(Foto: bolalob)

Ini Harapan Pelatih SMAN 13 Medan Untuk Talenta Futsal Sumut

Tim futsal SMAN 13 Medan membuktikan bahwa Sumatera Utara juga mempunyai bakat-bakat potensial futsal Indonesia dengan menjuara Grand Champion Pocari Sweat Futsal Championship 2016.

Setelah Syahidansyah Lubis, belum ada lagi talenta-talenta Sumatera Utara yang mampu menembus ke Liga Futsal Profesional atau bahkan timnas futsal. Dedek Dermawan, pelatih SMAN 13 Medan berharap bakat-bakat futsal di Sumut bisa dilirik oleh tim-tim liga pro.

"Saya berharap para pemain Sumut akan lebih banyak yang main di liga. Saya dorong mereka untuk tampil di level yang lebih tinggi seperti liga futsal pro. Selama ini Medan selalu jalan di tempat," ujar Dedek kepada Bolalob.

"Kalau bisa para pemain saya juga nantinya bisa berkuliah dan main di pulau Jawa biar banyak pengalaman. Siapa tahu bisa bermain di liga pro," lanjut Dedek.

Selain itu Dedek berharap momen ini bisa dijadikan motivasi untuk pengurus Asosiasi Futsal Provinsi Sumut untuk menciptakan pelatih-pelatih dari kursus kepelatihan serta menjalankan kompetisi level usia.

