusnya sekarang ini PSIM meminjam Stadion Sultan Agung, Bantul, sebagai home base,” kata Brustam.
visibility  1200 kali
Wasit Kembali Menjadi Sorotan di Final Four Pro Futsal League 2017
Wasit kembali menjadi sorotan difinal four Pro Futsal League (PFL) 2017 yang kali ini datang dari pelatih Bintang Timur Surabaya (BTS).Meski timnya berhasil meraih peringkat ketiga PFL 2017, Eko Maret Purbo selaku pelatih BTS menyoroti kinerja wasit yang membuat timnya meradang."Kecewa dengan lihat dari dua pertandingan kemarin tentang wasit, kinerja wasit. Saya tidak mengomentari terlalu banyak sudah ada komite wasit," ungkapnya kepada Bolalob."Pertandingan itu bagus jika tidak ada tendensi. Kita juga bisa meredam emosi jika tidak ada yang menyulut. Kita tidak asal ngomong," pungkasnya.
visibility  2035 kali
Bintang Timur Surabaya dan Proses yang Tak pernah Bohongi Hasil
Bintang Timur Surabaya (BTS) berhasil meraih peringkat ketiga Pro Futsal League (PFL) 2017 setelah mengalahkan Mataram FC NTB.Pada laga yang berlangsung di GOR UNY Yogyakarta, Minggu (14/5) siang, diperebutan peringkat ketiga BTS sempat tertinggal terlebih dahulu sebelum akhirnya berbalik unggul 7-2 atas Mataram. Eko Maret Purbo selaku pelatih BTS pun mengungkakan hasil ini sebagai prestasi yang luar biasa bagi futsal Jawa Timur."Yang pasti pertandingan berjalan menarik meski saya apresiasi kerja keras anak-anak ini meraih peringkat ketiga," ungkapnya kepada Bolalob. "Kami membangun tim selama 3 tahun dengan kultur futsal Jawa Timur, dan ini pencapaian luar biasa setelah gagal di PON kemarin," lanjutnya."Selamat, perjuangan anak-anak luar biasa. Hasil ini buat mereka yang telah kerja keras dan dedikasi untuk futsal Surabaya," pungkasnya.
visibility  1569 kali
Video Full Match Perebutan Peringkat Ketiga: Bintang Timur Surabaya Vs Mataram FC NTB
Bintang Timur Surabaya (BTS) berhasil meraih peringkat ketiga Pro Futsal League (PFL) 2017 setelah mengalahkan Mataram FC NTB.Pada laga yang berlangsung di GOR UNY Yogyakarta, Minggu (14/5) siang, diperebutan peringkat ketiga BTS sempat tertinggal terlebih dahulu sebelum akhirnya berbalik unggul 7-2 atas Mataram.BACA JUGA: Kalahkan Mataram FC, Bintang Timur Surabaya Raih Peringkat Ketiga PFL 2017
visibility  493 kali
Bintang Lapangan: Solehudin Al Ayubbi, Tembok Kokoh dari Bintang Timur Surabaya
Solehudin Al Ayubbi terpilih sebagai man of the match saat timnya Bintang Timur Surabaya (BTS) berhasil meraih peringkat ketiga Pro Futsal League (PFL) 2017 setelah mengalahkan Mataram FC NTB.Pada laga yang berlangsung di GOR UNY Yogyakarta, Minggu (14/5) siang, diperebutan peringkat ketiga BTS sempat tertinggal terlebih dahulu sebelum akhirnya berbalik unggul 7-2 atas Mataram. Soleh pun mengaku bangga bisa membawa timnya meraih peringkat ketiga PFL 2017.   MOTM: Bintang Timur Surabaya 7 x 2 Mataram FC! Solehudin Al Ayubbi dari Bintang Timur Surabaya #PFL2017 Sebuah kiriman dibagikan oleh Bolalob.com (@bolalobfutsal) pada Mei 13, 2017 pada 11:33 PDT "Saya merasa bangga dengan kemenangan ini karena ini hasil kerja keras rekan-rekan," ungkapnya kepada Bolalob."Kepada tim, saya berterima kasih karena sudah dikasih kesempatan berlaga di perebutan peringkat ketiga. Semoga saya bisa dikasih kesempatan lagi bermain di liga pro," Pungkasnya.
visibility  729 kali
Kalahkan Mataram FC, Bintang Timur Surabaya Raih Peringkat Ketiga PFL 2017
Bintang Timur Surabaya (BTS) berhasil meraih peringkat ketiga Pro Futsal League (PFL) 2017 setelah mengalahkan Mataram FC NTB.Pada laga yang berlangsung di GOR UNY Yogyakarta, Minggu (14/5) siang, diperebutan peringkat ketiga BTS sempat tertinggal terlebih dahulu sebelum akhirnya berbalik unggul 7-2 atas Mataram.BTS langsung mengambil inisiatif serangan, tapi malah Mataram yang unggul terlebih dahulu melaluI Darwis Teurupun dimenit ke-9. BTS yang tertinggal langsung menekan pertahanan Mataram.Serangan BTS tidak sia-sia dengan berbalik unggul 4-1 melalui sepakan Gusti Dian menit ke-15, Victor Jadera 15', Andika Ricky 17', dan Reka Cahya 19'. Babak pertama pun berakhir untuk keunggulan BTS atas Mataram dengan skor 4-1.Pada babak kedua, Mataram langsung menekan pertahanan BTS. Tapi, ketangguhan Solehudin Al Ayubi dibawah mistar BTS menggagalkan peluang demi peluang dari Mataram. Mataram kemudian gunakan power play dan berhasil memperkecil ketertingalan melalui Al Fajri dimenit ke-30.Mataram kemudian terus mengurung pertahanan BTS. Sayangnya, bukannya kembali mencetak gol mereka malah kebobolan 3 gol yang dicetak oleh Septyan Dwi Chandra dimenit ke-32, Reka Cahya 39', dan Adi Dwi 39' setelah mematahkan power play Mataram.BACA JUGA: Bintang Timur Surabaya Unggul 3 Gol Atas Mataram FC Dibabak PertamaPertandingan pun usai untuk kemenangan BTS atas Mataram dengan skor 7-2. Kemenangan yang membawa mereka meraih peringkat ketiga PFL 2017.Susunan pemain:Skuat BTS: Soleh, Reka, Alwi, Eko, Gusti, Adom, Andika, Victor, Anza, Caca, Catur, Adi, Syaldi, Bayu.Skuat Mataram: Damas, Alfajri, Farhan, Handri, Andri, Fadillah, Bagus, Cahyo, Rifai, Darwis, Hadi, Mutu, Ambri, Irvan.   FT: Bintang Timur Surabaya 7 x 2 Mataram FC! Bagaimana menurut kalian pertandingan ini? Daftar pencetak gol bisa cek di livescore, ulasan lengkap bisa cek melalui link di bio kita #PFL2017 Sebuah kiriman dibagikan oleh Bolalob.com (@bolalobfutsal) pada Mei 13, 2017 pada 10:56 PDT
visibility  1407 kali
1494743363121 tag