(Foto: Jakarta Post)

Regulasi Baru ISL 2017 Untungkan Pemain Muda Indonesia

PSSI melalui ketua umum Edy Rahmayadi menekankan bahwa prestasi tim nasional Indonesia akan ditentukan dengan pembinaan para pemain muda di tanah air.

Untuk itu liga tertinggi di Indonesia Indonesia Super Lague (ISL) 2017 akan memiliki banyak regulasi yang menguntungkan para pemain muda.

Salah satu regulasi untuk ISL musim 2017 nanti adalah kuota 2 + 1 untuk pemain asing, serta setiap klub wajib diperkuat oleh pemain usia 23 tahun.

Setidaknya para kontestan klub harus memiliki dan mengontrak lima pemain muda U-23 dan memainkan tiga diantaranya sebagai starter, dan jika melakukan pergantian pemain juga harus diganti dengan pemain usia yang sama.

Regulasi ini dilakukan demi meraih hasil maksimal terhadap tim nasional Indonesia pada masa mendatang. Target maksimal pun dicanangkan pada SEA Games XXIX/207 Malaysia, target semifinal di Asian Games 2018 Indonesia, dan medali emas di SEA Games XXX/2019.

“Kalau dari regulasi untuk ISL tidak banyak yang berubah, paling hanya di batas usia saja baik untuk pemain lokal maupun asing. Batas maksimal pemain adalah 35 tahun sedangkan minimalnya 21 tahun,” tutur Ketua Umum PSSI, Edy Rahmayadi usai acara Awarding ISC A 2016, di Hotel Aryaduta.

Beberapa regulasi yang mungkin diterapkan dalam kompetisi ISL 2017:

- Usia pemain maksimal 35 tahun

- Diperbolehkan mengontrak pemain berusia 35 tahun maksimal dua pemain per klub

- Jumlah pemain asing tiga orang

- Salah satu pemain asing adalah pemain Asia

- Wajib mengontrak lima pemain U23 dan memainkannya sebagai starter sebanyak 3 pemain

- Klub harus memiliki tim U19 dan U21

Divisi Utama:

- Usia pemain maksimal 25 tahun

- Diperbolehkan mengontrak pemain berusia diatas 25 tahun maksimal 5 orang

- Klub boleh memainkan 5 pemain berusia 25 tahun dalam sebuah pertandingan

PERASAAN KAMU MEMBACA ARTIKEL INI

  • Sebarkan

KOMENTAR


Rekomendasi



Berita Terkait


Dapat Dukungan dari 3 Asprov, Tony Apriliani Ikuti Tes Calon Sekjen PSSI
Satu nama mengejutkan terlihat mengikuti tes psikologi calon Sekretaris Jenderal (Sekjen) PSSI di Gran Rubina, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (22/5/2017). Sosok tersebut adalah Tony Apriliani.Tony bukan wajah baru di PSSI. Sebelumnya, dia pernah menjabat sebagai anggota Komite Eksekutif atau EXCO di era Djohar Arifin Husin dan La Nyalla Matalitti.Tony bahkan pernah memimpin organisasi tandingan PSSI yang sempat dibentuknya bersama La Nyalla Matalitti, Erwin Dwi Budiawan, dan Roberto Rouw, yaitu Komite Penyelamat Sepakbola Indonesia (KPSI).Namun, masuknya nama Tony sebagai calon pengganti Ade Wellington cukup menjadi pertanyaan besar. Sebab, tidak ada nama Tony dalam 30 calon sekjen yang dirilis PSSI beberapa waktu lalu.[suggestedarticle]Tony sendiri mengungkapkan alasannya maju sebagai calon Sekjen PSSI karena mendapat dukungan dari tiga Asprov, salah satunya adalah Jawa Barat.”Saya ke sini karena saya diminta oleh Asprov PSSI Jawa Barat dan dua Asprov lain untuk maju menjadi Sekjen PSSI. Bahkan saya tidak mempersiapkan apa pun karena sudah diurus oleh mereka. Saya tinggal datang ke sini dan mengikuti semua prosedur yang harus dijalani,” ujar Tony seperti dikutip dari Bola.com.Tony menambahkan, meski pun dirinya mengikuti tes untuk menjadi Sekjen PSSI karena didorong oleh Asprov PSSI Jawa Barat, pria berkacamata tersebut memastikan tidak akan main-main dalam mengemban jabatan tersebut bila terpilih.Dia bahkan bertekad untuk memperbaiki kinerja kesekjenan PSSI yang sempat dianggap bermasalah.”Saya tahu apa yang terjadi dengan sekjen sebelumnya. Saya banyak berdiskusi dengan teman-teman pengurus PSSI, termasuk dengan Pak Edy Rahmayadi. Saya pun sering memberikan masukan apa yang seharusnya dilakukan oleh Sekjen PSSI,” ujarnya.”Saya akan terbuka dengan kalian para wartawan seperti yang biasa saya lakukan selama menjadi pengurus PSSI. Saya pun akan memperbaiki sejumlah hal dalam kesekjenan PSSI yang selama ini dianggap menjadi masalah,” pungkas Tony.
Para 'Pembangkang' Timnas Indonesia
Membela timnas Indonesia tentu kebanggan bagi setiap pemain. Tak jarang, membela timnas adalah impian semua pesepak bola di Tanah Air. Namun, seiring berjalannya waktu, membela timnas ternyata bukan pilihan utama bagi sebagian pesepak bola.Berbagai alasan untuk mangkir dari panggilan timnas kini mulai marak. Sontak keputusan mereka untuk membangkang saat dapat panggilan negara pun dapat reaksi keras dari publik sepak bola Indonesia. [suggestedarticle]Namun, tak semuanya keinginan pemain. Terkadang klub menjadi ‘tokoh utama’ dibalik keputusan sang pemain untuk mangkir. Banyak klub beralasan masih membutuhkan jasa mereka di kompetisi yang tengah berjalan.Berikut deretan pemain pembangkang yang pernah menolak panggilan timnas Indonesia.Jandia Eka PutraPelatig timnas Indonesia, Alfred Riedl marah kepada Semen Padang karena lebih mementingkan urusan klub dibanding timnas. Pelatih Nilmaizar dianggap menghalangi pemanggilan Jandia Eka Putra. Bahkan Riedl berniat menghukum Jandia dan Nilmaizar karena membangkang dari tugas negara. Meski demikian, Nilmaizar sempat membela diri karena ia tidak mendapat surat pemanggilan dari manajemen Semen Padang.Emil Audero MulyonoSaat PSSI gencar menjaring pemain keturunan Indonesia di luar negeri, nama kiper Juventus Emil Audero Mulyadi sempat menjadi bahan perbincangan. Kiper berdarah Italia itu menolak secara halus dari PSSI.Melalui akun Instagram miliknya, kiper 20 tahu tersebut mengisyaratkan lebih memilih membela Timnas Italia ketimbang skuat Garuda. Emil lalu memposting bendera Italia yang menandakan dirinya lebih memilih Azzurri.Andri SyahputraAndri Syahputra yang berkarier di Qatar pernah menjadi bahan perbincangan karena menolak memperkuat timnas Indonesia U-19. Saat itu, keluarga Andri beralasan bahwa sang anak lebih mementingkan pendidikan. Sayangnya, tak berselang lama muncul kabar Andri memperkuat timnas Qatar saat meladeni timnas Inggris U-19 di Doha.