PERASAAN KAMU MEMBACA ARTIKEL INI

  • Sebarkan

KOMENTAR


Rekomendasi



Berita Terkait


Djadjang Nurdjaman Lega PSMS Kembali ke Jalur Kemenangan
PSMS Medan berhasil meraih kemenangan 1-0 atas Perseru Serui dalam lanjutan Liga 1 di Stadion Teladan, Jumat (21/4). Pelatih Djadjang Nurdjaman mengaku lega timnya kembali ke jalur kemenangan.Sebelumnya, PSMS takluk 1-4 dari PSIS Semarang. Hasil ini sempat membuat mental pemin jatuh namun kemenangan membuat kepercayaan diri tim kembali.[suggestedarticle=3]"Kemenangan ini sangat penting dan tidak peduli berapa skornya. Paling penting PSMS bisa meraih tiga poin. Ini patut disyukur karena para pemain juga sudah berjuang keras di pertandingan ini," ucap Djadjang seperti dikutip dari situs Liga 1.Dalam laga melawan Perseru, gol tunggal PSMS dilesakkan oleh Sadney Urikhob. Gol ini dicetak dengan cara spektakuler dimana ia melepaskan tendangan setelah berbalik dan berkelit dari dua pemain Perseru.Hasil ini membawa PSMS naik ke peringkat sembilan klasemen sementara. PSMS mengumpulkan enam poin dari lima pertandingan.
  598 kali
DIARY: Bhayangkara FC Siap Pakai Lapangan PTIK, Sriwijaya FC Bantah Tunggak Gaji Pemain
Bhayangkara FC sedang berjuang lolos verifikasi dari PT Liga Indonesia Baru (LIB) terkait dengan penggunaan Stadion PTIK, Jakarta. Nantinya pihak klub tak masalah memainkan pertandingan besar di stadion tersebut.Bhayangkara FC Siap Jamu Persib di Stadion PTIK Jakarta, Tapi...Cristian Gonzales masih belum resmi menjadi pemain PSS Sleman karena belum mendapat restu dari kubu Madura United. Pihak Madura United akan mengatur pertemuan dengan Gonzales untuk membahas sejumlah hal terkait keputusan pemain naturalisasi tersebut.Ini Yang Harus Dilakukan El Loco Agar Bisa Gabung PSS SlemanKlub bertabur pemain bintang Sriwijaya FC mendapat kabar tak sedap dalam perjalanan mereka di Liga 1 musim ini.Klub Bertabur Bintang Liga 1 Ini Bantah Isu Tunggak Gaji PemainTanpa didampingi pelatih kepala Djadjang Nurjaman, PSMS Medan sempat ditekuk tuan rumah PSIS Semarang 1-4 di Liga 1 2018, Minggu (15/4). Usai partai itu, Sadney Urikhob, pemain asing milik PSMS memposting dirinya dengan klub lama. Tentu saja ini mengundang kegeraman.Tindakan Pemain Asing Ini Bikin Pelatih PSMS Medan Geram
  256 kali
Tindakan Pemain Asing Ini Bikin Pelatih PSMS Medan Geram
Tanpa didampingi pelatih kepala Djadjang Nurjaman, PSMS Medan sempat ditekuk tuan rumah PSIS Semarang 1-4 di Liga 1 2018, Minggu (15/4). Usai partai itu, Sadney Urikhob, pemain asing milik PSMS memposting dirinya dengan klub lama. Tentu saja ini mengundang kegeraman.Kebetulan, pada pertandingan ini Djadjang Nurjaman tengah mengikuti kepelatihan AFC Pro di Yogyakarta, tim diserahkan kepada asisten pelatih Yusuf Prasetyo.Usai PSMS menelan kekalahan, Sadney asal Namibia ini memposting foto dirinya dengan kostum klub lama dari Thailand. Ia juga sempat berkomentar permainan tim kurang berjalan baik.Tim Pelatih PSMS Medan pun menyebut tindakan pemain asing asal Namibia itu sangat tidak pantas. Asisten pelatih Yusuf Prasetyo mengakui sudah melihat gambar tersebut semalam begitu Sadney mengunggahnya di Instagram.[suggestedarticle=3]"Saya sudah terima semalam gambar tersebut. Saya sudah sampaikan ke pelatih kepala (Djadjang Nurdjaman) soal ini. Jadi nanti kami akan ambil keputusan. Kami harus ketemu Sadney Urikhob dan membicarakan mengenai hal ini," terang Yusuf seperti dikutip pojoksatu.com.Yusuf menilai, harusnya Sadney tak melakukan hal itu. "Yang jelas itu hal yang tidak pantas. Tidak seharusnya dilakukan oleh seorang pemain profesional seperti dia. Tapi kami akan tanyakan dulu mengenai hal tersebut," tegas Yusuf.Yusuf sendiri memaklumi gejolak di media sosial usai kekalahan telak PSMS pada pekan keempat Liga 1. Terutama soal pemain asing yang di PSMS, dinilai tidak tampil maksimal."Ya, memang saya dengar di media sosial mengenai pemain asing kita, tidak puas dan kecewa teman-teman semua. Tapi lagi-lagi, kami tim pelatih akan bicara mengenai hal ini," kata Yusuf. "Khususnya kepada pemain asing harus diskusi dan kami akan lakukan beberapa taktikal di luar nonteknis. Kami akan bicara apa yang harus diperbaiki di lapangan kepada mereka khususnya," ujar Yusuf. Pada pertandingan berikutnya, PSMS Medan akan menjadi tuan rumah meladeni Perseru Serui di Stadion Teladan, Medan, Jumat (20/4/2018).
