(Foto: sidomi.com)

Indra Sjafri Masuk Tim Pelatih Timnas Indonesia

PSSI memastikan bahwa Indra Sjafri akan menangani Timnas Indonesia. Namun Sekjen PSSI, Ade Wellington belum mau membeberkan apakah Indra menukangi tim senior atau junior.

PSSI saat ini memang tengah mencari pelatih untuk Timnas U-16, U-19, U-22, dan senior. Rencananya kepastian Indra akan menukangi tim mana akan diumumkan saat Kongres di tanggal 8 Januari.

"Indra masuk ke dalam tim. Tapi tim ini kan ada U-16, U-19, dan U-22. Tanggal 8 Januari akan kami umumkan," ujar Ade seperti dikutip dari Goal.

Bila ditunjuk menukangi tim U-22 yang diproyeksikan untuk SEA Games 2017 dan Kualifikasi Piala AFC U-23 2018 maka kemungkinan besar Indra akan rangkap jabatan menangani timnas senior. Hal ini sebelumnya dibeberkan oleh Ketua Umum PSSI, Edy Rahmayadi.

Indra yang kini menangani Bali United bukan sosok asing di Timnas Indonesia. Ia sempat menukangi Timnas U-19 dan meraih gelar juara Piala AFF U-19 di tahun 2013.
editTerakhir diubah:  30/12/16 - 13:57

PERASAAN KAMU MEMBACA ARTIKEL INI

  • Sebarkan

KOMENTAR(2)


