(Foto: PT GTS)

36 Klub Akan Terdegradasi Dari Divisi Utama 2017

Salah satu keputusan penting dari Kongres Tahunan PSSI 2017 adalah pengurangan peserta kompetisi Divisi Utama pada akhir musim 2017.

Divisi Utama musim 2018 hanya akan diisi 24 klub, dalam artian pada akhir musim 2017 akan ada 36 klub yang terdegradasi ke divisi dibawahnya.

”Kompetisi Divisi Utama 2017 paling ketat karena dari 61 peserta akan disaring menjadi 24 tim," ujar Joko.

Jokdri sapaan akrabnya mengakui pemangkasan peserta Divisi Utama menjadi 24 tim pada 2018 dengan tujuannya agar kualitas kompetisi tidak berbeda jauh dengan level atasnya, Indonesia Super League (ISL).

”Dengan format dua wilayah, yang masing-masing ditempati 12 peserta, pertandingan akan sangat kompetitif untuk musim 2018,” tutur Jokdri.

”Dampaknya, nilai komersial jadi tinggi, sehingga klub mendapat revenue yang siginifikan untuk membiayai timnya.”

Berikut beberapa hal yang perlu anda ketahui tentang kompetisi kasta kedua di tanah air itu:

1. Musim kompetisi dimulai Maret 2017, satu pekan setelah ISL bergulir. ISL sendiri digelar 26 Maret 2017.
2. Kompetisi akan berakhir pada Oktober 2017.
3. Diikuti total 61 klub termasuk Persebaya.
4. Jumlah klub yang terkena degradasi sebanyak 36 klub. Tujuannya memampatkan jumlah klub menjadi 24 untuk musim kompetisi 2018.
5. PSSI mewacanakan setiap peserta wajib mendaftarkan lima pemain di bawah 23 tahun.
6. Usia pemain maksimal 25 tahun. Namun, klub bisa mendaftarkan lima pemain di atas 25 tahun.
7. Klub boleh memainkan maksimal lima pemain berusia di atas 25 tahun dalam satu pertandingan.
8. Klub peserta tidak diperbolehkan merekrut pemain asing.

PERASAAN KAMU MEMBACA ARTIKEL INI

  • Sebarkan

KOMENTAR(1)


