(Foto: Bola)

Suruh Main Di Liga Nusantara, Arema Indonesia Merasa Diledek

Keputusan berat harus diterima oleh Arema Indonesia yang akan memulai kiprah mereka kembali dikancah sepakbola nasional dengan memulainya dari Liga Nusantara (Linus)

Keputusan tersebut diputuskan oleh voters PSSI secara aklamasi di Kongres Tahunan PSSI yang berlangsung di Bandung, Jawa Barat pada Minggu (8/1) ini. Namun, keputusan tersebut ternyata dinilai oleh istri pendiri Arema Indonesia, Novi Acub Zaenal sebahai sebuah ledekan.

"Saya sangat kecewa, Arema Indonesia ditaruh di Linus. Apa itu Linus? Seharusnya Arema Indonesia itu ada di kasta tertinggi. Kok, tim yang sudah bermain di mana-mana, AFC, dan ini itu, malah di Linus," ungkap Novi seperti dikutip dari Bola.com.

"Kami anggap keputusan menaruh Arema Indonesia di Linus sebagai sebuah ledekan," pungkasnya.

Kasus Arema Indonesia sendiri muncul akibat engan dualisme kompetisi Indonesia Primer League (IPL) dan Indonesia Super League (ISL) yang memunculkan dua kubu Arema. Patut dinantikan bagaimana kelanjutan dari keputusan Kongres PSSI ini, apakah Arema Indonesia akan menerimanya atau tidak.