Rekomendasi



Berita Terkait


Gol-Gol Timnas Indonesia yang Tertunda
Timnas Indonesia membuang banyak peluang saat bermain imbang 0-0 melawan Puerto Rico di Stadion Maguwoharjo, Selasa (13/6). Pelatih Tim Merah-Putih, Luis Milla menegaskan bahwa ia dan timmya siap bekerja keras untuk memperbaiki hal tersebut.Meski gagal mencetak gol, Milla melihat sisi positif dari timnya yakni banyak peluang yang tercipta. Ia senang karena perlahan para pemain mulai menerapkan yang ia inginkan.[suggestedarticle]"Meski tidak bisa mencetak gol saya senang karena tim ini dapat menciptakan banyak peluang," ujar Milla dalam konferensi pers seusai pertandingan."Kami masih harus latihan lagi dan jangan pernah menyerang. Saya berharap gol-gol Timnas Indonesia yang tertunda hari ini dapat terwujud di Kualifikasi Piala Asia," lanjut Milla sambil tersenyum.Timnas Indonesia akan terjun di Kualifikasi Piala Asia U-23 2018 bulan depan. Garuda Muda akan bersaing dengan Thailand, Malaysia, dan Mongolia.
Luis Milla Lihat Sisi Positif di Laga Kontra Puerto Rico
Timnas Indonesia gagal menuai hasil maksimal saat ditahan imbang 0-0 oleh Puerto Rico, Selasa (13/6). Meski kecewa, Luis Milla melihat sisi positif dari hasil tersebut.Milla melihat para pemain senior menunjukkan sikap yang baik dan menjadi contoh bagi pemain muda. Selain itu banyaknya peluang tercipta membuat ia merasa senang.[suggestedarticle]"Pertandingan berjalan menarik. Di pertandingan tadi kami coba mengaplikasikan apa yang sudah dipelajari di sesi latihan," ujar Milla."Saya senang dengan sikap dari pemain senior, mereka membantu para pemain muda," lanjutnya."Saya kecewa dengan hasil. Tapi kami menciptakan banyak peluang dan itu merupakan hal yang bagus," ucap Milla.
Indra Sjafri Benarkan Pemain Timnas U-19 Didatangi Pemantau Bakat Klub Eropa
Pelatih tim nasional Indonesia U-19 Indra Sjafri mengakui banyaknya klub yang ingin merekrut pemainnya, usai tampil di turnamen Toulon beberapa waktu lalu.Garuda Nusantara julukan timnas U-19, tampil memukau di ajang yang diadakan di Perancis itu walau mereka gagal membawa pulang poin.Timnas hanya kalah tipis 0-1 dari Brasil U-20, lalu menunjukan perlawanan ketika kalah 0-2 dari Republik Ceko dan juga gagal mempertahankan keunggulan saat menyerah 1-2 dari Skotlandia.[suggestedarticle]Permainan Egy Maulana dkk. sempat membuat para pemandu bakat yang hadir terpukai dengan aksi mereka."Keberanian mereka lah (pemain timnas U-19) yang membuat permainan timnas U-19 banyak mendapat apresiasi dari banyak pihak. Setelah laga melawan Brasil, bahkan ada perwakilan dari UEFA yang mendatangi saya secara langsung untuk memberikan selamat. Mereka tak menyangka Indonesia bisa sangat menyulitkan Brasil," ucap Indra, seperti dikutip situs resmi PSSI. "Pascalaga menghadapi Ceko, ada beberapa pemandu bakat yang menghampiri saya. Mereka tanya-tanya soal profil beberapa pemain kita. Akan tetapi, saya tak mau sebutkan namanya. Biarlah saya dan tim yang tahu," tambahnya.[suggestedarticle]Mantan pelatih Bali United itu enggan terlena dengan berbagai pujian yang menghampiri timnya di turnamen itu. Dia justru menjadikan segala pujian tersebut sebagai cambuk agar bisa membawa timnas U-19 mencapai target yang diberikan."Target kami berlaga di Toulon bukan untuk mendapatkan pujian. Kami ingin mendapatkan pengalaman untuk menjadi bekal kami menghadapi event sebenarnya yaitu Piala AFF dan kualifikasi Piala Asia," tegasnya. "Pada akhirnya, hanya keyakinan yang membuat bangsa ini tetap menjadi besar. Jangan sekali-kali berpikir bahwa kita adalah bangsa yang kecil. Sekali berpikir demikian, maka percaya lah bangsa ini akan dipandang rendah oleh bangsa lain," pungkas eks pelatih Bali United itu.
Revolusi Timnas U-16: Garuda Muda Menjelma Menjadi Garuda Asia
