(Foto: juara.net)

Kiper Arema FC, Achmad Kurniawan Meninggal Dunia

Kabar duka untuk sepak bola Indonesia. Kiper kawakan Arema FC, Achmad Kurniawan meninggal dunia pada Selasa (10/1) karena sakit yang dideritanya.

AK dilarikan ke rumah sakit pada Kamis (29/12). Sempat dikabarkan membaik kondisinya seusai menjalani cuci darah, kakak kandung Kurnia Meiga tersebut meninggal di RS Syaiful Anwar, Malang.

Kabar duka ini disampaikan oleh penggawa Arema FC, Hamka Hamzah. "Innalillahi wainailahi rojiun selamat jalan Kung Allah lebih sayang ama lu kung...Insya Allah diterima disisi Allah SWT.amin#selamtjalanAK47," kicau Hamka dalam akun @hamkahamzah23.

AK tampil apik bersama Arema FC pada Indonesia Soccer Championship (ISC) 2016 lalu. Total ia tampil dalam 16 pertandingan bersama Singo Edan di ISC 2016. Selain Arema, AK dalam kariernya pernah memperkuat beberapa tim seperti Persita Tangerang, Persik Kediri, dan Semen Padang.

Selamat jalan AK47..

editTerakhir diubah:  10/01/17 - 17:52

PERASAAN KAMU MEMBACA ARTIKEL INI

  • Sebarkan

KOMENTAR


Rekomendasi



Berita Terkait


Arema Panggil Kembali Mantan Pemainnya asal Argentina
Usai mencoret Rodrigo dos Santos dari daftar pemain mereka musim ini, Arema berencana memulangkan salah satu mantan pemainnya untuk melengkapi kuota pemain impor.Gelandang asal Argentina yakni Gustavo Lopez, yang pernah bermain di Singo Edan musim 2014 akan didatangkan ke Kanjuruhan.Nantinya pemain berusia 34 tahun itu akan dicoba diturunkan di ajang Piala Gubernur Kaltim 2018 yang dimulai pekan depan.[suggestedarticle]Terlalu berisiko bagi manajemen pelatih untuk mencoba pemain yang belum pernah tampil di Indonesia, untuk itu mereka kembali memanggil Gustavo."Dia mungkin sudah melakukan perjalanan, saat ini statusnya masih trial di Arema. Walaupun beredar kabar yang datang tiga orang, Arema memberikan kesempatan satu orang saja dulu. Nanti apabila sudah sesuai dengan permainan Arema maka dia akan dikontrak, kalau tidak ya cari yang lain," tegas Ruddy Widodo, general manager Arema seperti dikutip dari Goal."Pemain yang sudah lama bermain di Indonesia tidak akan terlalu lama melakukan adaptasi, apalagi secara chemistry mungkin sudah cocok. Hanya yang menjadi masalah adalah apakah dia sudah benar-benar bugar setelah cedera lama? itu mungkin yang membuat kami melakukan trial untuknya."Arema sendiri akan berjumpa Mitra Kukar, PSIS Semarang dan Borneo FC di ajang turnamen pra-musim tersebut.
  1336 kali
Arema Tak Lupakan Kewajiban untuk Pemain Asing Mereka Yang Dicoret
Arema FC harus merelakan salah satu pemain asingnya pergi yakni Rodrigo dos Santos, akibat tak memenuhi regulasi di Liga 1 musim 2018.Jumlah penampilannya pada musim lalu bersama Moto Club di Seri C Brasil tak cukup banyak, sehingga ia harus dicoret dari skuat Singo Edan."Sebelumnya dia sudah lolos verifikasi, karena Moto Club yang jadi klub terakhirnya, anggota kompetisi Seri C Brasil, sesuai regulasi," papar Ruddy Widodo, general manager Arema, seperti dikutip dari Indosport."Tapi jumlah caps-nya tidak ada, karena baru satu bulan di Seri C, setelah bermain di Seri D (bersama Comercial Esporte Clube)," lanjut Ruddy.[suggestedarticle=3]Mantan pemain Mitra Kukar itu didatangkan pada bulan Desember 2017 lalu, manajemen akan melunasi segala kewajiban pada sang pemain."Paling fair ya sampai Februari. Karena ini bukan kesalahan di kontrak (sehingga wajib memenuhi gaji satu musim penuh). Tapi kan memang regulasi kompetisi," papar Ruddy.Meski kehilangan salah satu pemain asingnya, Arema tak menyalahkan operator kompetisi yakni PT Liga Indonesia Baru. Bagi Ruddy pihak operator sudah mulai menerapkan regulasi yang cukup baik atau ada peningkatan pada tiap tahunnya."Di satu sisi, hal ini mendapatkan respek bagus dari kami. Bagaimana saat ini operator kompetisi lebih memperketat regulasi, dengan menjalankan seluruh poin pada verifikasi," pungkas manajer yang juga pengusaha transportasi tersebut.Saat ini Arema memiliki tiga pemain asing lainnya pada diri Arthur Cunha, Ahmet Atayew dan Thiago Furtuoso.