  • Sebarkan

KOMENTAR


Rekomendasi



Berita Terkait


13 Kapten Timnas Indonesia Hadiri Kongres PSSI 2017
Ada yang menarik dari Kongres Tahunan PSSI 2017 yang diselenggarakan di Hotel Aryaduta tepatnya di Kota Bandung, Minggu (8/1/2017). 13 Kapten Timnas Indonesia dari beberapa generasi hadir sebagai bentuk apresiasi terhadap kiprah Timnas Indonesia dari masa ke masa. 13 Kapten Timnas Indonesia yang hadir antara lain, Ricky Yacobi, Ferril Raymond Hattu, Robby Darwis, Sudirman, Aji Santoso, Bima Sakti, Fachri Husaini, Kurniawan Dwi Yulianto, Ponaryo Astaman, Charis Yulianto, Firman Utina, dan Bambang Pamungkas. Dan Mantan kapten Timnas Indonesia paling senior yang hadir pada saat kongres ini adalah Herry Kiswanto, beliau adalah Kapten Timnas Indonesia pada tahun 1985 hingga 1987.PSSI menghadirkan ke-13 kapten Timnas Indonesia ini sebagai bentuk penghargaan terhadap perjuangan mereka sepanjang membela Indonesia di level internasional. Perwakilan mantan kapten Timnas Indonesia, Ferril Raymond Hattu, menyatakan setelah membela skuat Garuda siap untuk membantu persepakbolaan Indonesia jika memang dibutuhkan."Kami sudah mengerahkan yang terbaik untuk negara semasa kami bermain, dan hingga kini kami siap membantu tanpa pamrih. Kami siap untuk membantu sepak bola Indonesia jika diperlukan," ujar Ferril Hatu di Hotel Aryaduta, Bandung, Minggu (8/1/2017).
visibility  3028 kali
Menuju Kongres PSSI, Tiga Bonek Tewas Setelah Diduga Menenggak Miras Oplosan
Tiga Bonek tewas setelah menenggak miras oplosan, Mereka tewas dalam mobil bak terbuka dalam perjalanan dari Subang ke Bandung. Tujuan mereka ke kota Bandung ialah untuk meramaikan kongres PSSI yang rencananya digelar pada Minggu, 8 Januari 2017, di Hotel Aryaduta, Jalan Sumatera, Bandung.Bonek yang meninggal tersebut yakni Brian Adam Firdaus, 17 tahun; Rudi, 23 tahun; dan Hasrul alias Foka, 22 tahun. Ketiganya diketahui warga Kecamatan Waru, Kabupaten Sidoarjo.Kapolres Subang AKBP Yudhi Sulistianto Wahid menceritakan kronologisnya. Pada Rabu (4/1/2017), sebanyak 21 Bonek dari Sidoarjo berangkat menuju Kota Bandung lewat jalur Pantura. "Mereka estafet naik truk. Jadi nyari tumpangan di perjalanan," ujar Yudhi seperti yang dikutip detik.com.Yudhi menuturkan, pada saat tiba di Pusakanagara Kabupaten Subang hari Jumat (6/1), mereka dijemput suporter Persib Viking, bernama Singgih. Selanjutnya mereka menginap semalam di rumah Singgih di Kecamatan Compreng."Di sana mereka minum lagi miras oplosan. Alkohol 70 persen dicampur air kelapa dan Sprite. Kalau dilihat dari keterangan mereka, kondisi mereka itu tidak fit. Makan seadanya dan terus-terusan minum miras oplosan," Yudhi pungkasnya.
visibility  1450 kali
Menpora Pastikan Hadir di Kongres PSSI 2017
Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Imam Nahrawi dipastikan akan hadir di Kongres PSSI 2017 pada tanggal 8 Januari. Kongres pertama di bawah kepemimpinan Edy Rahmayadi ini akan dilakukan di Hotel Aryaduta, Bandung.Menpora sendiri berharap kongres kali ini dapat menuntaskan beragam masalah salah satunya tentang nasib 7 klub yang statusnya masih menunggu kepastian untuk dapat berkompetisi.“Insya Allah saya akan datang ke Kongres PSSI, tanggal 8 Januari," ujar Imam.“Kami harapkan kongres ini bisa membawa hal-hal yang belum dibahas saat kongres beberapa waktu lalu di Jakarta. PSSI kini menjadi wadah rekonsiliasi. Jadi nasib klub-klub seperti Persebaya dan lain-lain harus dibicarakan,” lanjutnya.Kepala Komunikasi Publik Kemenpora, Gatot S Dewa Broto sendiri berharap kongres berjalan lancar dan dapat berjalan sesuai harapan."Saat ini, harapan pada PSSI kan sangat tinggi. Komunikasi kami dengan PSSI juga bagus. Harapan kami, hubungan yang sudah baik antara PSSI dan pemerintah, dalam hal ini Kemenpora, tetap dijaga dan ditingkatkan. Kami juga ingin PSSI untuk fokus ke pembinaan kelompok umur,"  ujar Gatot.
visibility  757 kali
Pertandingan Persib Vs Persipura, Awali Kongres PSSI Di Bandung
Kongres PSSI 2017 di Bandung bakal berlangsung pada 8 Januari 2017. Jelang kongres, para peserta bakal disuguhi pertandingan persahabatan antara Persib Bandung versus Persipura Jayapura.Pertandingan antara juara ISC 2016 Persipura dan juara ISL 2014 diadakan di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Sabtu 7 Januari 2017.Pihak panitia di Bandung, sudah menyiapkan fasilitas untuk peserta Kongres PSSI 2017 ini, bahkan Walikota Bandung Ridwan Kamil gembira jika pertemuan pengurus sepak bola itu diadakan di kotanya.Menurut pria yang karib disapa Emil ini, Pemerintah Kota Bandung dengan sangat terbuka menyambut wacana PSSI menggelar kongres tahunan. Terlebih Emil menilai, setiap kegiatan yang dilakukan di Kota Bandung memiliki keuntungan bagi perekonomian di Ibu Kota Provinsi Jawa Barat itu."Apapun kegiatannya di Bandung pasti saya dukung karena ada benefit ekonomi," ujar Emil."Kalau yang datangnya sepak bola, memang saya senang dan hobi, apalagi PSSI. Jadi yang pasti kita akan dukung," tutur Emil.Cuma yang menjadi perhatiannya adalah soal keamanan. "Mungkin pengamanan memang harus ekstra karena ada pihak pihak yang mungkin masih punya dinamika masalah terus ngabring kadieu seperti dari Persebaya, Boneknya dan sebagainya. Memang jadi isu-isu terkait legalitas," jelasnya.
visibility  2460 kali
1482913947890 tag