  7713 kali
Betah di Semarang Berbuah Hattrick Untuk Bruno Silva
Pemain asing PSIS Semarang, Bruno Silva mengaku betah tinggal di Semarang meski jauh dari keluarga. Bruno bahkan sukses mencetak hattrick bersama skuad PSIS saat membungkam PSMS Medan.Duel antara dua tim promosi tersebut berhasil dimenangkan PSIS dengan skor telak 4-1 pada Minggu (15/4). Tiga gol PSIS dicetak oleh Bruno sedangkan satu gol lainnya dihasilkan oleh Ibrahim Conteh.Bruno mengungkapkan dirinya sudah merasa kerasan berada di Semarang dan juga mulai belajar bahasa maupun kebudayaan di Indonesia.[suggestedarticle=3]"Pengalaman hidup yang menyenangkan bagi saya untuk hidup di Indonesia saat ini terutama Semarang, meskipun tanpa keluarga," tutur Bruno Silva."Dengan berlalunya hari-hari saya semakin mengenal negara, mengetahui budayanya, makanannya, mempelajari bahasa yang meskipun sulit sangat penting. Saya mencoba belajar Bahasa Indonesia ketika saya punya waktu luang," tambah pria satu anak tersebut.Tidak hanya itu, Bruno juga ingin berkarier lama di PSIS dan juga berhasrat untuk memboyong keluarganya untuk tinggal di Indonesia."Saya sangat menikmati Semarang, saya berharap dapat tinggal di sini untuk waktu yang lama dan membawa keluarga suatu hari untuk mengenal kota," tutup Bruno Silva.
  1159 kali
Hattrick Bruno Silva Bawa PSIS Hancurkan PSMS 4-1
PSIS Semarang berhasil memenangi pertandingan pekan keempat Liga 1 kontra PSMS Medan di Stadion Moch Soebroto, Magelang, Minggu (15/4/2018). PSIS berhasil menang dengan skor cukup telak 4-1. Sebagai tuan rumah, PSIS bermain menyerang. PSMS Medan cukup pandai meladeni permainan cepat tuan rumah. PSIS kehilangan kiper Jandia Eka pada menit 34. Mantan kiper Semen Padang itu harus digantikan oleh Aji Bayu setelah menderita cedera.PSIS baru bisa menciptakan gol pada menit ke-42 dari penyerang asal Brasi, Bruno Silva. Tendangan bebasnya tak mampu diantisipasi oleh kiper PSMS yang dikawal oleh Dhika Bhayangkara.[suggestedarticle=3]Tiga menit berselang, Ibrahim Conteh mampu membobol gawang PSMS. Gol tersebut membuat kedudukan unggul 2-0 untuk Mahesa Jenar.Bruno Silva kembali mencetak gol pada menit 45+4 babak pertama. Pemain berkepala plontos itu membuat kedudukan menjadi 3-0 untuk keunggulan tim tuan rumah.[pagebreak]Babak Kedua[/pagebreak]Pada babak kedua, PSMS malah mampu membuat pertahanan cukup bekerja keras. Hasilnya pada menit 50 Frets Listianto Butuan mampu membobol gawang PSIS yang dikawal oleh Aji Bayu. 3-1 kedudukan masih untuk PSIS.PSIS yang tak mau dikejar kedudukannya, kembali bermain menyerang. Anak asuh Vincenzo Arnesse terus menggempur pertahanan Ayam Kinantan.Hasilnya, Bruno Silva membuat gol melalui tendangan kaki kirinya pada menit ke-63. Plesing bolanya ke pojok kanan gawang PSMS tak bisa digapai oleh Dhika Bhayangkara. 4-1 PSIS unggul atas PSMS.PSMS berusaha untuk mengejar ketertinggalan dari tuan rumah. Tapi sayang beberapa peluang berhasil dimentahkan oleh kiper Aji Bayu.Hingga wasit meniup peluit tanda berakhirnya pertandingan, PSIS mampu menjaga keunggulannya dengan skor 4-1 atas PSMS.Susunan pemain PSIS Vs PSMSPSIS: Jandi Eka Putra; Petar Planic, Gilang Ginarsa, Safrudin Tahar, Haudi Abdillag, Ibrahim Conteh, Hapit Ibrahim, Bayu Nugroho, Komarudin, Bruno Silva, Hari Nur YuliantoPelatih: Vincenzo ArnessePSMS: Dika Bhayangkara; Firza Andika, Reinaldo Lobo, Rony Fatahillah, Abdul Aziz, Jajang Sukmara, Dilshod Sharofetdinov, Erwin Ramdani, Suhandi, Frets Butuan, Wilfried YessohPelatih: Djadjang Nurdjaman