  1000 kali
Arema FC Resmi Lepas Rodrigo Dos Santos, Ini Penyebabnya
Hanya tampil di Divisi 4 (Seri C) Brasil bersama dengan Moto Club pada musim lalu, tak cukup bagi Rodrido dos Santos untuk bermain di Liga 1 Indonesia.Arema pun tak bisa memainkan Rodrigo di kancah Liga 1 musim ini karena terbentur masalah regulasi pemain asing.Hal ini berdasarkan Divisi 4 (Seri C) Brasil, Moto Club pasal 29 ayat 2 tentang ketentuan pemain asing baru di Indonesia yang menyatakan, pemain asing baru di Indonesia harus bermain sebanyak 25 persen di kompetisi resmi. Sementara itu, Rodrigo ternyata sama sekali tidak pernah dimainkan oleh Moto Club walaupun klub lamanya tersebut berada di Serie C Brasil."Kami baru saja menerima surat dari PT LIB yang menyatakan jika Rodrigo tidak lolos verifikasi. Tentu kami juga harus berkoordinasi dengan tim pelatih tentang hal ini. Yang jelas kami akan mendatangkan pemain baru sebagai pengganti dirinya," tegas Sudarmaji, media officer Arema.[suggestedarticle]Arema menilai regulasi pemain yang dikeluarkan oleh PT LIB terlalu lambat, dimana banyak klub sudah mengontrak pemain asing. Apalagi Liga 1 musim 2018 akan digelar pada awal bulan Maret mendatang."Mungkin itu menjadi masukan ke operator. Karena harusnya sebelum pramusim digelar bahwa aspek kualifikasi pemain asing jauh-jauh hari harus disosialisasikan. Jika perlu nama pemain asing yang akan didatangkan wajib terlebih dahulu mengantongi surat lolos. Mungkin ini perlu juga tidak hanya untuk klub tapi juga agen pemain," urainya.Di sisi lain, Sudarmaji juga menceritakan aspek regulasi musim ini yang banyak mengalami perubahan dan penambahan. Dirinya menyambut baik dan Arema siap melaksanakannya."Salah satu contoh penambahannya adalah klub wajib menyediakan ambulance saat sesi latihan resmi. Jika tidak maka akan didenda Rp20 juta. Berkaitan dengan hal baru yang jumlahnya banyak ini, maka kami perlu mengundang awak media untuk melakukan sosialisasi," pungkasnya.
  3005 kali
Arema FC Dapat Sokongan dari Produk Mie Instan
Arema FC terus memajukan tim dalam berbagai aspek, salah satunya adalah dengan meggandeng sponsor baru untuk kelangsungan tim. Hal itu dilakukan Arema sebagai klub profesional di Indonesia.Singo Edan kini resmi menggaet Indofood. Perusahaan makanan yang terkenal dengan produk mie instan itu bakal mensponsori Arema FC selama tiga tahun.Manajemen Arema mengaku bangga mendapat sokongan sponsor dari Indofood. Pasalnya, kehadiran sponsor baru tentu memengaruhi finansial tim. Terlebih ada imej yang dibawa oleh sponsor ke dalam klub.[suggestedarticle=3]“Arema FC sebagai salah satu klub yang memiliki basis supporter terbesar di Indonesia tentunya bangga bisa bermitra dengan Indofood yang membawa imej Indonesia,” ujar Iwan Budianto, CEO Arema FC, Selasa (13/2/2018).“Kami ingin Arema FC dan Indofood bersama-sama membawa citra kebaikan sepak bola di mana pun dan kapan pun seperti jargon yg dimiliki supporter Singo Edan, Aremania, yakni ‘Arema dan Indofood tidak kemana-mana, tapi ada di mana-mana’. Salam satu jiwa!” tambah Iwan.Fierman Authar selaku Head of Consumer Engagement - Corporate Marketing PT Indofood Sukses Makmur Tbk, berharap kerja sama dengan Arema mampu membangi nilai positif dan tak hanya bisnis."Dengan adanya kerja sama Indofood dengan Arema FC, kami tentunya berharap dapat menginspirasi anak muda khususnya yang berada di Jawa Timur khususnya. Kita juga ingin memberi berbagai nilai positif serta sikap sportifitas dalam kehidupan sehari-hari," jelas Fierman Authar.
  740 kali
Pemain Arema Kini Tidak Bebas Tukar Jersey Dengan Pemain Lawan