Julukan, nickname atau nama populer bagi sebuah tim mungkin dianggap tidak terlalu penting. Namun, seringkali hal itu menjadi semacam identitas tim yang memberikan bukan hanya kebanggaan, tetapi juga spirit seluruh anggota tim.Timnas Indonesia U-16 selama ini dikenal dengan julukan Garuda Muda - sebutan umum untuk timnas Indonesia di kelompok usia muda. Sebuah julukan yang sangat membanggakan, tetapi dinilai kurang memberi spirit yang menggejolak.Mungkin karena itulah Timnas Indonesia U-16 yang sedang bersiap mengikuti Piala AFF U-15 2017 berinisiatif mengubah julukan itu menjadi Garuda Asia. Filosofi dasarnya, Timnas U-16 yang kini berada di bawah asuhan pelatih Fakhri Husaini berharap bisa berbicara di level Asia.[suggestedarticle]“Sekarang ini pemain Asia di pentas global berasal dari Jepang, Arab, Korea, China. Saya ingin, anak-anak ini (timnas U-16) nantinya bisa ada yang tampil di pentas global dari Asia. Itu filosofinya mengapa kami namakan Garuda Asia,” jelas manajer Timnas U-16, Kelik Wirawan seperti dikutip dari Topskor.Branding Garuda Asia menjadi semacam filosofi dasar tim dalam menjalankan seluruh kegiatannya.“Saya secara pribadi ingin dari Garuda Asia ini mencetak bibit-bibit pemain kelas internasional dari Asia. Sesuai dengan namanya, Garuda Asia,” tambahnya. Maka, Timnas U-16 tidak hanya ditempa kemampuan teknisnya. Aspek non-teknis juga mendapat perhatian besar layaknya konsep pembinaan usia muda di negara-negara maju.“Kelas motivasi, ajang rekreasi, sport science, itu semua kami terapkan ke anak-anak. Supaya apa, supaya anak-anak itu lebih melengkapi daya pikirnya dan visinya,” katanya. [suggestedarticle]“Kakinya kan sudah dilatih, nah kami ini melatih yang di dalam tubuh, dalam pikiran, dalam otak. Itu yang kami masukkan dari sisi manajerial. Agar supaya imbang antara keilmuan dan keahlian,” tutupnya.Terbanglah tinggi, Garuda Asia!
Banyak Peluang Terbuang, Indonesia vs Puerto Rico Berakhir Imbang 0-0
Indonesia dan Puerto Rico masih bermain imbang tanpa gol dalam laga uji coba internasional, di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Selasa (13/06/17).Indonesia mendapat peluang pertama pada menit ke-9. Sayang sundulan Gavin hasil umpan sepak pojok dari Irfan Bachdim gagal dimanfaatkan jadi gol.Menit ke-9 Marinus Wanewar gagal menciptakan gol usai menerima umpan dari Irfan Bachdim.[suggestedarticle]Peluang Puerto Rico didapat pada menit ke 24, Kurnia Meiga berhasil menepis bola keras hasil sepakan pemain Puerto Rico dari luar kotal penalti.Menit ke-33, striker Hector Ramos punya peluang emas untuk membobol gawang Indonesia. Tapi kiper Kurnia Meiga dengan sigap menghalau bola sepakan Ramos.Menit ke-44, peluang Indonesia hampir membobol gawang setelah tendangan bebas Stefano Lilipaly menerpa mistar gawang Puerto Rico. Bola liar gagal dimanfaatkan oleh Gavin, karena sepakannya melambung tinggi.[suggestedarticle]Hasil imbang 0-0 menutup jalannya pertandingan babak pertama antara Indonesia melawan Puerto Rico.Di babak kedua, Indonesia bermain menyerang. Menit ke-45, anak asuh Luis Milla langsung menggeber serangan. Umpan dari Rezaldi Hehanusa gagal dimanfaatkan dengan baik oleh Irfan Bachdim.Menit ke-52, Indonesia kembali gagal memanfaatkan peluang. Bola liar hasil sepakan Gavin, tak bisa dikonversikan menjadi gol oleh Irfan Bachdim.Lagi-lagi Indonesia gagal memanfaatkan peluang mencetak. Stefano Lilipaly yang tinggal berhadapan dengan kiper Puerto Rico, tendangannya malah melambung tinggi pada menit ke-60.Menit ke-66 Puerto Rico membobol gawang Indonesia. Beruntung posisi pemain tamu sudah terperangkap offside.[suggestedarticle]Menit ke-81, Indonesia kembali hampir membobol gawang Puerto Rico. Kerja sama apik Hargianto dan Irfan Bachdim berakhir dengan sepakan melambung tinggi dari Gian Zola.Menit 88 Puerto Rico punya dual peluang emas. Tendangan pertama terkena tiang, lalu tendangan kedua dari Martinez berhasil dihalau oleh Rezaldi Hehanusa di gawang yang kosong.Jelang pertandingan berakhir, sepakan Febri Hariyadi masih bisa ditepis oleh kiper Puerto Rico. Hasil 0-0 pun menjadi penutup laga Indonesia kontra Puerto Rico dalam laga uji coba internasional.Susunan pemainIndonesia: Kurnia Meiga; Gavin Kwan, Bagas Adi, Fachrudin Aryanto, Rezaldi Hehanusa; Hanif Sjahbandi, Bayu Pradana, Stefano Lilipaly; Saddil Ramdani, Irfan Bachdim, Marinus WanewarPuerto Rico: Cody Laurendi; Juan Coca, Emmanuel D'andrea, Juan Velez, Marcos Martinez; Jorge Rosas, Andres Cabrero, Jorge Rivera, Gerald Diaz; Hector Ramos, Joseph Marrero