  1046 kali
Ini Perkembangan Terbaru Kasus Klaim Nama dan Logo PSMS Medan
Soal tarik-ulur klaim nama PSMS Medan dan logo klub masih juga belum usai. Masyarakat Medan berharap, masalah ini harus cepat dituntaskan, apalagi geliat Liga 1 Indonesia di kota itu mulai meningkat dan masyarakat Medan tahu bagaimana harus mendukung klub kesayangannya.Namun, pihak PT Pesemes masih saja kukuh kalau logo dan nama klub itu adalah milik mereka, meski logo tersebut sudah muncul sejak awal klub tersebut berdiri.Yang jelas, manajemen PSMS Medan Liga 1 di bawah PT Kinantan Medan Indonesia menegaskan, akan menempuh jalur hukum untuk menyelesaikan kasus somasi klaim logo nama oleh PT Pesemes.[suggestedarticle=3]Sebelumnya, melalui Advokat Fadillah Hutri Lubis yang disebut menjadi kuasa hukum mantan CEO PSMS era PT LPIS, Sukri Wardi, sekaligus Direktur Utama PT Pesemes telah melayangkan somasi dan memberikan deadline selama seminggu yang jatuh pada hari ini untuk PSMS memberikan respon.Kuasa Hukum PSMS, Danialsyah menjelaskan, sejatinya perwakilan pihaknya dan pihak Fadillah Hutri Lubis sudah bertemu di Medan beberapa waktu lalu. Kedua kubu sudah saling mengutarakan kemauan masing-masing.“Jadi kemauan mereka sudah disampaikan, begitu juga dengan kemauan kami. Jadi kesimpulannya dari pihak kami adalah akan mengikuti proses hukum yang dilayangkan mereka," kata Danielsyah.[pagebreak]Tak Tinggal Diam[/pagebreak]"Kami ikuti. Nah, kami juga tidak tinggal diam. Kami akan buat laporan ke Polda Sumut, karena ini diduga ada unsur penipuan, karena di dalam Hak atas Kekayaan Intelektual (HAKI) yang mereka klaim sudah terdaftar soal logo itu harusnya berasal dari hasil karya mereka. Nah, ini kan tidak, logo itu sudah ada sejak PSMS berdiri, dan jelas logo itu bukan karya dia (Syukri Wardi) yang didaftarkannya sejak 2017. Sementara dia masuk ke PSMS tahun 2014/2015 saat terjadi dualisme PSMS," bebernya kepada Pojoksumut.com, Rabu (11/4/2018)."Jadi siapa yang menjiplak logo? Dan kami akan segera buat gugatan ke PTUN soal HAKI ini. Jadi silakan mereka menempuh jalur hukum, kita ikuti. Ini jelas milik publik bukan perorangan. Dari dulu tidak ada yang mengklaim logo, baru dia ini. Dan jelas bukan dia yang membuat logo PSMS,” tegas Danielsyah.PSMS sendiri, lanjutnya sudah memenuhi permintaan PSSI untuk mengirimkan surat kembali ke PSSI. "Iya PSSI minta kami kirim klarifikasi. Dan sudah kami kirim suratnya,” ungkapnya.Sejatinya, PSMS sudah memberikan jawaban/klarifikasi ke PT LIB begitu somasi ini merebak dan mendapatkan tembusan surat somasi. "Kali ini klarifikasi lebih lengkap dan detail," timpal Danielsyah.Danielsyah melanjutkan, sebenarnya 40 klub PSMS sudah mengatakan Syukri Wardi tidak ada persetujuan ke mereka untuk masalah klaim logo ini. "Saya yakin PSSI enggak akan menanggapi yang dibuat Syukri walau mereka mengadakan konperensi pers di Jakarta, seminggu lalu," tegasnya.Sementara itu, Julius Raja, Sekretaris PSMS menjelaskan saat dirinya mewakili PSMS pertemuan klub PSSI dan AFC di Jakarta kemarin, sempat dibahas juga kasus PSMS ini. “Pak Joko Driyono ada memberikan rambu-rambu. Bahwa PSMS dan logo itu milik masyarakat Medan dan Sumut umumnya. Jadi harus juga minta izin ke Pemko Medan untuk mempatenkan itu. Soalnya menyangkut sejarah, dan prosesnya panjang,” jelasnya.King-sapaan akrabnya, tidak bisa ada satu oknum yang tiba-tiba mengklaim. "Biarkan saja mereka bawa ke polisi. Karena nanti akan dipanggil saksi ahli yang paling mengetahui tentang nama dan logo tersebut. Beliau (Joko Driyono) mengatakan dulu pernah kasusnya seperti Arema. PSMS ini dari peserikatan, lapangan tanding dan mess juga masih milik Pemko Medan. Jadi harus ada izin Pemko,” jelasnya.