Manajeman Arema FC kini akan memberlakukan peraturan terkait jersey pemain setelah pertandingan. Peraturan tersebut akan membuat para pemain kemungkinan tidak akan bebas untuk bertukar jersey dengan pemain lawan usai laga.Bertukar jersey usai pertandingan sudah menjadi hal lumrah yang dilakukan oleh klub-klub sepak bola. Namun manajemen Arema FC melihat sisi bisnis yang bisa dihasilkan dari jersey pemain setelah pertandingan.Arema FC akan lebih mengatur para pemain terkait kebiasaan menukar jersey. Hal itu dilakukan karena ada potensi menghasilkan keuntungan dari penjualan jersey yang baru dipakai para pemain terlebih dalam laga-laga spesial."Untuk hal itu memang ke depan akan kami atur. Karena ke depan akan ada toko resmi yang sangat berkepentingan akan hal itu," ungkap media officer Arema FC, Sudarmaji.[suggestedarticle=3]"Sebenarnya kami tidak membatasi. Tapi memang akan kami atur, ini akan segera kami rapatkan terkait berapa jersey yang bisa ditukarkan oleh pemain," ungkap Sudarmaji.Jersey yang telah digunakan pemain tersebut nantinya akan dilelang atau dijual melalui toko resmi klub. Penjualan jersey tersebut dipastikan akan lebih tinggi nilainya dibandingkan jersey biasa."Ini sebenarnya merupakan bentuk proteksi manajemen agar setiap momen selalu dikenang. Tentunya Aremania akan menjadikan jersey tersebut sebagai kenangan atau koleksi yang berharga," katanya.
  8408 kali
Arema Punya Misi Khusus di Piala Gubernur Kaltim
Musim lalu menjadi tahun yang tak begitu baik untuk Arema FC di ajang Liga 1, dimana mereka hanya finis di posisi ke-9 klasemen akhir.Di Piala Presiden tahun ini Singo Edan pun harus tersingkir di babak 8 besar, usai kalah dari Sriwijaya FC.Singo Edan akan kembali tampil di sebuah turnamen pra-musim yakni Piala Gubernur Kaltim (PGK). Pelatih Arema Joko Susilo mengaku tak ada target khusus dalam ajang ini, namun dirinya memiliki misi khusus dalam membangun kekompakan tim selama turnamen ini berlangsung."Saya anggap PGK hanyalah sebagai tempat untuk team building, membangun chemistry di antara pemain, serta penguatan mental para pemain kita,” ungkap Joko, seperti dikutip dari Liputan 6.“Fokus dan target kita saat ini adalah menyatukan tim ini," mantan penyerang andal Arema dan Persija Jakarta itu menambahkan.[suggestedarticle=3]Liga 1 akan menjadi ajang sesungguhnya Arema dalam meraih hasil positif di tiap laga. Mereka tentu ingin kembali ke jajaran papan atas pada musim ini."Saya membangun tim ini bukan untuk sekadar beri kesempatan pemain yang tidak main,” katanya.Meski tak menargetkan untuk juara, Arema butuh hasil positif demi menaikan mental bertanding mereka.“Target kita memang tak hanya di turnamen saja. Tapi tak ada tim yang tak ingin menang terus bisa sampai ke final atau juara," ujarnya, lagi.
  570 kali
Dikritik Soal Performa Pemainnya, Pelatih Kiper Arema FC Turut Berkomentar
Penampilan yang kurang mengesankan pada Piala Presiden 2018, membuat tim Singo Edan menuai kritikan dari fans mereka, Aremania, terutama penampilan buruk yang ditunjukan oleh penjaga gawang mereka.Aremania memang tidak terima dengan tidak lolosnya tim kebanggaan mereka di Piala Presiden 2018.Para Fans lalu menyalahkan bahwa kegagalan ini disebabkan buruknya penampilan Kiper Arema FC.Kebobolan enam gol dari empat laga adalah bukti lemahnya penjaga gawang Singo Edan.Kiper Arema FC dinilai belum bisa membedakan waktu yang pas saat untuk keluar dari gawang, ketepatan saat menangkap bola.Atas kritikan terhadap pemain asuhnya tersebut, Pelatih dari Kiper Arema FC, Yanuar Hermansyah, mengucapkan terima kasih kepada Aremania. "Kritikan tersebut bagus buat kami. Benar apa yang disampaikan Aremania itu masih kurang. Nanti akan coba kami maksimalkan lagi," kata Yanuar seperti dikutip dari BolaSport.comIa juga menambahkan, terkait kurang beraninya penjaga gawang Arema FC keluar dari gawangnya."Yang jelas semuanya situasional. Penjaga gawang memang harus memperhatikan timing dan ketepatan termasuk juga jalan bolanya seperti apa," ujar Yanuar."Hal-hal itu sudah kami sampaikan saat latihan. Tetapi, mereka memang perlu intensitas lebih agar pemain bisa terbiasa," tutupnya.