[suggestedarticle]Penolakan Andri pun mendapat reaksi keras dari Kemenpora dan PSSI. Ketua Umum PSSI, Edy Rahmayadi sampai ingin mem-blacklist Andri Syahputra. Ketum yang juga Pangkostrad TNI itu geram dengan penolakan Andri membela Merah-Putih.Tapi kini, kasus Andri pun sudah melunak. Pasalnya, Andri masih menjadi WNI karena dalam hukum Qatar, warga negara asing yang mendapat kehormatan bisa bermain bersama timnas Qatar.Rezaldi HehanusaKasus terbaru adalah bek Persija Jakarta, Rezaldi Hehanusa. Pemain yang akrab disapa Bule sebetulnya dipanggil timnas Indonesia U-22 oleh Luis Milla, namun ia mangkir dengan alasan cedera pahaNamun bule malah bermain membela klubnya Persija Jakarta saat ditaklukkan oleh Persela Lamongan 1-0, Rabu (10/05/17) lalu. Ketum PSSI, Edy Rahmayadi pun kecewa dengan sikap bule. Edy bahkan mengancam bakal menindak tegas pemain dan klub yang tak memenuhi panggilan timnas.[suggestedarticle]Mengetahui situasi tersebut, Ketua Umum PSSI, Edy Rahmayadi mengaku sangat kecewa. Dia pun akan mengusut kasus ini dan menyerankan setiap pemain yang menolak panggilan Timnas Indonesia.Ingin mengakhiri polemik tersebut, pihak manajemen Persija Jakarta langsung meminta maaf kepada PSSI terkait mangkirnya Rezaldi Hehanusa mengikuti latihan Timnas Indonesia U-22. Gede menyebut kesalahan serupa tak akan terjadi di masa mendatang.
Timnas Indonesia Sudah Punya Lawan Tanding di Bulan Agustus
Bulan Agustus 2017 mendatang, kembali tim nasional Indonesia akan melakoni laga uji coba dalam kalender internasional FIFA.Memang sampai saat ini belum dipastikan siapa yang akan menjadi lawan skuat Garuda, namun kabar justru datang dari calon lawan Indonesia yakni Fiji.Hal ini diungkapkan oleh Presiden Asosiasi Sepak Bola Fiji, Rajesh Patel ketika membuka secara resmi ajang Vodafone Fiji FACT 2017.“Ada kabar bagus untuk Fiji FA dan fans sepak bola karena Fiji akan bermain melawan Estonia pada 19 November. Estonia merupakan tim Eropa. Sudah selesai dan mereka telah merespons secara positif untuk bermain. Mereka bersedia datang ke sini dan bermain,” kata Rajesh Patel dikutip dari Fiji Times.“Kami juga akan bermain di Indonesia dan akan terus berlanjut serta kami akan terus mencoba mendapatkan lebih banyak laga uji coba internasional,” tambahnya.[suggestedarticle]Saat ini Fiji ada di posisi ke-181 dalam peringkat dunia yang dikeluarkan oleh FIFA. Uji coba melawan Indonesia juga sebagai bentuk persiapan mereka dalam ajang kualifikasi Piala Dunia 2018.Sejauh ini Indonesia dijadwalkan akan melakoni laga uji coba melawan Kamboja dan Puerto Rico pada bulan Juni mendatang.Rencananya pelatih Luis Milla akan memadukan beberapa pemain senior dengan pemain muda U-22 proyeksi SEA Games 2017.
PSSI Undang 30 Calon Sekjen untuk Ikuti Tes Psikologi
Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) mengundang seluruh pelamar posisi Sekretaris Jenderal (Sekjen) untuk mengikuti psikotes di Generali Tower lantai 17, Gran Rubina Business Park, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (22/5) pagi. Total ada sekitar 30 nama yang akan berkompetisi untuk memperebutkan kursi Sekjen PSSI.Materi psikotes untuk para calon Sekjen PSSI akan diberikan oleh Dinas Psikologi Angkatan Darat. Para kandidat yang lolos tes ini akan diumumkan pada Selasa (23/5) untuk kemudian mengikuti tes kesehatan.Selanjutnya, para calon Sekjen terpilih yang mengikuti tes kesehatan akan diminta mengikuti tes kompetensi dengan dua uji materi pada Rabu (24/5).Pertama, adalah simulasi Leaderless Group Discussion yang materinya akan disampaikan oleh Dinas Psikologi Angkatan Darat. Sedangkan materi kedua, uji kompetensi teknis dengan cara interview oleh jajaran Komite Eksekutif PSSI.[suggestedarticle]Ketua Umum PSSI Edy Rahmayadi menjelaskan bahwa pihaknya sengaja membuka kepada publik siapa saja para calon sekjen beserta tes apa saja yang harus ditempuh sebagai upaya keterbukaan informasi yang dilakukan jajarannya.Selain itu, Edy menginginkan supaya orang yang nantinya menjabat posisi sekjen adalah sosok yang berintegritas dan bisa membantu PSSI dalam berkomunikasi dengan AFC dan FIFA.”Kenapa kami membuka ini? Untuk menyampaikan kepada publik bahwa posisi sekjen PSSI bukan hanya hak prerogatif saya sebagai ketua umum PSSI. Saya ingin memberikan kesempatan yang sama kepada seluruh pihak yang berkompeten untuk mengisi posisi ini dan memajukan sepakbola Indonesia bersama-sama,” ucap Edy.”Apa kriteria seorang sekjen PSSI? Pertama tentu ia harus memiliki pengalaman dan pemahaman yang mendalam tentang dunia sepakbola. Kedua, ia harus memiliki leadership dan kemampuan manajerial yang cakap. Ketiga, berwawasan internasional karena sekjen harus membina hubungan yang baik dengan AFC dan FIFA,” pungkas Edy.Berikut 30 nama calon Sekjen PSSI :1. H. Eddy Sofyan2. Tri Dharma Nur Patria3. Ratu Tisha4. Hifni Hasan, SH, MH5. Ainul Ridha6. H. Hendri Zainuddin, S.Ag., S.H.7. Ahmad Hudaya, S.H.8. Drs. Supartono, M.Pd.9. Irman Jayawardhana, S.E., M.Sc.10. H. Hasan Basri, S.H., M.H.11. T. Alvin Papatria12. Elim Prastowo, S.Pd13. Dwi Prasetya Danarjati, S.Psi., M.Pd.14. Carlos Melgares Varon15. Bukhari Syam16. Ahmad Ihsan17. R. Erwin Permadi Wiradipoetra18. Rudolf Paulus Yesayas, SE19. Zulfa Asma Vikra, S.H., M.H.20. Elsya Putri Adiyanti21. Sarman22. Asmar Y. Notosoetardjo23. Muhammad Zein, S.H., M.A.24. Dr. H. Muhammad Ade Sulchi, SE., MM25. Dr. Drs. Harry Indradjit Soeharjono, S.E., Ak., M.M., CA26. Drs. Soritaon Siregar, M.Soc. Sc., CRMP, PFM27. Alief Syachviar, S.Sos.28. Adrian Bima Putera29. Rahadian Gema Fabolista30. Budi Hartanto SST, Ak., CA, CPA.
visibility  224 kali
Luis Milla Beri Kesempatan Kedua Buat Bek Persija Jakarta Ini
Tim nasional Indonesia U-22 dijadwalkan akan menjalani pemusatan latihan di Bali pada 22-28 Mei 2017 mendatang.Dalam waktu dekat pelatih Luis Milla akan kembali mengumumkan nama-nama pemain yang akan ikut ke Bali, sebagai bentuk persiapan jelang mengikuti babak kualifikasi Piala Asia U-23 dan juga SEA Games 2017.Pintu pemanggilan pun terbuka kembali bagi Muhammad Rezaldi Hehanus, bek muda Persija Jakarta yang sempat mangkir dalam pemanggilan pertama timnas beberapa waktu lalu."Milla sudah menetapkan nama-nama yang dipanggil untuk TC di Bali. Ya, Rezaldi (Hehanusa) salah satunya," ucap Fanny kepada wartawan.Uniknya pemain yang akrab disapa Bule itu justru bisa bermain dengan Persija, ketika ia tak memenhui pemanggilan timnas dengan alasan cedera.[suggestedarticle]"Para pemain yang dipanggil juga sudah kami informasikan kepada mereka masing-masing. Tinggal dirilis saja nama-namanya," tutur dia.Selain Rezaldi, Fanny juga menyebutkan beberapa nama seperti Septian David Maulana (Mitra Kukar), Marinus Mariyanto (Persipura Jayapura), Ahmad Nur Hardianto (Persela Lamongan), dan Yabes Roni (Bali United) akan kembali dipanggil oleh Milla.Selain mereka nama pemain naturalisasi Ezra Walian juga nampak akan bergabung dengan skuat timnas di Bali.
visibility  1145 kali
Penampilan Stefano Lilipaly di Belanda Pikat Luis Milla