  5851 kali
PSIS Semarang Tahu Cara Meredam Permainan Anak-Anak Medan
Dari tiga kali tampil, PSIS Semarang belum sekali pun menang. Nah, Minggu (15/4/2018), skuat 'Mahesa Jenar' ini optimis mampu memetik kemenangan lawan anak-anak medan alias PSMS Medan di Stadion Moch Soebroto, Magelang.Pelatih PSIS asal Italia, Vicenzo Alberto Annese, menyebut sudah memiliki strategi untuk menjinakkan PSMS. Tapi Annese mengakui, PSMS merupakan tim yang solid. Meski demikian, bukan berarti tim berjuluk Ayam Kinantan tersebut tak bisa dikalahkan."Mereka berusaha memulai permainan dari barisan belakang. Jadi, kami akan memberikan tekanan kepada mereka," ujar Annesse usai memimpin sesi latihan di Lapangan Terang Bangsa, Kamis (12/4).[suggestedarticle=3]Annese meminta skuadnya untuk mengutamakan penguasaan bola. Selain itu, ada kemungkinan dia menginstruksikan para pemainnya menerapkan permainan satu-dua sentuhan. Dia tak mau pemainnya memainkan direct football dengan melakukan umpan-umpan panjang."Bermain dengan umpan-umpan pendek adalah gaya saya. Tim profesional bermain dengan satu-dua sentuhan. Tim amatir bermain dengan banyak sentuhan," jelas Annese.Bermain dengan satu-dua sentuhan diyakini Anesse bakal meningkatkan kerja sama tim. Pola permainan itu disebutnya sudah dipertontonkan anak asuhnya saat menjalani laga uji coba dengan tim Liga 3, Unika Berlian, di Lapangan Terang Bangsa, Kamis (12/4).Meski begitu, Anesse tak menampik beberapa pemain belum bisa beradaptasi secara optimal. Dia pun meminta para pemain meningkatkan konsentrasinya terutama saat menghadapi PSMS. Itu penting mengingat Ayam Kinantan memiliki pemain-pemain yang staminanya cukup kuat.Sementara PSMS Medan yang diasuh Djadjang Nurjaman, kini berada di peringkat ke-14, satu tingkat di atas PSIS Semarang.
  729 kali
PSMS Medan Kehilangan Kiper Utamanya
Liga 1 musim 2018 baru berjalan tiga pekan namun PSMS Medan sudah harus kehilangan penjaga gawang utamanya Abdul Rohim karena cedera.Rohim dikabarkan akan absen dalam waktu yang cukup lama, usai mendapat cedera Anterior Cruciate Ligament (ACL). Ia mendapat cedera ini usai berbenturan dengan salah satu pemain Persija Jakarta pada pekan ketiga Liga 1, Jumat silam. Ia pun harus digantikan oleh kiper cadangan yakni Dhika Bayangkara dalam laga itu."Rohim cedera Anterior Cruciate Ligament (ACL), dan perlu waktu lama (proses penyembuhan). Diperkirakan tunggu hingga delapan minggu," ungkap Asisten Pelatih PSMS, M Yusup Prasetiyo."Dokter bilang terapi dulu, setelah itu jika belum ada perubahan harus dioperasi, dan kami harus antisipasi bagaimana menyikapi hal tersebut. Kami berdoa agar Rohim cepat sembuh. Pengobatan Rohim untuk delapan minggu ini terapi dulu," beber Yoyo. [suggestedarticle]Tentu ini sebuah pukulan telak bagi PSMS sebagai tim promosi. Dimana mereka akan berhadapan dengan PSIS Semarang di pekan keempat minggu ini.Sementara itu, Rohim mengakui jika kondisi ini membuatnya harus bersabar dan berjuang memulihkan cedera tersebut. "Sebelumnya saya belum pernah menderita cedera yang lumayan ini. Saya akan berusaha (untuk sembuh). Pastinya dengan kesabaran dan optimistis, insya Allah. Kalau bisa jangan sampai operasi. Kalau bisa disembuhkan dengan terapi dan masukkan suplemen. Yang terpenting, saya harus mengikuti saran dokter," katanya."Harapan untuk tim pastinya teman-teman semua harus tetap semangat, karena perjalanan masih panjang. Semoga kami bisa meraih poin di setiap laga," pungkasnya.
  1040 kali
Jelang Hadapi PSIS, PSMS Alami Krisis