Jual Beli Serangan, Indonesia dan Puerto Rico Masih Imbang di Babak Pertama
Indonesia dan Puerto Rico masih bermain imbang tanpa gol dalam laga uji coba internasional, di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Selasa (13/06/17).Indonesia mendapat peluang pertama pada menit ke-9. Sayang sundulan Gavin hasil umpan sepak pojok dari Irfan Bachdim gagal dimanfaatkan jadi gol.Menit ke-9 Marinus Wanewar gagal menciptakan gol usai menerima umpan dari Irfan Bachdim.Peluang Puerto Rico didapat pada menit ke 24, Kurnia Meiga berhasil menepis bola keras hasil sepakan pemain Puerto Rico dari luar kotal penalti.[suggestedarticle]Menit ke-33, striker Hector Ramos punya peluang emas untuk membobol gawang Indonesia. Tapi kiper Kurnia Meiga dengan sigap menghalau bola sepakan Ramos.Menit ke-44, peluang Indonesia hampir membobol gawang setelah tendangan bebas Stefano Lilipaly menerpa mistar gawang Puerto Rico. Bola liar gagal dimanfaatkan oleh Gavin, karena sepakannya melambung tinggi.Hasil imbang 0-0 menutup jalannya pertandingan babak pertama antara Indonesia melawan Puerto Rico.Susunan pemainIndonesia: Kurnia Meiga; Gavin Kwan, Bagas Adi, Fachrudin Aryanto, Rezaldi Hehanusa; Hanif Sjahbandi, Bayu Pradana, Stefano Lilipaly; Saddil Ramdani, Irfan Bachdim, Marinus WanewarPuerto Rico: Cody Laurendi; Juan Coca, Emmanuel D'andrea, Juan Velez, Marcos Martinez; Jorge Rosas, Andres Cabrero, Jorge Rivera, Gerald Diaz; Hector Ramos, Joseph Marrero
visibility  317 kali
Berlaga di Vietnam, Timnas U-16 Buka Puasa di Tengah Latihan
Bulan puasa tak menghalangi tekad Timnas U-16 untuk tampil maksimal di Tien Phong Plastic 2017. Turnamen internasional untuk kategori usia U-15 ini diadakan di Da Nang, Vietnam mulai Rabu (14/6/17) sampai Minggu (18/6/17).Tim asuhan Fakhri Husaini bakal menjajal kekuatannya melawan Myanmar pada Rabu, 14 Juni, kemudian menjajal tuan rumah Vietnam pada Jumat, 16 Juni dan ditutup dengan menghadapi Taiwan, 19 Juni.Rombungan Garuda Asia, sebutan baru Timnas U-16, tiba di Da Nang jam 10 malam hari Senin (12/6), waktu setempat. Rendy Juliansyah dkk menjalani latihan pada Selasa sore pukul 17.45 - 18.45 waktu setempat di Stadion Hoa Xuan. [suggestedarticle]"Artinya, kami akan buka puasa di tengah-tengah latihan. Buka puasa di Da Nang jam 18.19 waktu setempat," beber Fakhri Husaini.Meski mengikuti turnamen di bulan puasa, Fakhri berharap bisa mendapatkan hasil maksimal dalam 3 pertandingan yang dijadwalkan. "Turnamen ini penting bagi kami untuk memberikan tambahan pengalaman internasional bagi pemain, serta ajang untuk memonitor perkembangan latihan yang sudah kami lakukan selama ini. Semoga kami dapat meraih hasil positif pada laga perdana melawan Myanmar," katanya dalam jumpa pers.
visibility  199 kali
Inilah Susunan Pemain Indonesia vs Puerto Rico
Pelatih Luis Milla telah menentukan 11 pemain inti Timnas Indonesia untuk laga kontra Puerto Rico di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Selasa (13/6). Menggunakan formasi 4-3-3, di posisi penjaga gawang ada Kurnia Meiga. Kuartet lini belakang diisi oleh Gavin Kwan, Bagas Adi, Fachrudin Aryanto, dan Rezaldi Hehanusa.[suggestedarticle]Di lini tengah ada Hanif Sjahbandi dan Stefano Lilipaly yang menggantikan Adam Alis dan Hargianto yang sebelumnya tampil melawan Kamboja, kemudian Bayu Pradana melengkapi trio tersebut. Nama Saddil Ramdani melengkapi tiga pemain lini depan bersama Irfan Bachdim dan Marinus Wanewar.[suggestedarticle]Laga uji coba Timnas Indonesia kontra Puerto Rico akan dimulai pukul 21.30 WIB. Pertandingan disiarkan langsung di RCTI.Starting XI Indonesia: Kurnia Meiga; Gavin Kwan, Bagas Adi, Fachrudin Aryanto, Rezaldi Hehanusa; Hanif Sjahbandi, Bayu Pradana, Stefano Lilipaly; Saddil Ramdani, Irfan Bachdim, Marinus WanewarStarting XI Puerto Rico:Cody Laurendi; Juan Coca, Emmanuel D'andrea, Juan Velez, Marcos Martinez; Jorge Rosas, Andres Cabrero, Jorge Rivera, Gerald Diaz; Hector Ramos, Joseph Marrero
visibility  9453 kali
4 Alasan Timnas Indonesia Bisa Bungkam Puerto Rico
