(Foto: bolalob)

Timnas Indonesia Akan Naturalisasi Beberapa Pemain di Tahun 2017

Beberapa pemain keturunan mengungkapkan keinginan untuk memperkuat Timnas Indonesia. Hal ini direspon positif oleh Kemenpora yang siap membantu proses naturalisasi pemain keturunan.

Kepala Komunikasi Publik Kemenpora, Gatot S Dewa Broto menyebut pemain Jong Ajax, Ezra Walian akan dinaturalisasi dalam waktu dekat. Selain itu ada beberapa pemain keturunan lainnya yang berencana dinaturaliasi.

"Pagi ini, saya dapat kabar dari Duta Besar Indonesia di Spanyol, Yuli Mumpuni, agar Menpora berkirim surat pada seluruh Duta Besar Indonesia di seluruh Eropa dan Timur Tengah, karena ditengarai banyak pemain potensial dan mereka ingin pulang ke Indonesia," ujar Gatot seperti dikutip dari Bola.net.

Menurut Gatot saat ini ada dua pemain keturunan yang tengah bermukim di Spanyol. Ada pula satu pemain yang kini ada di Belanda. Selain itu ada juga pemain yang kini tengah berkarier di Timur Tengah.

"Dari Qatar ada Andri Syahputra. Sayang kalau sampai talentanya diambil negara lain. Sementara itu untuk beberapa pemain lain namanya belum bisa kami munculkan," jelas Gatot.