Rekomendasi



Berita Terkait


Luis Milla Hanya Bisa Pasrah Kepada PSSI, Mengapa?
Sukses tidaknya seorang pelatih tim nasional, ditentukan pula oleh dukungan PSSI dalam membuat agenda dan pendanaan untuk program latihan dan pertandingan.Ketika program sudah dibuat pelatih dengan jangka waktu yang sudah ditentukan, namun pihak PSSI tak bisa menopang program tersebut, maka sudah bisa ditebak bagaimana nanti hasilnya.Pelatih timnas U-22 Luis Milla kini sudah pasrah dan menyerahkan sepenuhnya kepada PSSI terkait program selanjutnya untuk menjelang Pra Piala Asia U-23 2018 dan SEA Games 2017.[suggestedarticle]Awalnya, timnas U-22 direncanakan mengikuti turnamen Islamic Solidarity Games di Azerbaijan. Sayang, pihak penyelenggara ISG akhirnya malah tak menyertakan timnas U-22 pada ajang tersebut.Otomatis, pemusatan latihan di Spanyol menjelang ISG terpaksa diundur. Milla pun kini menunggu agenda dari PSSI terkait rangkaian kegiatan timnas U-22 jelang Pra Piala Asia dan SEA Games."Terjadi pergantian kalendar ISG, itu di luar kemampuan kami dari bagian kepelatihan, itu diatur oleh pihak federasi. Yang kami harapkan ke depannya ada solusi yang bagus untuk timnas," kata Milla."Kami tetap melakukan semua sesuai rencana, PSSI sudah memberikan kalendar yang akan kami ikuti. Yang perlu kami lakukan adalah beradaptasi dengan yang ada di Indonesia dan saya akan menurut apa yang ditetapkan oleh federasi," ucap Milla pasrah.
visibility  11899 kali
22 Pelatih Top Indonesia Kursus Instruktur di Depok
Sebanyak 22 pelatih papan atas Indonesia tengah mengikuti kursus instruktur pelatih atau MA Coaching Instructors Course 2017 di National Youth Training Centre (NYTC), Depok, 24 April-5 Mei 2017.Berdasarkan keterangan resmi PSSI yang diterima di Jakarta, Senin (24/4), kursus itu dipimpin oleh Vincent Subramaniam dari Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) dan salah satu tujuan kegiatan itu adalah untuk mengejar ketertinggalan sepak bola Indonesia."Kursus ini upaya PSSI mengejar ketinggalan, dan membangun kompetensi kolektif. Dalam kursus ini, 22 pelatih terbaik di Indonesia dilatih untuk menjadi instruktur yang bisa melahirkan pelatih-pelatih baru di Indonesia," kata Wakil Ketua Umum sekaligus Plt Sekjen PSSI Joko Driyono.Joko melanjutkan, PSSI berharap para instruktur-instruktur ini nantinya dapat turut serta merancang dan melaksanakan program atau kurikulum kepelatihan nasional dengan filosofi dan visi yang seragam di seluruh Indonesia.Sementara Direktur Teknik PSSI Danurwindo menambahkan, kegiatan tersebut baru pertama kali dilaksanakan di Indonesia dan semua pesertanya adalah pelatih dengan lisensi A AFC."Jadi para peserta merupakan para pelatih elite di Indonesia. Mereka diberikan materi teori dan praktik dari pagi hingga sore hari," ujar Danurwindo.Ada beberapa nama tenar yang ikut dalam kursus ini seperti pelatih tim nasional U-19 Indra Sjafri, pelatih timnas U-16 Fakhri Husaini, mantan asisten pelatih timnas senior Wolfgang Pikal dan mantan pelatih Sriwijaya FC Widodo Cahyono Putro.Berikut 22 pelatih yang ikut kursus instruktur pelatih: 1. Mustaqim2. Mundari Karya3. Sutan Harhara4. Satia Bagdja Ijatna5. Kibnu Harto Slamet6. Danan Jaya7. M Nasir8. Safei Pylly9. Wolfgang Pikal10. Hanafing11. Ibnu Grahan12. Maman Suryaman13. Robby Maruanaya14. Indra Sjafri15. Yudi Suryata16. Deny Syamsudin17. Syafrianto18. Fakhri Husaini19. Widodo Cahyono Putro20. Jessie Mustamu21. Eddy Simon Badawi22. Bambang Nurdiansyah.
visibility  891 kali
Saat Ketum PSSI Menginginkan PSMS Medan ke Liga 1 Musim Depan
Pembina PSMS Medan yang juga Ketua Umum PSSI Edy Rahmayadi menginginkan, PSMS kembali menjadi tim yang disegani di kancah sepak bola nasional dan berlaga di kasta tertinggi liga Indonesia."Saya ingin PSMS tahun depan sudah kembali berlaga di Liga 1. Ini mimpi saya yang tentunya harus mendapat dukungan semua pihak di Sumatera Utara," kata Edy di Medan, Sumut, Jumat (21/4).Hal itu ia sampaikan pada acara HUT PSMS ke-67 tahun yang dirangkai dengan santunan kepada anak yatim dari berbagai panti asuhan serta peluncuran skuad PSMS yang akan berlaga di Kompetisi Liga 2 Indonesia.Edy yang juga Ketua Umum PSSI, dalam kesempatan itu juga mengajak para suporter fanatik PSMS untuk selalu memberikan dukungan kepada tim kesayangannya dalam setiap laga yang dilakoni.Karena dengan dukungan yang diberikan itu akan menjadi semangat tambahan bagi skuad PSMS untuk memetik kemenangan dalam setiap laga yang dijalani selama menjalani Kompetisi Liga 2 Indonesia.[suggestedarticle]Dalam acara itu, manajemen PSMS Medan secara resmi meluncurkan jersey terbaru yang akan digunakan tim PSMS selama menjalani Kompetisi Liga 2 Indonesia.Dalam launching yang dilakukan di Stadion Kebun Bunga Medan itu, manajemen PSMS memperkenalkan dua jenis jersey ke publik yakni jersey latihan, home dan away. Untuk laga kandang, PSMS akan menggunakan jersey warna hijau dan laga tandang jersey yang digunakan warna putih.
visibility  1744 kali
Ketum PSSI Kritik Sikap Ferdinand Sinaga
Ketua umum PSSI Edy Rahmayadi mengkritik sikap striker PSM Makassar Ferdinand Sinaga, yang melakukan aksi tak terpuji di llaga lanjutan Liga 1 pekan lalu.Dalam laga PSM Makassar melawan Persela Lamongan dalam ajang Liga 1 2017 Stadion Andi Matalatta, Makassar, Minggu (16/4/2017) lalu, Ferdinand memukul kepala striker tim lawan Ivan Carlos.Sang striker timnas Indonesia di ajang Piala AFF 2016 itu harus mendapat kartu merah dalam laga itu."Itulah realita SDM sepak bola negara kita. Pemain masih gampang terpancing emosi. Mereka belum bisa dewasa bersikap," ujar Edy seperti dilansir oleh Bola.com"Memukul sesama pemain di lapangan jelas tidak boleh dilakukan. Kasus seperti Ferdinand menjadi catatan saya di PSSI," lanjutnya.[suggestedarticle]Edy berharap hal ini diketahui oleh komisi disiplin PSSI, agar hal serupa tak terjadi lagi di lain waktu. Pria yang memiliki jabatan sebagai Letjen TNI ini tak ingin prilaku buruk pemain akan berdampak negatif pada kompetisi sepakbola nasional."Harus ada hukuman agar menimbulkan efek jera. Saya tidak mau kompetisi tercoreng kasus-kasus seperti itu," ungkap Eddy."PSSI sedang berupaya membangun citra sepak bola Indonesia lewat kompetisi yang bermutu. Tentu kami tidak bisa memberi toleransi perilaku-perilaku yang melanggar disiplin."
visibility  6392 kali
1492776901839 tag