Tim nasional Indonesia U-22 dijadwalkan akan memainkan dua laga uji coba internasional pada bulan Juni mendatang.Pada 8 Juni, timnas Indonesia akan melawan Kamboja. Sedangkan pada 13 Juni melawan Puerto Rico. Nantinya dalam dua laga itu pelatih Luis Milla akan menyelipkan beberapa nama pemain senior yang akan dipadu dengan pemain U-22.PSSI sendiri melalui Deputi Sekjen PSSI, Fanny Riawan membenarkan bahwa salah satu nama yang memikat hati Luis Milla adalah Stefano Lilipaly. Gelandang naturalisasi yang saat ini bermain untuk SC Cambuur di Liga Belanda."Tergantung pelatih, tapi yang jelas kan Anda lihat sendiri. Saya juga sering tanya ke Milla, 'Bagaimana Lillipaly? Lagi bagus kan?' Dia bilang, 'Tidak usah khawatir, pokoknya saya bikin surprise'." kata Fanny."Tapi kalian sudah tahu sendiri, coach Milla seperti apa. Dia selalu bilang, 'Nomor satu sikap,'. Jadi mau saya berkata seperti apapun, menurut dia kalau sikap seorang pemain tidak oke, dia tidak mau rekrut," katanya menambahkan.[suggestedarticle]Saat ini bersama Cambuur, Lilipaly sedang memainkan babak play-off promosi Eredivisie. Dimana di akhir klasemen Eerste Divisie (divisi dua Belanda) mereka finis di posisi tiga.Sejak pindah ke Cambuur dari Tlstar pada bursa transfer musim dingin Januari lalu, Lilipaly memainkan total 17 partai dengan mencetak 8 gol.
visibility  3793 kali
Manahati Lestusen dan Boaz Solossa Disanksi Larangan Bertanding oleh Komdis PSSI
Kapten PS TNI Manahati Lestusen resmi mendapatkan sanksi dari Komisi Disiplin (Komdis) PSSI.Manahati dihukum larangan bermain dalam tiga pertandingan setelah penggawa Timnas Indonesia di Piala AFF 2016 tersebut kedapatan mencekik gelandang PSM Makassar, Marc Klok dalam suatu pertandingan yang digelar di Stadion Pakansari, Cibinong, Kabupaten Bogor, Senin (15/5/2017).Selain Manahati, ikon sekaligus kapten Persipura Jayapura, Boas Solossa juga disanksi larangan bermain oleh Komdis.Namun, hukuman yang didapat Bochi –sapaan akrab Boas- sedikit lebih ringan dari Manahati.Bochi dilarang tampil dalam dua pertandingan Persipura ke depan karena melakukan protes berlebihan kepada asisten wasit.[suggestedarticle]Tidak hanya pemain yang mendapat sanksi dari Komdis PSSI.Pelatih PBFC Dragan Djukanovic juga tidak luput dari hukuman setelah dia keluar dari area teknik dan memprotes keputusan wasit secara berlebihan.Dragan dilarang mendampingi tim asuhannya dalam dua pertandingan ke depan.Berikut Beberapa Keputusan Komdis PSSI yang dikutip Bolalob.com dari SuperBall.id :1. Putusan Sementara terhadap pemain PS. TNI Sdr. Manahati Lestusen dikenakan sanksi 3 kali larangan bermain pada kompetisi Liga 1 tahun 2017 dan denda Rp. 10.000.000,- karena mencekik pemain PSM Makassar Sdr. Marc Anthony Klok.2. Putusan Sementara terhadap pemain Mojokerto Putra Sdr. Indra Setiawan dikenakan sanksi 3 kali larangan bermain pada kompetisi Liga 2 tahun 2017 dan denda Rp. 10.000.000,- karena dengan sengaja mengangkat kaki terlalu tinggi hingga mengenai pemain Persik Kediri Sdr. Febly Gushendra.3. Pemain Persipura Jayapura Sdr. Boaz Salossa dikenakan sanksi berupa larangan bermain di liga 1 sebanyak 2 (dua) kali karena melakukan protes berlebihan terdapat Asisten Wasit 2.4. Pemain Perseru Serui Sdr. Moch. Zanuri dikenakan sanksi berupa larangan bermain di liga 1 sebanyak 5 (lima) kali dan denda Rp. 10.000.000,- karena menyikut pemain PSM Makassar Reinaldo Ellias Da Costa.5. Pelatih PBFC Dragan Djukanovic dikenakan sanksi berupa larangan mendapingi tim sebanyak 2 (dua) kali dan denda 10.000.000,- karena keluar dari area teknik dan melakukan protes berlebihan terhadap wasit.
visibility  3033 kali
Irfan Bachdim Tak Sabar untuk Kembali ke Timnas Indonesia