PERASAAN KAMU MEMBACA ARTIKEL INI

  • Sebarkan

KOMENTAR


Rekomendasi



Berita Terkait


Mengenal Anak Luis Milla dan Klubnya yang Jadi Lawan Timnas U-22
Salah satu agenda Timnas Indonesia U-22 adalah beruji coba dengan sejumlah tim di 4 kota Spanyol. Salah satu yang sudah pasti adalah melawan CF Fuenlabrada yang bermarkas di Kota Madrid.Tidak ada yang terlalu menarik sebenarnya dari klub ini, kecuali fakta bahwa seorang pemainnya adalah anak kandung Luis Milla. Terlahir nama dengan nama Luis Milla Manzaranes, pemain kelahiran 7 Oktober 1994 ini mengikuti jejak ayahnya meniti karier sebagai pemain bola.Memulai perjalanan di klub R. Majadahonda, Luis Milla Junior kemudian masuk Atletico Madrid. Dimulai dari Juvenil A, kemudian promosi ke Tim C. Sayang, kariernya tak berlanjut dan pindah ke Rayo Vallecano B. [suggestedarticle]Dari Rayo kemudian pindah ke Alcorcon sampai saat ini. Luis Milla Manzaranes bermain di CF Fuenlabrada dengan status pemain pinjaman. Sebelumnya dia juga sempat dipinjamkan ke Guijuelo. CF Fuenlabrada saat ini berkompetisi di Segunda B Group 2. Mereka berada di posisi ke-4 klasemen sementara dengan catatan 30 kali main, 14 menang, 7 seri, 9 kalah dan mengoleksi 49 poin. Peluang untuk promosi masih terbuka karena posisi 4 adalah batas zona play-off untuk merebut tiket promosi. Didirikan tahun 1975, klub ini bermain di Estadio Fernando Torres yang berkapasitas 2.500 penonton. Biru menjadi warna kebesaran klub.
visibility  2987 kali
APPI Respons Pembatasan Usia Pemain di Liga 1 dan Liga 2
Asosiasi Pesepak bola Profesional Indonesia (APPI) memberikan keterangan terkait dengan regulasi pemain yang diterapkan PSSI di kompetisi Liga 1 dan Liga 2. Respons APPI keluar menyusul keputusan PSSI yang membatasi klub memiliki dua pemain di atas 35 tahun.Selain itu, PSSI juga mewajibkan setiap klub memiliki lima pemain di bawah usia 23 tahun. Bahkan, tiga diantaranya harus dimainkan di babak pertama.Tak hanya Liga 1, respons tersebut juga adanya regulasi untuk klub-klub Liga 2 yang dibatasi mengontrak pemain dengan usia 25 tahun ke atas.[suggestedarticle]Dalam rilis resmi APPI, mereka sudah mengirimkan surat berisi pendapat dan masukan kepada PSSI. Pernyataan tersebut bertujuan untuk melindungi hak pesepak bola Indonesia.“Selanjutnya dalam waktu dekat ini, kami dan beberapa perwakilan pesepak bola senior (di atas 35) juga akan melakukan pertemuan dengan PSSI guna membahas regulasi pembatasan usia yang beberapa waktu lalu telah disampaikan oleh PSSI.”“Kami akan terus dan selalu berupaya mencari solusi yang terbaik untuk pesepak bola Indonesia terkait dengan regulasi pembatasan usia ini,"[suggestedarticle]“Oleh karenanya kami mohon kepada para pesepak bola Indonesia untuk bersabar dan menunggu hasil terbaik dari pertemuan kami dengan PSSI yang akan terselenggara dalam waktu dekat ini,” sebut rilis resmi dari APPI.Sebelumnya PSSI sudah menerapkan regulasi baru untuk pemain asing. Regulasi marquee player menjadi barang baru di kompetisi sepak bola Indonesia. Klub Liga 1 kini boleh memiliki pemain berstatus top dunia di luar kuota 2+1 atau dua pemain non-Asia dan satu pemain Asia.
visibility  2047 kali
Ezra Walian di Antara 2 Legenda: Luis Milla dan Johan Cruyff
Ezra Walian menjadi naturalisasi terkini timnas Indonesia. Perannya memang belum terlihat nyata saat debutnya melawan Myanmar di Stadion Pakansari, Kabupaten Bogor, Selasa (21/3/2017). Namun, Ezra punya keterkaitan dengan Johan Cryuff dan pelatih timnas, Luis Milla.Nostalgia ‘perseteruan’ masa lalu masih diingat oleh Milla. Pelatih berambut ikal tersebut pernah merasa dicampakkan Cryuff di Barcelona. Milla pun lari ke seteru Barca, yakni Real Madrid. Dendam dengan Cryuff pun membuat Milla termotivasi membawa Madrid unggul dari klub Catalan tersebut.Tapi menariknya, saat berada di Indonesia, Milla yang sudah resmi menjadi arsitek Skuat Garuda mengatakan kepada para pelatih lokal Indonesia, bahwa Cruyff adalah sosok yang mengajarkan banyak hal bagi dirinya. Tentu mengejutkan apa yang keluar dari mulut pelatih berusia 51 tahun itu. Apakah Milla sudah melupakan masa lalunya, atau memang Milla pintar menjaga harkat dan martabat Cryuff sebagai maestro sepak bola dunia?“Enam tahun di Barcelona, beruntung saya bisa dilatih Johan Cruyff, ia mengajari nilai-nilai serta filosofi yang ia punya. Kini semua melihat Barcelona bermain indah karena itu yang ia ajarkan kepada saya, Pep Guardiola, hingga Luis Enrique,” cerita Milla.[suggestedarticle]Dari sini kita lihat, Milla pandai menutupi masa lalunya dengan sang maestro. Di hadapan pelatih-pelatih Indonesia, Cryuff di mata Milla merupakan sosok yang besar, melegenda, dan pelatih yang mengajarkan banyak hal dalam revolusi sepak bola modern Eropa.Berbicara Ezra Walian, Milla kini kembali bersinggungan dengan Cruyff. Sosok Ezra seperti Cruyff walau dalam skala yang lebih kecil. Cryuff lahir orang asli Amsterdam yang menjadi legenda sepak bola Ajax Amsterdam. Dengan prestasi 8 kali juara Liga Belanda, 5 kali juara Piala KNVB, 3 kali juara Liga Champions, 1 kali juara Piala Super Eropa, plus sekali juara Piala Interkontinental, sudah cukup membuat Cryuff jadi legenda di Amsterdam.Pada masa modern, Ezra Walian serupa dengan Cruyff. Pemain yang memulai debut bersama timnas Indonesia U-22 pada 21 Maret 2017 itu juga lahir di Amsterdam dan meniti karier sepak bola dari level akademi Ajax. Lahir di Amsterdam 22 Oktoer 1997, Ezra muncul ke bumi setahun setelah Cruyff berhenti dari kursi pelatih Barcelona.[suggestedarticle]Mau tahu lagi kesamaan Cruyff dan Ezra? Keduanya mengawali sepak bola menjadi penyerang di Jong Ajax atau tim Ajax Amsterdam II. Ezra pernah memperkuat timnas Belanda junior pada jenjang U-15, U-18, dan U-19. Meski kini sudah menjadi bagian Merah-Putih, namun keterkaitan Ezra dengan Cryuff tak lepas karena ada sosok pelatih Luis Milla, yang memiliki hubungan masa lalu Johan Cruyff.Takdir memang mempertemukan Milla dengan titisan Cruyff di Indonesia. Entah apakah Milla berpikirkan menuntaskan ‘dendam’ masa lalunya dengan sang maestro, atau melihat Ezra sebagai kebutuhan tim yang harus dipertahankan di skuat muda Indonesia.Semua keterkaitan tersebut memang unik. Bahkan jika mau memainkan ramalan gila, mungkin saja trilogi kisah Milla-Cryuff-Ezra berlanjut kepada Barcelona. Bukan tak mungkin Ezra bakal pindah ke Catalan suatu saat nanti, mengingat perfomanya yang terbilang lumayan di Jong Ajax.
visibility  1838 kali
Buffon Dukung Kiper Keturunan Indonesia Gantikan Posisinya di Timnas Italia
Gianluigi Buffon saat ini sudah berusia 39 tahun. Ia pun melihat ada empat kiper yang layak untuk menggantikannya di masa depan.Meski belum memiliki niat untuk pensiun, karier Buffon bersama Gli Azzurri tidak lama lagi. Menurut kiper Juventus tersebut ada empat nama yang layak menggantikannya.[suggestedarticle]Para kiper yang disebut Buffon adalah Gianluigi Donnarumma, Alex Meret, Mattia Perin, serta kiper keturunan Indonesia, Emil Audero Mulyadi. Menurut Buffon keempatnya memiliki prospek cerah."Saya senang ketika melihat Donnarumma dan Meret. Saya bangga masih berada di timnas untuk melihat mereka berkembang dan menikmati potensi besar mereka," ujar Buffon seperti dikutip dari Football Italia."Saya senang Italia tidak akan mengalami masalah setelah saya pensiun. Bersama mereka, plus Mattia Perin dan Emil Audero, saya tidak akan menyesal ketika gantung sepatu," lanjut Buffon.[suggestedarticle]Nama Emil saat ini masih menjadi kontroversi. Ia sempat mendapat panggilan dari Timnas Indonesia untuk dinaturalisasi tapi Emil menolak karena lebih tertarik memperkuat Timnas Italia.
visibility  1386 kali
1490355428073 tag