PSMS Medan mengalami krisis pemain jelang pertandingan melawan PSIS Semarang, Minggu (15/4). Badai cedera membuat beberapa pemain Ayam Kinantan tidak bisa tampil.Frediyan Wahyu Sugiantoro dan Antoni Putro Nugroho saat ini tengah menjalani pemulihan cedera. Dua pemain, Abdul Rohim dan Reinaldo Lobo juga baru mengalami cedera di laga kontra Persija Jakarta akhir pekan lalu.[suggestedarticle=3]Menurut Dokter Tim PSMS, Indra Feriadi hanya Lobo yang kemungkinan bisa tampil. Itu pun kondisinya masih harus terus dipantau oleh tim dokter."Baru kondisi Lobo yang paling memungkinkan bisa diturunkan melawan PSIS. Dia hanya mengalami memar dan akan segera pulih. Sementara tiga pemain lain bakal absen," ucap Indra seperti dilansir dari situs resmi Liga 1.Indra menambahkan bahwa ia tidak akan memaksakan pemain yang belum pulih 100 persen. Ada risiko bila memaksakan pemain yang belum fit tampil."Kalau dipaksakan bermain nanti cederanya bisa kembali memburuk. Kami ingin mereka pulih 100 persen dulu," jelasnya.
  1008 kali
Lagi! PT Pesemes Ultimatum PSMS Medan Soal Logo Klub
Soal logo PSMS Medan masih terus dipersoalkan oleh PT Pesemes. Kali ini klub PSMS Medan yang berada dibawah manajemen PT Kinantan Medan Indonesia mendapat ultimatum keras karena dituduh menggunakan logo dan merek ilegal."Dalam satu pekan mendatang, kami akan membuka diri kepada PT LIB (Liga Indonesia Baru) dan PT Kinantan untuk datang ke kami. Jika tidak, kami akan menempuh upaya hukum secara pidana dan perdata. Kami juga menuntut agar keberadaan dan kegiatan PSMS Medan di Liga 1 dihentikan," kata kuasa hukum PT Pesemes, Fadillah Hutri Lubis kepada pers di Jakarta, Jumat.Seperti dikutip inimedanbung.com, Hutri menegaskan, PT Pesemes Medan sebagai pemilik/pemegang hak eksklusif atas logo dan merek klub PSMS Medan.[suggestedarticle=3]Pada surat tertanggal 24 Maret yang mengatasnamakan PT Pesemes itu menyatakan, mereka sudah terdaftar di Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual (HKI) dengan nomor 588896 per tanggal 19 Juli 2017 dan menjadi pemilik hak eksklusif logo dan nama PSMS. Untuk itu, PT Kinantan Medan Indonesia dilarang menggunakan nama dan merek PSMS selama berkompetisi di Liga 1 2018 tanpa izin PT tersebut.Perusahaan ini telah melayangkan surat keberatan dan peringatan (somasi) melalui kuasa hukum Fadillah Hutri Lubis pada 24 Maret 2018.Surat tersebut ditujukan kepada PT Kinantan Medan Indonesia, PT Liga Indonesia Baru selaku penyelenggara Liga 1, dan DJ Sport Apparel sebagai sponsor yang memproduksi dan memasarkan kostum klub PSMS Medan. [pagebreak]Logo Tidak Sah[/pagebreak]Menurutnya, penggunaan merek dan logo 'PSMS Medan' dalam Liga 1 tidak sah dan melawan hukum.Lewat surat keberatan dan peringatan tersebut, mereka menyampaikan merek dan logo 'PSMS Medan' telah terdaftar di Kementerian Hukum dan HAM Republik Indonesia atas nama PT Pesemes Medan dengan IDM: 588696 pada 19 Juli 2017.Merek dan logo 'PSMS Medan' terdaftar untuk jenis dan kelas barang/jasa berupa Klub sepak bola, Sekolah Sepak bola, pakaian, baju, celana, Jersey, T-Shirt, baju olahraga, jaket, syal, alas kaki, sepatu, sandal, kaos kaki, tutup kepala, dan topi."Intinya, kami minta PT Kinantan menarik diri dari manajemen PSMS Medan. Dan kami minta, kami lah yang seharusnya berhak untuk mengelola PSMS Medan," ucap Fadillah."Kenapa baru sekarang kami ajukan somasi? Kami sudah melakukan pendekatan kepada kepengurusan PSMS [saat ini] secara personal. Tapi mereka menganggap PT Pesemes sudah dijual kepada Pak Edy Rahmayadi [Ketua Umum PSSI]," katanya menambahkan.Selain melayangkan surat keberatan dan peringatan (somasi), PT Pesemes Medan pun melaporkan PT Kinantan Medan Indonesia kepada Direktur Penyidikan dan Penyelesaian Sengketa Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual Kementerian Hukum dan HAM RI.
  1726 kali
1523338202133 tag