  765 kali
Arema FC Belum Berhenti Cari Pemain Baru
Komposisi pemain Arema FC musim ini dinilai sudah lengkap, namun manajemen klub berjuluk Singo Edan itu masih membuka pintu untuk pemain baru.Saat ini Arema sudah memiliki total 29 pemain untuk musim 2018. Dimana PT Liga Indonesia Baru dikabarkan menetapkan 30 slot untuk setiap tim dalam mendaftarkan para pemainnya.Pelatih Arema, Joko 'Getuk' Susilo, mengaku belum punya gambaran kaarena mayoritas pemain bagus kini sudah dikontrak klub lain."Jadi, sambil jalan kami buka pintu untuk pemain baru. Jika pemain itu berpotensi bisa membuat Arema lebih baik, tentu akan kami rekrut," jelas Getuk."Posisi apapun jika pemain tersebut bisa membuat Arema lebih bagus, akan kami terima," lanjutnya.[suggestedarticle]Getuk mengakui di bursa transfer saat ini tak banyak yang bisa dilakukan, mayoritas pemain bagus sudah memiliki kontrak dengan tim lain."Bukan hal mudah memang untuk mendapatkan pemain baru yang kualitasnya bagus saat ini karena semua klub sudah melakukan persiapan dengan merekrut pemain," imbuh Getuk.Di posisi penjaga gawang saja Arema sudah memiliki lima nama, mulai dari Utam Rusdiana, Kartika Ajie, Joko Ribowo, dan Tedy Heri, dan nama terakhir Reky Rahayu dari Persita Tangerang.Reky Rahayu dari Persita Tangerang
  1708 kali
8 Besar Piala Presiden 2018 Raup Rp1,984 Miliar
Penyelenggaraan babak 8 Besar Piala Presiden 2018 terbilang sukses. Selama dua hari penyelenggaraan di Stadion Manahan Solo, tercatat rata-rata 17 ribu penonton datang dan jumlah yang didapat panitia cukup besar Rp 1.984.310.000.Pihak panpel di Solo cukup puas, meski hanya menggelar pertandingan Sabtu-Minggu (3-4/2/2018). Jumlah itu menunjukkan antusiasme penonton sepak bola Indonesia masih cukup tinggi.[suggestedarticle=3]Pertandingan Persija melawan Mitra Kukar pada Minggu (4/2/2018), menjadi penyumbang pemasukan terbesar yakni Rp816 juta.Urutan kedua pemasukan terbesar datang saat partai klasik Persebaya lawan PSMS Medan pada Sabtu (3/2).Berikut rincian pemasukan 8 Besar Piala Presiden 2018:Sabtu (3/2) Persebaya vs PSMS 22.184 penonton Rp703.870.000Sabtu (3/2) Madura Utd vs Bali United 6.100 penonton Rp133.640.000Minggu (4/2) Mitra Kukar vs Persija 21.315 penonton Rp816.800.000Minggu (4/2) Sriwijaya FC vs Arema FC 21.450 penonton Rp330.000.000Total: Rp1.984.310.000
  1131 kali
Tegangnya Adam Alis Dapat 'Teror' dari Aremania
Gelandang Sriwijaya FC, Adam Alis akui dirinya sempat tertekan dengan 'teror' pendukung Arema FC saat kedua klub itu bertemu di 8 besar Piala Presiden 2018.Laga yang dilangsungkan di Stadion Manahan, Solo, Minggu (4/2/2018) itu dimenangkan oleh Sriwijaya dengan skor 3-1 atas Arema.Tak mengherankan Adam mendapat teriakan dari Aremania (pendukung Arema), pasalnya pemain asal Jakarta itu merupakan mantan pemain Singo Edan musim lalu.[suggestedarticle=3]"Sempat tegang juga lihat Aremania banyak juga, tidak seperti delapan besar tahun lalu," jelas Adam Alis."Sejak pemanasan saja sudah kepikiran. Teriakan Aremania sempat bikin drop mental saya juga sih tadi," lanjut mantan pemain Persija Jakarta itu.Meski sempat tertekan, namun Adam berhasil membawa Sriwijaya FC lolos ke semifinal dan berhadapan dengan Bali United.Adam pun cukup optimistis timnya bisa meraup kemenangan dari Bali United. Laskar Wong Kito akan bertadang ke Bali terlebih dahulu pada tanggal 10 Februari."Tidak mudah juga bermain di kandang mereka, tapi kami optimistis dengan materi pemain yang ada sekarang,” tandasnya.
  5055 kali
1517908201803 tag