Timnas Indonesia bakal menjamu Puerto Rico dalam laga uji coba internasional di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Selasa (13/06/17). Melawan Puerto Rico bisa dijadikan sebagai pengalaman berharga bagi Irfan Bachdim cs. Di dunia sepak bola, nama Puerto Rico tak segemerlap politik yang keras. Tak ada prestasi yang muncul, dan bahkan pada tahun 1995 hingga 2007 mereka sempat berada di peringkat 202 FIFA.Indonesia punya peluang untuk mengambil kemenangan dari Puerto Rico. Setidaknya ada empat faktor yang membuat Skuat Garuda bisa membungkam Puerto Rico.1. Tuah MaguwoharjoKandang dari PSS Sleman ini sudah beberapa kali menggelar pertandingan Timnas Indonesia. Dilansir dari Indosport, Timnas Indonesia dari semua level usia hanya menelan satu kali kekalahan saat Timnas U-16 kalah 0-3 dari PSS Sleman U-17, 21 Mei lalu.Sedangkan Timnas Indonesia senior sudah dua kali memakai stadion ini dan semuanya berakhir imbang. Pertama saat melawan Yaman pada tahun 2014 yang berakhir dengan 0-0 dan melawan Vietnam pada 2016 yang berakhir dengan skor 2-2.Total Timnas Indonesia dari segala golongan sudah bermain 10 kali di Maguwoharjo. Hasilnya adalah 6 kali menang, 3 kali imbang, dan sekali kalah.Rekor Timnas Indonesia di Maguwoharjo:Timnas U-23 1-0 Timnas Brunei Darussalam U-23 (15/08/13).Timnas U-23 0-0 Timor Lester U-23 (30/10/13).Timnas U-19 3-1 PSS Sleman (03/02/14).Timnas U-23 2-0 Malaysia U-21 (05/03/14).Timnas U-19 3-0 Yaman U-19 (23/05/14).Timnas 0-0 Yaman (09/09/14).Timnas U-19 3-1 Filipina (19/08/16).Timnas 2-2 Vietnam (09/10/16).Timnas U-16 4-0 Timnas Filipina U-16 (21/05/17).Timnas U-16 0-3 PSS Sleman U-17 (21/05/17).2. Suporter fanatik SlemanPendukung tuan rumah sudah pasti bakal banyak diisi oleh suportern fanatik PSS Sleman, yakni Slemania dan Brigata Curva Sud (BCS). Bahkan BCS namanya sudah mendunia berkat kreativitasnya melakukan koreografi ala Ultras di Eropa.Tentu saja dukungan fanatik dari mereka bakal menggelorakan semangat para pemain di lapangan. Terlebih chat mereka yang terdengar keras dan tak pernah berhenti sepanjang pertandingan membuat Timnas punya kekuatan ekstra, yakni pemain ke-12.3. Para pemain seniorDatangnya lima pemain senior membuat kreasi permainan Indonesia bakal lebih banyak. Hal tersebut dibuktikan saat pertandingan melawan tuan rumah Kamboja. Pelatih Luis Milla pun bakal lebih leluasa memilih strategi karena pemain senior dinilai lebih cepat menerima transfer taktik yang diinginkan Milla. Selain itu, datangnya pemain senior, seperti Stefano Lilipaly, Irfan Bachdim, Bayu Pradana, atau Kurnia Meiga cukup untuk mendongkrak permainan Garuda di lapangan.4. Kembalinya Stefano LilipalyDatangnya Stefano Lilipaly tentu membuat Skuat Garuda bakal bertambah kuat. Jika diturunkan pelatih Luis Milla, Lilipaly bakal bekerja sama dengan Bayu Pradana atau Hanif Sjahbandi di lini tengah.Kemampuan Lilipaly dalam mengawal lini tengah, tentu bakal mempermudah aliran bola ke depan untuk Irfan Bachdim atau Yabes Roni. Selain itu, Lilipaly diharapkan bisa bermain penuh semangat setelah dalam sepekan terakhir menunggu kelahiran buah hati pertamanya. Dukungan keluarga membuat Lilipaly bisa bermain lebih menggila.
visibility  2560 kali
Musim Depan Stefano Liliplay Tetap Berseragam Cambuur
Meski Cambuur SC gagal mendapatkan promosi ke Eredivisie, Stefano Liliplay bakal tetap bertahan di klub tersebut. Gelandang berkebangsaan Indonesia itu optimistis klubnya bakal lebih baik musim depan.Lilipaly gagal membawa Cambuur promosi ke kasta tertinggi sepak bola Belanda. The Yellow gagal setelah di babak play off kalah dari MVV Maastricht.[suggestedarticle]Alih-alih mencari klub di Eredivisie, Lilipaly menyatakan diri bakal bertahan di Cambuur. Dalam sesi latihan di Stadion Maguwoharjo, pemain 27 tahun itu berniat membawa Cambuur juara musim depan.“Saya bakal bertahan di Cambuur. Musim depan akan menjadi juara dan promosi ke Eredivisie,” jelas Liliplay yang dikutip dari Goal Indonesia.Saat ini Lilipaly sedang fokus membela Indonesia dalam pertandingan uji coba internasional melawan Puerto Rico, Selasa (13/06/17). Ia berstatus pemain senior dalam skuat muda yang dipersiapkan untuk Kualifikasi Piala Asia dan SEA Games 2017.
visibility  658 kali
1497352502166 tag