Pemain Bali United Irfan Bachdim mengaku tak sabar untuk bisa tampil bersama tim nasional Indonesia lagi dalam waktu dekat.Timnas Indonesia U-22 sendiri dijadwalkan akan menjalani dua laga uji coba internasional melawan Kamboja dan Puerto Rico pada bulan Juni mendatang, dimana pelatih Luis Milla akan menyertakan lima pemain senior dalam laga ini."Kalau saya dipanggil timnas, saya akan sangat bangga dan senang karena bisa main untuk timnas lagi. Akan tetapi, itu pilihan dari pelatih dan harus menunggu, kalau tidak dipanggil saya harus bekerja keras untuk dipanggil lagi," ujar Irfan Bachdim kepada Metro TV.[suggestedarticle]Dua laga uji coba kontra Kamboja dan Puerto Rico akan dihelat pada 8 dan 13 Juni. Dimana ini merupakan bentuk persiapan Garuda muda sebelum terjun ke SEA Games 2017 di Kuala Lumpur pada Bulan Agustus.Sementara itu Bachdim sendiri gagal masuk ke skuat final timnas senior pada Oktober lalu di ajang Piala AFF 2016 karena cedera.Irfan terakhir kali bermain untuk timnas ketika melawan Vietnam jelang Piala AFF 2016. Dalam dua kesempatan melawan Vietnam, kandang dan tandang ia berhasil mencetak masing-masing satu gol.
visibility  871 kali
Komdis PSSI: Pemain PS TNI Tak Kebal Hukum
Komisi Disiplin (Komdis) PSSI menegaskan tak ada pemain di Liga 1 yang kebal hukum, sekalipun mereka anggota TNI sepeerti yang ada pada pemain PS TNI.Salah satu pemain PS TNI yakni Manahati Lestusen menjadi sorotan usai dirinya memukul dan mencekik pemain PSM Makassar, Marc Klok.Komdis pun memastikan akan memanggil pemain timnas Indonesia di Piala AFF 2016 ini pada Kamis (18/5)."Kita tidak melihat dia siapa atau main di mana, tapi kita lihat perilaku apa yang sudah dia buat dan apa hukumannya. Dalam artian mau dia sebagai seorang TNI juga tetap akan kita hukum," ujar Ketua Komdis, Asep Edwin.[suggestedarticle] "Kemarin kan dari PS TNI juga ada yang kena seperti Abduh Lestaluhu, dan pemain timnas juga kita berikan hukuman kalau memang salah, kita tidak melihat latar belakangnya," lanjutnya."Memang ini menjadi perhatian bagi kita untuk tim yang bermain kasar. Kita perhatikan saja bila satu tim menerima lima kartu kuning itu sudah kena hukuman akan perilaku buruk. Jadi, itu batasan yang ada di kode disiplin. Intinya semua pelanggaran akan dipantau perilaku disiplinnya, Komdis akan bertindak," pungkasnya.Sebelumnya pemain asal PS TNI Abduh Lestaluhu sudah lebih dulu mendapat hukuman dari komdis usai memukul pemain Bhayangkara FC. Begitu juga dengan Ferdinand Sinaga, yang kedapatan memukul pemain Persela Lamongan.
visibility  931 kali
PSSI Juga Takut Kena Serangan Virus WannaCry
Heboh mengenai serangan virus komputer dengan nama ransomware WannaCry membuat banyak perusahaan takut akan kehilangan datanya.Hal ini juga dirasakan oleh PSSI, mereka pun melakukan tindakan pencegahan agar serangan virus itu tak merusak data informasi yang dimiliki."Pokoknya instruksi dari IT jangan terhubung dengan WiFi pagi ini (15/5). Belum ada informasi lanjutan lagi dari IT. Sudah dari hari Sabtu atau Minggu kemarin mulai melakukan back up data," kata Direktur Media dan Hubungan Internasional, Hanif Thamrin, kepada para awak media di Kantor PSSI, Senin (15/5) sore.Virus Wanna Cry adalah sebuah program ransomware spesifik yang mengunci semua data pada sistem komputer dan membiarkan korban hanya memiliki dua file. File tersebut, yakni intruksi tentang apa yang harus dilakukan selanjutnya dan program Wanna Decryptor—nama lain dari virus Wanna Cry.[suggestedarticle]Setidaknya sudah ada serangan virus ini kepada 200 ribu IP (internet protocol) di seluruh dunia sejak pekan lalu."Kami diberitahu pihak IT agar kalau ada email yang tidak biasa masuk, jangan dibuka. Ini supaya mencegah hal-hal yang tidak diinginkan," ucap Hanif.Diketahui, pengguna Windows, khususnya versi Windows 8 ke bawah yang paling rentan terkena sandera dari Ransomware jenis WannaCry ini.
visibility  484 kali
1494936002040 tag